Longsor di Cilangkap Lebak Belum Ditangani

0
631 views
TERANCAM LONGSOR: Rumah warga Parungpung, Desa Cilangkap, terancam longsor, Selasa (7/2).

MAJA – Masyarakat di Kampung Parungpung, Desa Cilangkap, Kecamatan Maja, mendesak Pemkab Lebak segera menangani bencana longsor di bantaran Sungai Cidurian. Jika tidak segera ditangani, longsor susulan akan mengancam keselamatan masyarakat di dua kampung tersebut.

Apip, staf Desa Cilangkap, Kecamatan Maja, mengatakan, tebing Sungai Cidurian terus terkikis arus sehingga longsor terus terjadi di wilayah tersebut. Sekarang, tiga rumah warga jaraknya tinggal satu meter dari bibir sungai. Padahal sebelumnya, jarak permukiman penduduk dengan Sungai Cidurian lebih dari 50 meter.

“Masyarakat Parungpung beberapa kali datang ke desa untuk menyampaikan aspirasi tentang masalah longsor di bantaran Cidurian. Pemerintah desa enggak bisa apa-apa. Kami hanya menindaklanjutinya dengan menyampaikan laporan kepada Bupati Lebak,” kata Apip kepada Radar Banten, kemarin.

Masyarakat Parungpung, kata dia, meminta Pemkab Lebak atau Pemprov Banten segera membangun turap di sepanjang Sungai Cidurian. Tujuannya, supaya tebing di pinggir sungai tersebut tidak longsor lagi.

“Kalau hujan deras turun, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai enggak akan bisa tidur nyenyak. Mereka takut terjadi longsor yang dapat membuat rumahnya terseret arus sungai,” paparnya.

Apip menginformasikan, tiga rumah warga yang terancam longsor, yaitu rumah Eem, Sainah, dan Ma’al. Ketiganya meminta pemerintah desa terus memperjuangkan aspirasinya agar segera dibangun tanggul atau turap.

“Jika pemerintah daerah punya solusi lain maka masyarakat siap untuk mengikutinya. Misalnya, warga yang terancam longsor direlokasi ke tempat yang lebih aman,” tandasnya.

Ma’al, warga Parungpung, mengatakan, setiap malam tidak bisa tidur. Bencana longsor yang terjadi sebulan lalu membuatnya trauma.

“Takut longsor kembali,” terangnya.

Dia berharap, Pemkab Lebak dan Pemprov Banten tidak menutup mata dengan kondisi tebing di Sungai Cidurian. Jika dibiarkan maka akan membahayakan masyarakat. “Saya suka mengungsi ke rumah kerabat jika hujan deras turun. Hal itu untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan,” paparnya. (Ali/Radar Banten)