Lindungi Pemain di Liga 2, Persita Gandeng BPJS Ketenagakerjaan dan RS Premier Bintaro

Dari kiri, dr Sapto Adji Hardjosworo, dokter spesialis bedah ortopedi dan traumatologi, Marketing Manager RS Premier Bintaro Pringgodani, Kabid Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Tangerang Selatan Kunto Baskoro, kiper Persita Yogi Triana, Ledi Utomo (bek), Egi Melgiansyah (pegang kartu BPJS TK), Andi Prayoga (kiper), dan Manajer Persita I Nyoman Suryanthara.

TANGERANG – Menghadapi kompetisi Liga 2 yang akan bergulir 23 April 2018 ini Persita melakukan inovasi untuk melindungi pemain saat tampil pada kompetisi kasta kedua Indonesia. Menggandeng BPJS Ketenagakerjaan (TK) dan RS Premier Bintaro, skuat Pendekar Cisadane dipastikan mendapatkan perlindungan penuh dari BPJS TK dan perawatan di RS Premier Bintaro jika mengalami cedera.

Biaya pengobatan dan perawatan akan ditanggung oleh BPJS TK tanpa batasan biaya sesuai indikasi medis. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kabid Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Tangerang Selatan Kunto Baskoro. “Karena kasus di sepak bola belum ada yang hingga miliaran rupiah, tapi paling besar kita pernah bayar klaim perawatan sampai Rp2 miliar. Tapi untuk diketahui kita tak ada batasan, berapa yang dibutuhkan untuk sembuh dan bisa berprestasi lagi akan kita bayar semua,” ucap Kunto pada konferensi pers di sebuah rumah makan di bilangan BSD City, kemarin (19/4).

Kunto menambahkan, perlindungan yang diberikan bukan saja pada saat bertanding, tetapi pada saat berangkat ke tempat Iatihan, saat latihan, saat berangkat, dan pulang dari pertandingan. Dengan begitu, pemain lebih fokus dan tenang dalam menjalani aktivitas pekerjaan sebagai pemain sepak bola dan atlet jika terjadi risiko cedera. “Karakter pertandingan sepak bola di Liga Indonesia cukup keras. Maka dari itu, pemain butuh perlindungan dari risiko kerja, yakni cedera. Oleh karenanya, kami melakukan proses kerja sama ini. Ini pertama kali dilakukan di Indonesia di Liga 2,” ujar Kunto, Kamis (19/4).

Manajer Persita I Nyoman Suryanthara menerangkan, kerja sama ini dilakukan agar pemain bisa tampil optimal pada saat pertandingan tanpa harus dihantui perasaan takut cedera. Khususnya terkait penanganan cedera serta pembiayaan selama menjalani pengobatan. “Dengan kerja sama ini, pemain tinggal fokus untuk meningkatkan kemampuan di lapangan dan termotivasi untuk tampil maksimal di setiap laga,“ kata Nyoman.

Meski berharap tidak ada pemain yang cedera, ia meyakini penanganan pengobatannya yang ditangani RS Premier Bintaro sebagai rumah sakit rujukan BPJS TK sangat mumpuni. “Selain memiliki sport clinic yang ditangani tenaga spesialis, penanganan kesehatan pemain juga sangat khusus. Istilahnya benar-benar profesional di bidang medis olahraga, kami telah merasakan saat melakukan tes medis pemain di awal tahun ini,” paparnya.

Pringgodani, Marketing Manager RS Premier Bintaro mengamini pernyataan Nyoman yang menyatakan pihaknya telah menyiapkan tenaga ahli untuk menangani peserta BPJS TK khususnya pemain Persita. “Sebelumnya secara perorangan kami juga pernah menangani pemain sepak bola yang mengalami cedera seperti Zulham Zamrun dan atlet angkat besi Triyatno,” beber Pringgodani.

“Apabila pemain mengalami cedera, dokter-dokter spesialis di rumah sakit kami siap memberikan pelayanan yang terbaik. Satu di antaranya, yakni dr Sapto Adji Hardjosworo, dokter spesialis bedah ortopedi dan traumatologi,” paparnya.

Selain penanganan operasi karena cedera, pengobatan yang siap diberikan terkait pascaoperasi, di mana pemain sepak bola atau atlet butuh terapis agar cedera yang dialaminya sembuh pada waktunya. “Tenaga terapis yang kami miliki cukup banyak dan ahli di bidangnya,” pungkas Pringgodani. (apw/ibm/dwi/RBG)