Liverpool vs Barcelona: Misi Berat Klopp

LIVERPOOL – Apakah Liverpool masih memiliki peluang lolos ke final Liga Champions ? Jawabnya masih. Boleh saja Kopites optimistis jika Liverpool sanggup menjebol gawang Barcelona sampai empat gol dan sambil menjaga gawangnya clean sheet. Tapi patut diingat, dua dari tiga trio lini depan andalannya absen karena cedera.

Roberto Firmino (cedera pangkal paha) dan Mohamed Salah (cedera kepala) menepi dini hari nanti (8/5) di Stadion Anfield ketika Liverpool menjamu Barca dalam leg kedua semifinal Liga Champions (siaran langsung RCTI pukul 02.00 WIB).

Dalam pre match press conference kemarin (6/5) pelatih Liverpool Juergen Klopp memastikan hal itu. Tanpa Salah dan Firmino dalam satu laga musim ini belum pernah terjadi. Alhasil eks pelatih Mainz 05 dan Borussia Dortmund harus berpikir keras menemukan solusi pada unit lini serangnya.

“Siapa pun tak menginginkan situasi seperti ini akan terjadi ketika bertemu tim sekelas Barcelona. Kami berupaya menang, jika mereka memberikan momentum kepada kami melaju ke final maka kami akan menjajalnya,” tutur Klopp. Pelatih 51 tahun itu mencatat pada musim ini cuma Real Betis yang sukses melesakkan empat gol ke gawang Marc-Andre ter Stegen saat menang 4-3 (11/11).

Angka probabilitas Liverpool masuk final seperti tahun lalu sangatlah kecil dan Klopp tahu. Ketidakmampuan The Reds mencetak gol tandang pekan lalu (2/5) menjadi salah satu penyebabnya.  Pada pertemuan pertama di Camp Nou, The Reds menyerah 0-3 kepada Barca.

“Suporter menemani kami melalui musim yang panjang. Sedikit kesempatan yang kami miliki yakni dua laga kandang terakhir seharusnya kami rayakan dengan penampilan yang bagus,” ucap Klopp.

Terdengar pesimistis? Ya. Meski tidak mengibarkan bendera putih dengan gamblang akan tetapi membendung Barca dengan Lionel Messi sebagai motornya adalah pekerjaan maha sulit. Messi membukukan gol ke-600 sepanjang karirnya pekan lalu saat melawan Liverpool.

Nah, dari hasil pemeriksaan medis oleh dokter tim maka Salah dinyatakan mengalami gegar otak akibat tabrakan dengan kiper Newcastle Martin Dubravka (5/5). Meski Salah mengaku tak apa-apa namun dalam pandangan medis memaksakan Salah tampil akan sangat berbahaya.

Menurut Daily Mail kemarin (6/5) sekembalinya dari lawatan melawan Newcastle (5/5), Salah sudah ikut mengikuti latihan di Melwood. Usai sesi pemanasan, Salah diperiksa dokter tim dokter Andy Massey.

Analisis mantan kepala tim medis olahraga Liverpool dokter Peter Brukner hanya waktu atau istirahat yang bisa menyembuhkan cedera kepala seperti yang dialami Salah. Meski skala gegar otak yang dialami Salah ringan (karena masih bisa menonton laga di ruang ganti setelah ditarik keluar menit ke-73) namun simpul-simpul saraf Salah jelas terganggu.

“Gegar otak skala kecil ini mengakibatkan pusing, sakit kepala, kelelahan, sampai gangguan untuk berkonsentrasi. Dan saya yakin tim medis Liverpool sangat sadar bagaimana bersikap untuk situasi pemain seperti ini,” ucap Brukner kapada Daily Mail.

Menurut kiper Newcastle Dubravka dirinya sempat ketakutan karena tabrakan kepala salah dengan pinggulnya menunjukkan akibat fatal. Ketika bek Newcastle Fabian Schaer menanyakan kondisi Salah, dia sempat diam tak bergerak.

“Mungkin sekitar lima atau enam detik kemudian dia (Salah) baru merespon pertanyaan Fabian (Schaer). Saya tak berniat melukainya sama sekali dan hanya bermaksud menghalau bola dengan tinju saya ketika melompat di udara,” ujar Dubravka kepada Chronicle Live.

Menurut Liverpool Echo beberapa rencana cadangan untuk mengejar gol ke gawang Barca adalah mengoptimalkan Xherdan Shaqiri yang bermain apik ketika lawan Newcastle. Lalu membombardir serangan dari jalur flank. Trent Alexander-Arnold dan Andy Robertson musim ini sudah membuktikan keandalannya dengan masing-masing berkontribusi 13 assist.

Alexander-arnold kepada Liverpool Echo kemarin mengatakan lini depan timnya tanpa Salah dan Firmino akan kurang greng. Kombinasi gol keduanya mencapai 50 gol dari total 107 gol Liverpool musim ini. “Saya sangat kecewa namun ini akan menjadi usaha terbaik yang kami lakukan musim ini. Namun Barca datang kesini dan akan menghormati kami karena kami menunjukkan bagaimana kami bisa mendominasi bola di Camp Nou,” ucap Alexander-Arnold. (jpg/ibm/ags)