Petugas SAR gabungan mencari dua korban longsor di TPAS Cilowong, Taktakan, Kota Serang, Rabu (2/1/2019).

SERANG – Proses evakuasi pencarian dua korban yang tertimbun sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Taktakan, Kota Serang, yang dijadwalkan satu minggu, belum menemukan hasil. Sesuai dengan rencana awal akan ada penambahan waktu tiga hari. Namun, keputusan tersebut tetap bergantung kepada Walikota Serang Syafrudin.

Dua korban, yaitu Jemah (45) dan Ida (42), warga lingkungan Kampung Cikoak.

Senin (7/1), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang melakukan koordinasi dengan Komisi V DPRD Banten Kota Serang di gedung DPRD Kota Serang. Pertemuan tersebut untuk melaporkan perkembangan proses evakuasi korban dan rencana tindak lanjut atas keberadaan TPAS. Terlebih pascalongsor yang menelan dua korban itu, pembuangan sampah di lokasi tersebut sempat tersendat.
Plt Kepala DLH Kota Serang Yudi Suryadi mengaku, sudah melakukan langkah optimal untuk menyelesaikan persoalan longgsornya TPAS Cilowong.

“Pertama, kita tetap fokus pada pencarian korban sesuai SOP selama tujuh hari. Setelah evaluasi tentu akan ada evaluasi bersama Basarnas. Yang kedua, terkait sampah agar tetap terbuang, kita banyak melakukan komunikasi dengan warga di sana untuk membuang di selter D,” katanya.

Namun, Yudi belum bisa memastikan apakah akan ada penambahan waktu atau dihentikan proses pencarian korban tertimbun. “Itu masih menunggu evaluasi dengan Pak Walikota,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang Tb M Suherman mengatakan, sudah melakukan upaya maksimal dengan mengerahkan empat alat berat.
Menurutnya, pada Jumat tanggal 4 Januari, sudah teridentifikasi ada bau bangkai mayat. Namun, belum juga ditemukan. “Untuk korban tanggap daruratnya seminggu sejak tanggal 2 Januari sampai 8 Januari, sesuai dengan tahap pertama,” katanya.
Hasil pencarian hingga hari terakhir penetapan proses pencarian akan dievaluasi bersama tim gabungan Bazarnas. “Hasil evaluasi apakah akan dilanjutkan atau dihentikan tetap diserahkan kepada walikota selaku kepala daerah,” kata Yudi. (Ken Supriyono)

BACA selengkapnya di koran Radar Banten atau versi digital di epaper.radarbanten.co.id. Saksikan juga di Banten Raya TV pada program SELAMAT PAGI BANTEN (07.00 WIB), BANTEN SIANG (13.00 WIB), BANTEN PETANG (17.00 WIB) dan BANTEN MALAM (21.00 WIB) di channel 50 UHF/702 MHz, atau melalui streaming www.barayatv.com/live.