Love Story: Anak Jadi Alasan Suami Berpoligami

0
234
Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

SUNGGUH mulia sekali hati Lili (35), nama samaran, yang merelakan suaminya, sebut saja Deri (39), menikah lagi. Alasannya, Lili tak mampu mewujudkan mimpi suami yang ingin mempunyai momongan laki-laki. Subhanallah. Tapi, hati-hati juga Mbak, khawatir cuma akal-akalan suami yang memang ingin kawin lagi. Bisa saja kan Mbak, hihihi,

Pertemuan Lili dan Deri terbilang singkat. Tak sampai sebulan. Bermula ketika Lili yang tinggal di desa di kawasan Pandeglang, tak sengaja bertemu dengan Deri yang datang dari kota Serang. Deri pun langsung kepincut pada pandangan pertama dan tak kuasa menahan hasratnya karena melihat wajah Lili yang memesona.

“Kebetulan, waktu itu Mas Deri sedang cari istri. Makanya, dia enggak basa basi langsung ngajak kawin,” aku Lili.

Strategi Deri terbilang jitu dalam melakukan upayanya mencuri hati Lili. Yakni, dengan cara datang  melamar ke rumah Lili dan meyakinkan orangtuanya, diikuti segudang janji yang diobral dari mulut gombal Deri.

“Otomatislah, orangtua setuju,” ujarnya. Apalagi, Deri datang ke rumah Lili dengan tampilan bak pejabat lengkap dengan kendaraan roda empat. Widih matrealistis juga. Lili memang anak berbakti, akhirnya mau menuruti permintaan orangtuanya untuk menerima pinangan Deri. Tak lama kemudian, mereka pun menikah dengan menggelar pesta meriah untuk ukuran pesta di desa Lili. “Setelah saya pikir-pikir, enggak ada salahnya saya terima. Lagian, wajah Mas Deri enggak jelek-jelek amat,” ujar Lili.

Singkat cerita, Lili dan Deri pun menikmati masa-masa indah berumah tangga. Beruntung bagi Lili, Deri yang bekerja sebagai karyawan swasta begitu mencintai Lili. Selain menjadi suami siaga, Deri juga perhatian dan sayang sama istri. Meski tak luput dari sifat buruk Deri yang sedikit tempramental ketika mendapat masalah.

Rumah tangga Lili dan Deri semakin sempurna ketika Lili diketahui tengah berbadan dua. Rona kebahagiaan pun terpancar pada wajah keduanya. “Pas tahu saya hamil, Mas Deri makin sayang dan perhatian. Setiap gajian, saya mau apa-apa diturutin, mulai dari beli baju, ke salon, belanja, macam-macam lah,” ungkapnya.

Lain lagi setelah Lili melahirkan. Sikap Deri berubah drastis 180 derajat. Deri tak sedikit pun menunjukkan mimik kebahagiaan ketika melihat putri pertamanya. Justru, malah terlihat murung dan terkesan tidak peduli terhadap Lili dan si bayi. Perubahan sikap itu pun mengundang pertanyaan Lili dan keluarga. Sampai akhirnya, Deri mengaku bahwa kekurangsenangannya karena ia berharap bayi yang keluar dari rahim Lili adalah laki-laki.

Lili sempat kaget dengan pernyataan Deri, meski pada akhirnya mau mengerti keinginan Deri yang tak lazim. “Kan bayi perempuan juga anak dia juga. Harusnya tidak perlu dipersoalkan,” keluhnya.

Menyadari sikap Deri yang seolah acuh tak acuh terhadap anaknya karena bukan apa yang diharapkan, akhirnya Lili mau menerima permintaan suaminya untuk mempunyai momongan lagi. Dua tahun kemudian, untuk kali kedua yang dilahirkan Lili ternyata anak perempuan lagi.

Lili yang ingin membahagiakan suami, sepakat untuk mencoba lagi peruntungannya yang ketiga. Namun, lagi-lagi Lili melahirkan anak perempuan dua tahun kemudian. Situasi itu, membuat Deri kecewa dan berniat untuk berpoligami dengan alasan supaya bisa mendapatkan bayi laki-laki dari kandungan wanita lain.

Mendengar pernyataan Deri, awalnya Lili menolak dan kecewa dengan sikap Deri yang tidak punya pendirian. Namun, nasehat dari kedua orangtua untuk tetap menerima keputusan Deri yang dinilai masuk akal, membuat Lili hanya bisa pasrah dan mengizinkan Deri menikah lagi. Lili sempat tak mengerti dengan sikap Deri. Masalah anak kok dilampiaskan sama perempuan. Kasihan, anak juga dong jadi korban.

“Ya, yang penting Mas Deri bahagia walaupun sakit rasanya dimadu,” ujarnya.

Deri pun akhirnya membagi cintanya dengan wanita lain, sebut saja Bunga, menikah secara siri. Namun, alangkah terkejutnya Lili, setelah mengetahui bahwa hasil hubungan Deri dengan Bunga pun hasilnya sama. Anak yang keluar dari kandungan Bunga juga seorang perempuan. Mengetahui itu, Deri marah dan kecewa terhadap istri barunya.

“Saya bilang jangan salahkan istri, mungkin sudah nasib Mas Deri belum dikaruniai anak laki-laki, kita serahkan saja sama yang di atas” ujar Lili.

Nasehat itu pun diamini Deri meski tak bisa menutupi kekecewaan. Deri sampai memutuskan untuk menceraikan istri sirinya. Deri pun mulai menyadari bahwa keputusannya berpoligami bukan solusi. Sampai akhirnya, Deri kembali ke pelukan Lili dan mau mengurus keempatnya anaknya termasuk buah pernikahan sirinya dengan Bunga.

“Sekarang alhamdulilah, sudah sepuluh tahun rumah tangga, Mas Deri makin sayang sama saya dan anak-anak meski semua anaknya perempuan,” pungkas Lili. (Nizar S/Radar Banten)