Longsor Citorek Kidul, Warga Butuh Alat Berat

Anggota TNI membersihkan material longsor di ruas jalan provinsi di Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, kemarin.

LEBAK – Masyarakat di Kampung Ciusul, Bojongmanggu, dan Ciomas, Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, meminta pemerintah daerah membantu menyediakan alat berat untuk menyingkirkan material longsor. Hingga kemarin jalan poros desa dari Cilupus ke Ciusul masih belum bisa dilalui kendaraan.

Arya, warga Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber menyatakan, masyarakat dan pemerintah desa membutuhkan alat berat untuk menyingkirkan material longsor yang menutupi badan jalan raya. Alat berat yang dioperasikan di lokasi tersebut baru satu unit, yakni milik PT Cemindo Gemilang. Sementara itu, dua alat berat milik PT Paula atau pengusaha yang membangun Jalan Cipanas-Warung Banten difokuskan menyingkirkan material longsor di jalan provinsi. “Jalan poros desa Cilupus-Ciusul merupakan jalur utama masyarakat. Kini kondisinya masih tertutup longsor. Karena itu, dibutuhkan bantuan alat berat tambahan untuk penanganan jalan longsor,” kata Arya kepada Radar Banten, kemarin.

Sebelumnya, dua alat berat milik PT Paula digunakan untuk menyingkirkan material longsor di jalan poros desa di Citorek Kidul. Namun, karena jalan provinsi dari Citorek Kidul menuju Cirotan longsor maka dua alat berat diarahkan ke sana. Untuk itu, penanganan longsor di Cilupus hingga Ciusul tidak maksimal. “Mudah-mudahan, pemerintah segera mendistribusikan bantuan alat berat ke lokasi tersebut. Kasihan masyarakat yang terisolasi. Mereka sudah beberapa hari tidak bisa melintasi jalan dengan kendaraan. Kalau ada keperluan mereka jalan kaki dengan melintasi jalan yang tertimbun longsor,” paparnya.

Terkait akses masyarakat ke wisata negeri di atas awan Gunung Luhur, Arya menginformasikan, akses transportasi dari Cipanas menuju Gunung Luhur tidak ada masalah. Walaupun di beberapa lokasi terdapat jalan yang longsor. Namun, jalan raya masih bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Bahkan, longsoran kecil tersebut sudah dibersihkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten. “Untuk akses jalan menuju Gunung Luhur aman dan tidak ada masalah. Tapi kalau dari Gunung Luhur ke arah Warung Banten atau Kecamatan Cibeber masih sulit dilalui kendaraan,” terangnya.

Kepala Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Narta membenarkan, masyarakat di Citorek Kidul membutuhkan bantuan alat berat. Tujuannya, supaya warga tiga kampung yang terisolasi dapat beraktivitas kembali dengan normal. Sekarang, mereka menunggu bantuan alat berat untuk menyingkirkan material longsor dari jalan poros desa. “Yang mendesak dibutuhkan masyarakat, yakni bantuan alat berat. Semoga, segera dikirim ke sini,” harapnya.

Lelaki yang akrab disapa Jaro Atok ini mengungkapkan, bantuan untuk masyarakat di tiga kampung sudah mulai didistribusikan menggunakan jalan alternatif. Jalan tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Jadi, logistik bantuan dikirim bertahap dengan menggunakan motor dan ada sebagian yang diangkut masyarakat dengan jalan kaki. “Material longsor yang menutupi badan jalan cukup tebal. Bahkan, ada badan jalan yang longsor, sehingga membutuhkan penanganan khusus dari pemerintah daerah,” tegasnya.

Koordinator Penanggulangan Bencana Daerah Pemkab Lebak Budi Santoso menyatakan, bencana banjir bandang dan longsor terjadi di dua wilayah kecamatan di Lebak. Untuk itu, pemerintah daerah berupaya menangani dengan cepat semua jalur yang terdampak bencana longsor. Jadi, penanganannya tidak bisa sekaligus, harus bertahap untuk menyelesaikan satu jalur terlebih dahulu. Bahkan, alat berat milik PUPR Banten digunakan untuk membersihkan longsor di jalan provinsi, sehingga belum bisa digeser ke Citorek Kidul. “Rencananya hari ini (kemarin-red) kita akan geser alat berat ke Citorek Kidul. Namun, kepala desa dan sekretaris desa sulit dihubungi sejak siang tadi. Karenanya, kita belum dorong alat berat ke sana,” jelasnya.

Tidak hanya alat berat, Pemkab Lebak melalui BPBD Lebak akan menyalurkan bantuan air bersih ke lokasi bencana alam dengan menggunakan mobil tangki air. “Kalau komunikasinya lancar, kita bisa langsung kirim bantuan ke lokasi yang telah ditentukan perangkat desa di sana. Sehingga titiknya jelas dan bantuan langsung dikirim ke tujuan,” katanya.

Bantuan Mengalir

Bantuan untuk korban banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Bayah dan Cibeber terus mengalir dari berbagai kalangan. Sejak Sabtu (7/12) lalu, bantuan kepada korban terus berdatangan, mulai dari Dinas Sosial (Dinsos), BPBD Lebak dan Banten, Polri, TNI, serta masyarakat umum. Bantuan tanggap darurat yang diterima masyarakat, yakni sembako, peralatan memasak, selimut, dan pakaian layak pakai.

“Kalau bantuan tanggap darurat terus mengalir kepada korban bencana. Ada yang menyalurkan langsung ke lokasi. Tapi ada juga yang menyalurkan bantuan melalui BPBD dan Dinsos Lebak,” kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak Kaprawi.

Semua korban bencana banjir bandang dan longsor di Lebak telah menerima bantuan tanggap darurat dari pemerintah. Untuk bantuan dari swasta, partai politik, Polri, dan TNI yang disalurkan langsung ke lokasi bencana dibagikan secara merata. “Korban bencana tidak ada yang mengungsi, mereka sudah kembali ke rumahnya masing-masing sejak Sabtu lalu,” katanya.

Kaprawi mengimbau masyarakat di kecamatan yang rawan longsor untuk tetap waspada. Curah hujan yang tinggi dapat mengakibatkan bencana longsor dan banjir di masa peralihan musim seperti sekarang ini. “Prinsipnya kita harus tingkatkan kewaspadaan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Kita bersyukur tidak ada korban dalam musibah banjir bandang dan longsor pada akhir pekan lalu,” tukasnya. (tur/air/ags)