Love Story: Awalnya Empati, Lama-lama Jatuh Hati

0
935 views
Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

CERITA ini merupakan peringatan bagi kaum laki-laki, terlebih yang sudah beristri. Lebih baik jangan coba-coba menaruh empati terhadap perempuan lain yang bukan muhrimnya, apa pun jenis profesinya. Karena intensitas berkomunikasi, ternyata bisa memengaruhi hati nurani.

Seperti yang dialami Damsyik (35), nama samaran. Awalnya, warga Serang ini hanya menaruh empati terhadap Sri (25), juga nama samaran, yang ingin meninggalkan profesinya sebagai wanita penghibur malam. Namun, lama-lama karyawan sebuah industri di Serang ini, malah tenggelam terlalu dalam hingga terjebak di tengah lautan asmara sang kupu-kupu malam. Nah loh.

“Iya, niat saya tadinya cuma ingin menyelamatkan dia (Sri) saja biar enggak terjerumus lagi ke dunia hitam. Tapi, lama-lama saya malah suka beneran,” akunya. Tuh kan, kena batunya deh. Makanya, kalau sudah beristri sebaiknya jangan sok pahlawan.

Diakui pria beristri dengan satu anak ini, pertemuan dengan Sri berlangsung tidak sengaja. Saat itu, Damsyik pulang dari tempat kerjanya malam-malam. Dengan perut keroncongan setelah lelah bekerja seharian, Damsyik sambil mengendarai bebek matiknya pun, mencari makan di pinggiran jalan. Bertepilah Damsyik di sebuah tenda tempat makan dengan menu nasi goreng.

Di sebuah tenda, duduk sesosok perempuan dewasa yang dandanannya cukup nyentrik. Wajahnya juga lumayan cantik dan penampilannya cukup menarik. Tak berapa lama, Damsyik pun memesan makanan kepada si penjual nasi goreng. Sambil menunggu pesanan makan, Damsyik tiba-tiba dihampiri perempuan yang dilihatnya tadi, dialah Sri. Kebetulan, di tenda itu, hanya mereka berdua saja selain tukang nasi goreng.

“Kaget saja, tiba-tiba gue disamperin cewek yang duduk di sebelah,” katanya. Terus? “Terus, ya nawarin gituan,” terangnya. Nawarin gituan gimana maksudnya? “Ah abang nih, suka pura-pura polos ah. Biasa, tidur bareng. Intinya, dia ngajak chek-in lah,” ungkapnya. Oh begitu. Terus abang mau? “Ya, enggaklah. Gini-gini, gue masih punya iman,” tegasnya. Masa sih bang, syukur deh.

Namun, permintaan si perempuan yang diketahui sebagai Sri itu, ditolak Damsyik. Bukan karena kebetulan Damsyik sedang tidak pegang duit ya, ini beneran loh, kali. Sambil makan bareng, Damsyik malah menasihati Sri bahwa profesi yang dijalani tidak baik dan menyarankan Sri agar segera tobat. Di sela-sela perbincangan, Sri pun berbalik curhat kepada Damsyik. Kalau dia terpaksa menjalani profesinya yang kelam karena terhimpit ekonomi.

Malam itu pun, menjadi malam mereka, dimana Damsyik tak henti-hentinya meyakinkan Sri agar keluar dari kehidupan malam. Sok menjadi pahlawan, dengan berdalil layaknya ulama yang sedang berceramah, Damsyik begitu bersemangat terus memberikan petuah berharga bagi Sri. “Saya bilang, dia tuh lumayan cakep. Masih punya harapan meraih masa depan lebih baik,” ucapnya kepada Sri.

Perkataan Damsyik pun, ditanggapi positif oleh Sri yang menjanjikan akan berupaya untuk keluar dari lubang hitam. Namun, Sri mempunyai satu permintaan dari Damsyik. Ia ingin Damsyik untuk sementara bisa membiayai kesehariannya, selama dia belum mendapat pekerjaan yang halal. Permintaan Sri pun diamini Damsyik yang berniat mengejar pahala.

“Mengeluarkan salah satu umat yang tersesat kembali ke jalan yang benar kan, pahalanya besar,” ujarnya. Iya sih, tapi apa enggak dosa kalau apa yang dilakukan abang kan tanpa sepengetahuan istri. “Tadinya, saya tidak mikir dosa, cuma niat nolong saja,” akunya. Iya menolong anjing dalam karung itu namanya. Hehehe.

Benar saja, ternyata apa yang dilakukan Damsyik terhadap Sri bukan solusi. Intensitas pertemuan dan seringnya berkomunikasi, pada akhirnya malah memengaruhi perasaan mereka berdua. Damsyik pun terjerat asmara, begitu pula dengan Sri yang semakin simpatik terhadap sosok pria bertubuh kurus tersebut. Di belakang istri, Damsyik pun mulai menjalani cinta terlarangnya dengan Sri. Mulai menganggap Sri sebagai istri simpanannya. Menyisihkan sebagian nafkah dari penghasilannya. Astaga. Tobat bang.

“Enggak tahu ini, waktu itu gue jadi enggak bisa lupain dia saja. Kasihan juga sih sebenarnya sama istri. Tapi, gimana lagi,” akunya. Ingat dosa bang, masih mending dikawin. Perselingkuhan mereka pun, berjalan sampai tiga bulan. Dengan penghasilan pas-pasan, Damsyik masih menjalani hubungan tanpa statusnya dengan Sri sampai sekarang. Meski demikian, Damsyik mengaku, tidak pernah menelantarkan anak istrinya.

“Ke anak istri, insya allah-lah, masih terjaga perhatian gue. Enggak ada yang kurang. Hanya cinta saja terbagi dua,” ucapnya sambil mesem-mesem.

Hanya saja, diakui Damsyik, rezekinya tak selancar dulu. Biasanya, selain mengandalkan gaji, Damsyik kerap dapat uang tambahan dari bisnis jual beli, dari mulai ponsel, kendaraan, sampai bisnis tanah. “Sekarang seret. Biasanya ada saja tiap bulannya. Apa gara-gara dosa gue ya menduakan istri?” tanyanya. Bisa jadi bang.

Untungnya, saat itu Sri setelah sebulan menjalin hubungan terlarangnya dengan Damsyik, sudah diterima bekerja jadi SPG di mal sehingga tidak terlalu membebaninya. Seiring waktu, hubungan mereka mulai memudar setelah Damsyik merasa kecewa kalau dia sudah dibohongi oleh Sri. Ternyata, Sri yang diselingkuhinya selama ini bukanlah seorang gadis, melainkan janda anak satu. Sri adalah korban lelaki yang telah mengkhianatinya hingga mencampakkannya, karena kepincut dengan perempuan lain.

“Sekarang sih, gue sudah agak jauh dari Sri, sudah sebulan. Tapi, komunikasi masih, hanya saja enggak intens kayak dulu,” katanya. Baiknya sih segera tinggalkan bang dan berikan kesempatan sama Mbak Sri mencari pengganti ayah baru untuk anaknya. Ya salam. (Nizar S/Radar Banten)