Lomba Kampung Bersih dan Aman Kabupaten Serang 2020 Tidak Berhenti

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah didampingi Direktur Radar Banten dan Banten TV Mashudi serta Kabag Binopsnal Ditbinmas Polda Banten AKBP Andaryoso pada acara roadshow Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) LKBA 2020 untuk Kecamatan Pamarayan dan Bandung, Selasa (4/8).

SERANG – Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2020 tidak berhenti. Perlombaan tetap dilanjutkan dan penilaian tahap pertama akan dilakukan dewan juri pada Oktober 2020.

Hal itu terungkap pada acara roadshow Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) LKBA 2020 untuk Kecamatan Pamarayan dan Kecamatan Bandung sekaligus sosialisasi Kampung Tangguh Nusantara di Kampung Beusi Lebak, Desa Sangiang, Kecamatan Pamarayan, Selasa (4/8).

Turut hadir Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Kabag Binopsnal Ditbinmas Polda Banten AKBP Andaryoso, Wakapolres Serang Kompol Didid, Kasdim Kodim 0602/Serang Letkol Inf Eri Winardi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang dr Agus Sukmayadi, serta unsur pimpinan kecamatan Pamarayan dan Bandung.

Roadshow yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 itu dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Setiap peserta diwajibkan memakai masker, dicek suhu tubuh, mencuci tangan dengan sabun, serta menerapkan physical distancing selama acara berlangsung. Jumlah peserta yang hadir dibatasi hanya 100 orang yang terdiri atas tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, kepala desa, babinsa dan bhabinkamtibmas, serta kader posyandu.

Acara diisi dengan sosialisasi Kampung Tangguh, pembagian doorprize, penyerahan bantuan rumah layak huni, bantuan sosial kepada dhuafa oleh Bupati Serang, serta parodi game AKB.

Bupati Ratu Tatu Chasanah mengatakan, Pemkab Serang menyiapkan hadiah Rp1 miliar untuk pemenang LKBA 2020. Jika tahun lalu peserta yang mengikuti lomba 236 RW, satu desa satu RW, tahun ini peserta diikuti oleh seluruh RW di Kabupaten Serang sebanyak 1.511 RW dari 236 desa. “Banyak warga yang bertanya LKBA dilanjut apa tidak, saya tegaskan LKBA tidak berhenti,” kata Tatu seusai acara kepada Radar Banten, kemarin.

Hadiah Rp1 miliar yang disiapkan Pemkab Serang, kata Tatu,  untuk memotivasi warga untuk mau menumbuhkan kesadaran kebersihan dan keamanan. Tatu menginginkan perubahan secara menyeluruh terkait pola hidup sehat di masyarakat.

Penyelenggaraan LKBA tahun kedua ini, kata Tatu, terinspirasi dari Kota Surabaya yang sudah menjalankan lomba serupa  tahun ke delapan dan sudah terlihat hasilnya. Ia menginginkan lingkungan di Kabupaten Serang menjadi indah dan nyaman. “Potensi di masyarakat harus diangkat, kita aktifkan lagi semangat gotong royong,” serunya.

Menurutnya, kriteria LKBA mirip dengan lomba Kampung Tangguh Nusantara, hanya berbeda tentang kriteria terkait kesehatan dan ekonomi warga secara mandiri. Di Kabupaten Serang, kata Tatu, sebenarnya warga sudah dilatih oleh beberapa dinas seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKP) Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) dan lainnya. “Pemberdayaan masyarakat harus ditekankan, kalau daerah mau maju, warga harus ikut serta membangun bersama,” pungkasnya.

Di tempat yang sama Direktur Radar Banten Mashudi menambahkan, melalui LKBA mengaktifkan kembali gotong royong. Dengan kebersamaan dan kekompakan, keinginan terciptanya lingkungan yang bersih aman dan indah akan terwujud. “Penjurian tahap pertama dimulai 1 Oktober 2020, tahap kedua dan awarding kita laksanakan Desember 2020,” terangnya.

Sama seperti tahun lalu, untuk LKBA tahun ini  terbagi dua kategori yakni kampung pemula dan berkembang. Sedangkan kriteria penilaian terdiri  atas partisipasi masyarakat terbaik, pengelolaan sampah terbaik, kelompok pemuda penggerak lingkungan, kampung berbunga dan aman, pengelolaan lingkungan terbaik dan aman, serta kampung terinovatif dan aman. “Mulai bulan depan tim kami akan berkeliling ke setiap RW untuk peliputan,” katanya.

Sementara itu, Kabag Binopsnal Ditbinmas Polda Banten AKBP Andaryoso mengatakan, LKBA selaras dengan program Kampung Tangguh Nusantara yang digagas Polri dan TNI. Keduanya sama-sama memiliki peran dan upaya dalam mencegah penyebaran Covid-19 di masa AKB. “Program Kampung Tangguh Nusantara bertujuan agar warga mempunyai kemampuan dan kemandirian untuk menyelesaikan masalah di wilayahnya sendiri,” katanya.

Dijelaskan Andaryoso, ada empat hal yang ditargetkan dari program Kampung Tangguh Nusantara yakni warga menjadi tangguh dalam hal kesehatan jasmani dan rohani, tangguh sosial ekonomi, tangguh keamanan, serta tangguh dalam mengakses serta mengolah informasi dan kreativitas. “Selama vaksin Covid-19 belum ditemukan, maka kita lawan bersama virus ini dengan selalu menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Serang dr Agus Sukmayadi mengimbau agar warga peduli dengan kesehatan pribadi dan orang lain. Ia berharap warga mampu beradaptasi dengan kebiasaan baru seperti mengenakan masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak. “Soalnya jumlah penyebaran Covid-19 di Indonesia dan di Kabupaten Serang belum berhenti,” katanya.

Pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Serang dilakukan dengan sosialisasi, edukasi dan simulasi kepada warga. Saat ini, kata Agus, yang terkonfirmasi positif tinggal dua orang yang masih dilakukan isolasi mandiri di rumah sakit rujukan Kabupaten Serang. “Semoga warga mampu melawan Covid-19 dengan cara menerapkan protokol kesehatan saat berkegiatan sehari-hari,” harapnya. (mg06/alt)