Lompat ke Sumur, Warga Taktakan Tewas

Kanit Reskrim Polsek Taktakan Iptu Saefudin melihat sumur tempat korban melompat dan tewas, Sabtu (21/3).

SERANG – Warga Kampung Cilowong Gardu, Kelurahan Cibendung, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, dibuat geger, Sabtu (21/3). Pemuda bernama Misna (34), ditemukan tewas usai melompat ke dalam sumur. 

“Dia (Misna-red) sendiri yang buka kayu penutup sumur dan masuk ke dalam sumur. Saya lihatnya saat benerin genteng rumah,” kata warga sekitar, Mutadi (50), Minggu (22/3).

Korban diketahui melompat ke dalam sumur sekira pukul 12.20 WIB. Mutadi yang melihat aksi nekat korban, mendekati sumur sedalam 22 meter tersebut.

Lantaran tidak bisa menolong korban, Muhtadi memberitahukan kejadian tersebut kepada warga lain. “Ada yang lapor ke polisi dan petugas Pemadam Kebakaran (Kota Serang-red),” ujar Mutadi.

Tak lama, petugas mendatangi lokasi kejadian. Petugas sempat kesulitan melakukan evakuasi lantaran kondisi sumur yang cukup dalam. Petugas baru dapat mengevakuasi tubuh korban setelah hampir dua jam.

“Sekira jam 3-an sudah bisa dibawa ke atas. Dia (korban-red) sudah meninggal. Saat mau diangkat ke atas, ada warga juga yang bantu,” kata Mutadi.

Kanit Reskrim Polsek Taktakan Inspektur Polisi Satu (Iptu) Saefudin mengaku jasad korban tidak dilakukan autopsi lantaran pihak keluarga menolaknya. “Keluarga korban menolak diautopsi karena mereka menganggap itu musibah,” kata Saefudin.

Polisi belum mengetahui motif korban melompat ke dalam sumur. Tetapi, berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban menderita gangguan jiwa. “Menurut keluarga, Misna sudah lima tahun mengalami sakit jiwa,” tutur Saefudin. (mg05/nda/ags)