Longsor Mengancam Bangunan SMPN 1 Cibadak

SMP Longsor
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lebak HM Yogi Rochmat meninjau SMPN 1 Cibadak yang terancam longsor pada Sabtu (5/3/2016). Sekolah ini berada di Kampung Keong, Desa Pasar, Keong, Kecamatan Cibadak. (Foto: Mastur)

CIBADAK – Gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Cibadak terancam rusak akibat longsor. Tanah di belakang sekolah di Kampung Keong, Desa Pasar Keong, Kecamatan Cibadak, itu labil. Longsor sewaktu-waktu bisa terjadi.

Ancaman terhadap sekolah itu mengundang perhatian Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lebak HM Yogi Rochmat. Pantauan Harian Radar Banten, Sabtu (5/3/2016), Yogi mendatangi sekolah itu. Bersama Kepala SMPN 1 Cibadak Supardi, dia melihat langsung bekas penggalian tanah, berjarak sekira dua meter dari gedung sekolah. Di lokasi itu, sebuah pohon nangka telah tumbang.

Siswi SMPN 1 Cibadak Fitriyani mengungkapkan bahwa bekas penggalian tanah itu berkedalaman sekira dua meter. Dewan guru telah melarang semua siswa bermain di belakang gedung SMPN 1 Cibadak.

“Saya dan teman-teman enggak pernah main di sana lagi. Takut jatuh (ke dalam bekas penggalian tanah-red),” ujarnya kepada Harian Radar Banten.

Menurut Fitriyani, tebing bekas penggalian tanah itu telah dua kali longsor. Terakhir pada pekan kemarin, hujan deras melongsorkan tebing dan membuat sebuah pohon nangka tumbang.

Hal itu, diakui Fitriyani, membuat para siswa dan guru khawatir tebing itu longsor kembali dan membuat gedung sekolahnya ambruk. Saat ini, tembok kantin SMPN 1 Cibadak, yang berjarak paling dekat dengan tebing bekas penggalian tanah, telah mengalami keretakan.

“Semoga enggak longsor lagi, bisa berbahaya bagi kami dan guru,” harap Fitriyani.

Permasalahan ini, kata Kepala SMPN 1 Cibadak Supardi, sudah dilaporkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lebak. Dia bersyukur, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lebak turun langsung melihat ancaman terhadap gedung sekolahnya. Diharapkannya, ada solusi untuk mengatasi permasalahan sekolahnya.

“Saya berterima kasih kepada Pak Yogi karena mau datang ke sekolah dan melihat kondisinya,” ungkap Supardi.

Sementara itu, Yogi menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi SMPN 1 Cibadak. Berdasarkan keterangan dari pihak sekolah, penggalian atau pengerukan tanah di belakang gedung sekolah itu dilakukan oleh pemilik tanah pada 2015.

Yogi mengakui, longsor mengancam gedung SMPN 1 Cibadak. “Saya berharap Dindikbud segera menyikapi persoalan ini. Jangan dibiarkan karena bisa mengancam keselamatan anak-anak dan guru SMPN 1 Cibadak,” tegasnya. (RB/tur/don/dwi)