LKBA, Sarana untuk Mengedukasi Warga

0
445 views

CIRUAS – Persiapan kampung ini di Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2020 memang terlambat. Namun, lomba yang telah menjadi agenda tahunan Pemkab Serang ini menjadi harapan warga RW 02, Kampung Panjangan, Desa Pamong, Kecamatan Ciruas, untuk bisa mengedukasi tentang pemilahan sampah.

Persiapan kampung ini memang baru dilakukan beberapa hari lalu. Alasan warga, karena sebelumnya, mereka fokus mempersiapkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Penataan kami bentrok sama kegiatan PHBI (Peringatan Hari Besar Islam-red), jadi warga lebih banyak yang fokus di kegiatan itu. Kami baru mulai penataan. Awalnya gotong royong membersihkan lingkungan, sekarang sudah mulai pembuatan pagar dan pemasangan pagar. Mungkin malam ini (tadi malam-red) kalau tidak hujan akan dilanjutkan pengecatan,” kata Ketua RT 05 RW 02 Junali, Jumat (6/11).

Menurutnya, kegiatan penataan lingkungan RW 02 dilaksanakan oleh para pemuda. Sebab, bapak-bapak dan ibu-ibu warga kampung ini masih fokus mempersiapkan kegiatan PHBI.

“Kan PHBI kami rencananya hari Minggu (9/11) ini, jadi orang tua lebih banyak di sana,” jelas Junali.

Secara bertahap, lanjut Junali, warga akan mempersiapkan kampungnya agar bisa memenuhi semua kriteria penilaian LKBA. Di antaranya, melengkapi sarana dan prasarana pos ronda.

“Kami mau menyelesaikan pemagaran dan pengecatan dulu, baru nanti ke tempat sampah dan lainnya,” ujar Junali.

Pemuda RW 02 Halili menambahkan bahwa warga dan pemuda di kampungnya masih awam di LKBA. Karena, kampung ini baru kali pertama mengikuti lomba bergengsi antar-RW tersebut.

“Kami masih awam, jadi untuk penataan juga kami agak sedikit bingung. Tapi kalau warga mah antusias saja membersihkan lingkungannya,” katanya.

“Tapi target kami di lomba ini adalah memberikan  edukasi ke masyarakat secara perlahan. Untuk awal, edukasi yang akan diberikan adalah soal pemilahan sampah, dari yang sampah organik, nonorganik, dan sampah kimia. Nanti tempat sampah di rumah-rumah kami upayakan minimal dua. Satu untuk sampah organik dan satunya untuk sampah nonorganik. Kalau sampah kimia kan enggak ada,” pungkas Halili. (rio/don)