Lotte Ancam Hengkang dari Kota Cilegon

(Photo courtesy of Lotte Chemical)

CILEGON – Salah satu investor raksasa asal Korea Selatan, PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) mengancam bakal membatalkan investasinya di Kota Cilegon. Perusahaan kimia itu merasa terusik banyaknya isu yang dianggap menyudutkan, mulai dari soal lingkungan, kepemilihan lahan, hingga perizinan.

Kabar akan hengkangnya Lotte diungkapkan Walikota Cileogn Edi Ariadi, seusai mengadakan pertemuan tertutup dengan perwakilan Lotte, di Ruang Walikota Cilegon, Rabu (17/7) sore. “Kata Lotte tadi (kemarin sore), kalau perlu dilanjutin ya lanjutin. Kalau enggak, enggak apa-apa,” kata Edi.

Meski demikian, Edi berharap Lotte mengurungkan niatnya membatalkan investasi. Apalagi, Edi berharap pabrik kimia senilai Rp55 triliun itu tidak menguap begitu saja. “Kalau kita sayang. Nanti tenaga kerja kita enggak ada yang diserap,” papar Edi.

Terkait pro-kontra reklamasi pantai yang dilakukan Lotte, Edi mengaku tidak setuju jika pengerukan pasir laut dilakukan di perairan Gosong Serdang yang ada di Selat Sunda. Tapi, yang akan dilakukan Lotte pengerukan di sekitar pantai saja yang akan jadi jetty.

“Saat ini Lotte sedang pengupasan lahan untuk pabrik, kalau pengupasan selesai mungkin sudah tidak ada aktivitas lagi, kalau banyak masalah. Kalau Lotte paling rugi beli lahan sama perataan saja. Kalau kita rugi tenaga kerja,” kata Edi.

Di tempat yang sama, Humas PT Lotte Maryono mengatakan, pihaknya dalam membangun pabrik taat terhadap hukum yang berlaku. Adanya ketidakpuasan beberapa pihak, membuatnya bisa saja tidak melanjutkan pembangunan pabrik. “Seperti saat ini rencana pengerukan pasir laut, sebenarnya yang akan kami lakukan di sekitar pantai dan sekaligus untuk pendalaman jetty,” jelasnya.

Adapun pohon mangrove yang rusak seluas 1,1 hektare di lokasi pengerukan dengan jumlah sekitar 300 pohon, Maryono berjanji, akan menggantinya. “Nanti ada substitusi sebanyak 15.000 pohon yang akan kami tanam di Kasemen yang memang sudah banyak mangrove,” ujarnya.

Diketahui, Lotte berencana menanam investasi hingga 3,5 miliar dolar Amerika atau kurang lebih Rp55 triliun. Peletakan batu pertama pembangunan pabrik tersebut dilakukan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto pada 17 Desember 2018 lalu dan dihadiri oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong dan Walikota Cilegon Edi Ariadi.

Pabrik yang rencananya dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 100 hektare tersebut memiliki kapasitas produksi naphta cracker sebanyak 2 juta ton per tahun. Bahan itu kemudian diolah menjadi 1 juta ton ethylene, 520 ribu ton propylene, 400 ribu ton polypropylene, dan sejumlah produk lain. (Bayu M-brp/ibm/ags)