Love Story: Akibat Pergaulan Bebas Nih!

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

Komeng (25), bukan nama sebenarnya, sejak kecil sudah merasakan tekanan dari orangtua. Orangtuanya selalu bertengkar di depan Komeng dan mengakibatkan bercerai. Ini membuat hidup Komeng tidak terarah, ditambah lagi ibunya tidak memantau Komeng dengan ketat.

Lingkungan yang kurang mendukung membuat hidup Komeng hancur. Inilah yang membuat Komeng kesalahan fatal dalam hidupnya. Ia merenggut keperawanan Septia (21), nama samaran.

Keluarga Septia tentu saja berang. Ia meminta Komeng bertanggung jawab atas perbuatan bejatnya itu. Kejadian nista ini membuat ibu Komeng terisak-isak. Wanita tua ini merasa malu, bukan hanya pada keluarga besar tapi pada tetangga. Belum lagi aib ini menjadikan keluarga mereka jadi bahan pergunjingan hangat.

Bagaimana dengan Komeng? Lelaki berperawakan kurus ini malah kabur dari rumah. Alasannya ia ingin melepas stres yang menggelayuti kepalanya. Sang ibu yang single parent merasa sangat tertekan menghadapi seorang diri. Apa kata tetangga? Kalimat-kalimat menusuk mereka menyakiti perempuan ini sehinggga membuatnya masuk ke rumah sakit.

Setelah diselidiki, Komeng kabur ke rumah kerabatnya selama beberapa hari. Kerabatnya sudah berhasil menasehati Komeng untuk bertanggung jawab dengan semua ini.

“Saya bilang, heh Komeng, sebagai lelaki kamu harus tanggung jawab atas semua kelasalahan yang kamu buat. Apakah kamu tidak kasian dengan ibumu yang sedang terbaring di rumah sakit karena kelakuan pergaulan bebasmu?” curhat Ucup, nama samaran kerabat Komeng yang menuturkan kisah ini.

Setelah diberikan nasihat dari Ucup, Komeng merasa bersalah. Ia mengaku khilaf. Pergaulan yang selama ini ia jalani memang seakan tanpa sekat, yang hitam menjadi putih dan putih menjadi hitam. Dan akhirnya Komeng kena batunya. Padahal saat melakukan itu, Komeng mengaku, hanya main-main.

“Komeng bilang, teman-temannya saja yang bergaul bebas dan gonta-ganti pasangan, nggak ada yang hamil tuh. Lah kenapa giliran saya, sekali aja langsung hamil,” tutur Ucup lagi menirukan ucapan Komeng.

Menjawab itu, Ucup cuma bilang pada Komeng, setiap sesuatu pasti ada hikmahnya. “Mungkin ini saatnya kamu tobat, Meng,” tutur Ucup.

Komeng pun pulang akhirnya untuk menemui ibundanya yang sedang terbaring di rumah sakit. Apakah ini menyelesaikan masalah? Sepertinya Tuhan punya kehendak lain.

Tidak hanya itu tantangan yang Komeng hadapi. Masalah dengan keluarga Septia belum juga selesai, datang lagi masalah yang membuat ibunya sakit parah. Ternyata, ada wanita lain yang telah dizolimi oleh Komeng. Waduh. Ternyata Septia bukan satu-satunya. Ada lagi wanita yang sudah dihamili Komeng di luar nikah. Sebut saja Sri (20), bukan nama sebenarnya.

Seperti halnya keluarga Septia, keluarga juga Sri tidak menerima kejadian ini semua, karena anaknya sudah dibuat hancur. “Kamu kalau tidak ingin bertanggung jawab, kami akan laporkan kamu ke pihak yang berwajib,” begitu cerita Ucup.

Saat itu, kata Ucup, Komeng hanya bilang, sanggup akan bertanggung jawab atas semua kesalahan yang ia buat. Ia akan menikahi putri-putri mereka. Itu pun kalau mereka Komeng apa adanya. Wah, Komeng ini hebat sekali ya. Sekali nikah, bisa punya istri dua. Tapi hasil pergaulan bebas. Astaga!

“Tapi dengan kejadian ini semua, Komeng akan berhati-hati dengan pergaulan bebas di zaman sekarang. Karena yang harus diutamakan dalam hidup yaitu lingkungan. Bagaimanapun orangtua harus memantau anaknya bergaul dengan siapa dalam sehari-harinya,” tutur Ucup bijak. (Zaenal-Zetizen/Radar Banten)