Liputan Khusus: Pengelolaan Limbah Medis Rumah Tangga Selama Pandemi Covid-19

0
1620
Warga membuang masker di tempat sampah Jalan Ahmad Yani, Kota Cilegon, Minggu (23/3).

Pemda Jangan Abai

SERANG – Pandemi Covid-19 melanda Banten sudah lebih dari satu tahun. Berbagai protokol kesehatan dilakukan untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di Indonesia, termasuk di Banten. Salah satunya dengan menggunakan masker. Ada masker berbahan kain, tetapi ada juga masker medis yang digunakan hanya sekali pakai saja.

Sepanjang tahun 2020 saja, limbah padat medis yang berasal dari fasilitas kesehatan (faskes) di Provinsi Banten mencapai 24.439 ton. Sedangkan limbah cair medis sebanyak 5.526 m³. Data itu berdasarkan E-Monev Limbah Medis Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Dari delapan kabupaten/kota yang ada di Tanah Jawara ini, limbah padat medis paling banyak berasal dari  Kabupaten Serang yakni 1.259 ton dan limbah cair 54 m³. Sedangkan paling sedikit dari Kabupaten Lebak sebanyak 42 ton untuk limbah padat.

Lalu bagaimana dengan limbah medis dari rumah tangga? Sedangkan berdasarkan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SE.2/MLHK/PSLB3/PLB.3/3/2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19), pemerintah daerah seharusnya menyiapkan boks khusus untuk masyarakat membuang limbah medis mereka seperti masker sekali pakai, sarung tangan, dan lainnya. (nna-gil-sep-bud-ran/air)

Baca selengkapnya di Koran Radar Banten atau versi digital di epaper.radarbanten.co.id