Lindungi Pelajar dari Corona, Dewan Usul Perpanjang Libur Sekolah

Warga melakukan olahraga lari di Alun-alun Timur Kota Serang, Minggu (22/3). Warga tetap melakukan aktivitas biasa, meskipun ada imbauan untuk social distancing guna mempersempit penyebaran virus Covid-19.

SERANG- DPRD Banten meminta Pemprov Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) memperpanjang kebijakan meliburkan sekolah. Hal ini untuk melindungi pelajar dari wabah virus corona di Provinsi Banten.

Menurut Ketua Komisi V DPRD Banten M Nizar, keputusan Gubernur Banten meliburkan SMA/SMK sejak 16 hingga 30 Maret tidak cukup untuk melindungi pelajar dari pandemi virus corona. Soalnya, hingga pekan ini semakin banyak warga Banten yang dinyatakan positif terjangkit virus corona.

“Para orangtua siswa khawatir, bila anaknya kembali ke sekolah awal April. Oleh karena itu, kami mendesak Gubernur Banten untuk memperpanjang kebijakan meliburkan sekolah yang menjadi kewenangan Pemprov Banten hingga 14 April mendatang,” kata Nizar kepada wartawan, di DPRD Banten akhir pekan lalu.

Politikus Demokrat ini menegaskan, kebijakan itu diharapkan bisa diikuti oleh bupati/walikota untuk memperpanjang libur sekolah tingkat TK/PAUD, SD, dan SMP. “Meliburkan sekolah salah satu solusi untuk melindungi generasi muda Banten dari ancaman virus corona,” tegasnya.

Berdasarkan data yang diterima Komisi V, lanjut Nizar, pasien dalam pengawasan (PDP) kini tidak hanya ada di Tangerang Raya, tapi sudah mulai meluas hingga ke wilayah Serang dan sekitarnya. “Ini jelas perlu upaya cepat dari pemerintah dalam hal penanganannya, menghindari penularan wabah corona agar tidak terus bertambah yang terjangkit virus,” tegasnya.

Perpanjangan waktu libur sekolah, kata Nizar, harus dilakukan secara berkala sambil melihat situasi dan kondisi di lapangan. “Sementara ini kita usulkan perpanjangan selama 14 hari ke depan. Bila pertengahan April wabah virus corona belum menunjukkan penurunan, kita akan usulkan libur sekolah hingga Mei mendatang,” ungkapnya.

Wakil Ketua DPRD Banten M Nawa Said menambahkan, kebijakan meliburkan sekolah selama wabah virus corona merupakan bagian dari pencegahan. “Selain melindungi siswa, juga melindungi para guru dan pegawai sekolah dari virus corona,” katanya.

Kendati mendukung perpanjangan libur sekolah, Nawa mengimbau para orangtua siswa untuk membimbing anak-anaknya belajar di rumah. “Libur ke sekolah bukan berarti libur belajar. Proses pembelajaran harus tetap berjalan dengan sistem online. Jangan memanfaatkan libur ini untuk berwisata, itu justru berbahaya di tengah wabah virus corona,” tegasnya.

Terpisah, Plt Kepala Dindikbud Banten, M Yusuf mengaku, pihaknya akan melakukan koordinasi terkait perpanjangan proses kegiatan belajar mengajar di rumah bagi siswa SMA/SMK di Banten. “Tentu ini akan kita segera koordinasikan, apakah kebijakan meliburkan sekolah harus ditambah, dan sampai kapan penambahannya,” katanya.

Yusuf melanjutkan, keputusan itu akan disampaikan Pemprov Banten akhir Maret mendatang. “Prinsipnya kita melakukan pencegahan wabah virus corona. Nanti akan kita sampaikan secara resmi kepada masyarakat keputusannya,” tuturnya. (den/nda/ags)