LKBA Dijadikan Sarana Pembelajaran

0
279 views

BINUANG –  Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2020 merupakan hal baru bagi pengurus dan warga RW 05, Kampung Binuangrawa, Desa/Kecamatan Binuang. Makanya, lomba ini dijadikan pelajaran bagi warga tentang bagaimana menata lingkungannya.

Sebenarnya, penataan lingkungan RW 05 telah dimulai sejak sebelum penilaian tahap pertama LKBA berlangsung pada awal November. Namun, berjalan lambat. Itu karena pengurus dan warga RW ini masih kebingungan. Mereka mengaku tidak tahu harus melakukan apa untuk bisa memenuhi kriteria penilaian lomba. Padahal, LKBA telah disosialisasikan kepada pihak kecamatan dan desa.  

“Seperti apa ya? Saya masih bingung harus ngapain, karena ini perlombaan pertama kampung kami. Jadi hanya mencontoh yang sudah ada saja yang kami utamakan, seperti pemagaran, pengecatan dan kebersihan. Kami sudah mulai menata sejak sebelum penilaian pertama lalu, tapi prosesnya lambat,” ungkap Sarnubi yang ditunjuk sebagai penggerak warga Kampung Binuangrawa.

Kebingungan warga itu, jelas Sarnubi, karena tidak ada konsep penataan lingkungan kampungnya. Makanya, juri LKBA saat penilaian tahap pertama memberikan banyak masukan, karena masih banyak kriteria penilaian yang belum bisa dipenuhi warga.

“Tapi warga sudah sepakat bergotong royong untuk menata. Pelan-pelan akan kami penuhi kekurangan kampung kami. Sekarang warga masih fokus untuk pemagaran, karena ketika penilaian kemarin masih belum selesai,” jelas Sarnubi.

“Jadi, keikutsertaan (RW 05-red) tahun ini lebih ke belajar sih,” tambahnya.

Encep Damanhuri, warga RW 05, menambahkan bahwa pemagaran masih dilakukan oleh warga siang-malam. Hal itu dilakukan agar pekerjaan ini cepat selesai, sehingga warga bisa melanjutkan pekerjaan lainnya untuk bisa memenuhi semua kriteria penilaian.

“Selain pemagaran dan pengecatan, kami juga akan meningkatkan penghijauan. Targetnya di sisi jalan semua terisi tanaman hijau,” ujar Encep. (rio/don)