Longsor Terjang Dua Desa di Cilograng

Camat Cilograng Edi Sunaedi didampingi anggota TNI meninjau tebing yang longsor di Desa Girimukti, Kecamatan Cilograng, kemarin. DOK KECAMATAN CILOGRANG

CILOGRANG – Bencana tanah longsor menerjang dua desa di Kecamatan Cilograng, yakni Desa Girimukti dan Desa Cijengkol, Selasa (11/12) sekira pukul 16.00 WIB. Longsor mengakibatkan lima rumah dan satu masala di dua desa tersebut mengalami kerusakan.

Informasi yang dihimpun Radar Banten, sebelum terjadi longsor, kedua wilayah desa tersebut diguyur hujan deras yang disertai angin kencang. Hasil pendataan sementara, di Desa Girimukti terdapat dua rumah yang mengalami rusak ringan. Sedang di Desa Cijengkol sedikitnya tiga rumah terkena material longsoran, serta satu rumah terbakar setelah tersambar petir.

Camat Cilograng Edi Sunaedi menyatakan bahwa wilayahnya rawan longsor. Hal itu karena kontur tanah dan berbukit. Kondisi itu kerap mengancam keselamatan masyarakat setiap musim hujan. Lantaran itu, pihaknya tak jarang mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap bencana longsor.

“Kita sudah cek kondisi tanah yang longsor dan masyarakat di sekitar lokasi bencana,” ujarnya di kantor kecamatan kemarin.

Hasil pantauan Edi, tebing yang longsor di Girimukti tingginya mencapai lima meter dan lebar lebih dari 20 meter. Bahkan, akses jalan poros desa di lokasi longsor ikut tertimbun sehingga sudah tidak bisa dilalui masyarakat. Edi pun mengaku, sudah meminta kepada pemerintah daerah agar menerjunkan alat berat untuk mengevakuasi material longsoran agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat setempat.

“Rumah yang terdampak longsor hanya mengalami rusak ringan. Saya sudah laporkan kejadian ini kepada Ibu Bupati (menyebut Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya-red), BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah-red), dan Dinsos (Dinas Sosial-red),” katanya.

Kata Edi, Pemkab Lebak melalui BPBD juga sudah mendistribusikan bantuan tanggap darurat kepada masyarakat korban longsor di Cilograng, serta mengecek lokasi kejadian. Edi pun berjanji akan berkoordinasi terus dengan BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk penanganan longsor di Girimukti dan Cijengkol. “Jalan sudah tertimbun material longsor, sama sekali sudah enggak bisa dilewati. Harus diterjunkan alat berat ke lokasi,” pintanya.

Senada disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Kedarutan dan Logistik BPBD Lebak Madlias bahwa pihaknya sudah terjun meninjau bencana longsor di Desa Girimukti dan Cijengkol, serta memberikan bantuan tanggap darurat bagi masyarakat yang terdampak longsor.

Madilas membenarkan, Kabupaten Lebak termasuk wilayah rawan longsor. Bahkan, di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) wilayah Lebak termasuk zona merah daerah rawan longsor di Indonesia. Hasil analisa dan identifikasi BPBD dan BNPB, sedikitnya sudah 17 kecamatan dari 28 kecamatan di Lebak yang pernah diterjang bencana longsor.

“Memasuki musim penghujan ini, kita imbau masyarakat agar waspada terhadap ancaman bencana longsor dan banjir,” imbaunya. (Mastur/RBG)