Love Story: Banyak Warisan tapi Kampungan

0
989 views
Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

DUDUNG (29), bukan nama sebenarnya, awalnya merasa beruntung telah mendapatkan hati Minah (28), juga nama samaran. Minah yang kini menjadi istri sah Dudung dan baru dikaruniai satu anak itu, adalah gadis desa yang dipastikan bakal mewarisi seluruh harta orangtuanya.

Dudung juga tak menyangka, jika Minah ternyata anak satu-satunya dari keluarga juragan sawah di desanya. Rumahnya pun di mana-mana, meskipun tidak terlalu mewah. Rumah orangtua Minah rata-rata ornamen bergaya sederhana.

“Iya, siapa yang enggak bangga punya istri jadi pewaris satu-satunya di keluarga. Apalagi, istri saya kan dari kalangan lumayan berada. Orangtuanya, juragan tanah, sawahnya juga di mana-mana,” akunya. Yaelah, ternyata matrealistis juga.

Namun, selama berumah tangga ada yang masih menyesakkan hati Dudung. Yakni, Minah ogah diatur, terutama dalam hal berpenampilan. Ya, Dudung tidak suka dengan cara Minah berpakaian. Minah tak bisa dan tak pernah mau menyesuaikan tren kekinian.

Gaya berpakaian Minah, masih mengikuti wanita jadul. Kondisi itu, membuat Dudung kesal dan sebal. Soalnya, setiap mengajak istrinya jalan, Dudung kerap menjadi bahan ledekan kawan-kawannya.

“Iya, rada malu juga kalau udah ajak istri. Penampilanya katro, ya kayak emak-emak begitu. Ke hajatan juga, inginnya kebaya saja. Mending pantas? Ini kan sudah kayak emaknya,” keluhnya. Enggak sebegitunya kali Kang? “Benaran, kalau kebaya model sekarang sih masih wajar. Orangnya terlalu cuek, enggak pernah memperhatikan penampilan,” ujarnya.

Dudung pun selalu merasa dongkol karena pendapatnya tak pernah didengarkan Minah. Kalau diberi masukan, Minah pasti tersinggung dan malah membalikkan pertanyaan kepada Dudung. Dan jawaban Minah itu selalu menjadi andalan setiap Dudung memberikan saran.

Contohnya begini, pernyataan Minah ‘Kalau kamu enggak mau terima kekurangan saya, sebaiknya tidak usah diteruskan. Berumah tangga kan harus siap menerima kekurangan pasangan masing-masing’. Jawaban Minah itu pun selalu membuat Dudung mendadak gagu. Karena memang menurut Dudung juga, jawaban Minah ada benarnya. Hanya saja, saran Dudung itu tak lain untuk kebaikan Minah.

“Tapi, Minah enggak pernah sadar soal itu. Orangnya masa bodoh,” katanya. Padahal, menurut Dudung, jika Minah mengikuti sarannya dipastikan penampilan Minah akan jauh lebih baik dan lebih menarik dibandingkan sebelumnya.

“Saran gue itu kan untuk kebaikan Minah juga, bukan hanya untuk gue semata,” akunya. Iya Kang, percaya.

Namun, saran dan masukan dari Dudung tak pernah didengar Minah. Penasaran kan kenapa Minah bersikap demikian? Ternyata, Minah seperti itu ada asal-usulnya. Apa yang diharapkan Minah untuk menjadi suaminya, diakui Dudung, bukan dirinya. Dudung hanya korban perjodohan dari orangtua Minah yang berteman dekat dengan orangtuanya.

Perjodohan itu dipercepat agar Minah bisa segera meninggalkan dan melupakan pacarnya yang dulu ditentang sang mertua. Iya, diceritakan Dudung, Minah sebelum menikahinya sempat merajut asa dengan pria lain yang sangat dicintai Minah. Sebut saja, Dadi (30). orangtua Minah tidak setuju karena tahu persis perangai Dadi yang dikenal sebagai lelaki playboy cap dua anting.

“Gue juga tadinya enggak mau dijodohkan. Tapi, begitu melihat Minah, lebih cantik dari pacar gue, belum lagi warisannya banyak. Makanya, gue langsung terima,” terangnya. Eeaaa…khilaf juga sama uang. Tapi, wajah Dudung juga tak kalah rupawan. Kulit Dudung lebih putih dibandingkan Minah.

Minah yang berwajah hitam manis, sempat menolak dijodohkan karena tak bisa melupakan Dadi saat itu. Apalagi, Dadi juga menjanjikan Minah, dia bakal berubah dan siap menjadi suami terbaik setelah menikah. Dadi mengeluarkan jurus rayuan maut buaya juga.

Namun, Minah mendapat ancaman dari bapaknya, jika tidak mau menikah dengan Dudung dan tetap ingin menjadi istri Dadi, maka sepeserpun warisan orangtuanya tak akan diberikan kepada Minah. Mendapat ancaman itu, Minah setelah berpikir panjang akhirnya berubah haluan dan memutuskan hubungannya dengan Dadi.

“Tapi, pilihan orangtuanya enggak salah. Buktinya, gue sekarang bisa tuh membahagiakan Minah,” ucapnya.

Itu sih menurutmu Kang, enggak tahu deh hati Minah. Untuk mengobati hati Minah yang sedih telah memutuskan hubungannya dengan Dadi yang sudah terjalin cukup lama sampai tahunan, Dudung pun berjanji dalam hati kalau dia bisa jauh lebih baik ketimbang Dadi. Janji itu pun diwujudkan Dudung.

Meskipun hanya bekerja sebagai pegawai pabrik, Dudung selama empat tahun berumah tangga, mampu memenuhi semua kebutuhan dan menuruti keinginan Minah. Makanya, sesekali Minah suka dibuat senang oleh Dudung, meski terkadang lebih banyak terlihat murung di rumah.

Dudung mengaku, setelah menikah dengan Minah banyak diuntungkan. Seperti rumah tinggal yang kini ditempatinya, dibangun oleh mertua. Begitu pula, kendaraan roda empat yang dipakainya, pemberian mertua juga. Dan selama berumah tangga juga, selalu disuplai untuk makan sehari-hari.

“Bapaknya kan banyak sawahnya, jadi beras gue enggak pernah beli, tapi selalu dikasih,” terangnya.

Lantaran itu, Dudung pun selalu berupaya untuk menyenangkan hati Minah. Tak pernah sekali pun, Dudung marah kepada Minah, meskipun mimik Minah sering menunjukkan sikap kurang bersahabat. Dudung mengakui, dari sejak menikah sudah merasa sayang terhadap istrinya itu. Hanya saja, Dudung tak suka dengan penampilan Minah yang kerap tak cocok dengan wajahnya yang terbilang lumayan cantik.

Minah suka mengenakan baju maupun celana yang ada rendanya. Kadang, kalau main keluar sambil gendong bayi, bukannya pakai gendongan kekinian, tapi lebih memilih pakai kain sarung biasa. Menurut Minah, lebih nyaman dan tidak ribet. Tapi, lain dengan pandangan Dudung, justru kondisi itu sudah merusak pemandangan sehingga tak jarang Dudung mendapatkan cemoohan dari rekan-rekannya melihat penampilan istrinya yang tampak kampungan.

“Ya, terkadang malu. Kalau bertemu teman-teman, terus gue lagi jalan sama istri, suka diperbincangkan. Katanya, penampilan istri gue kampungan, kayak enggak keurus begitu. Mereka kan enggak pernah tahu dan enggak mau tahu kalau istri banyak warisannya. Dipikir mereka, gue sebagai suami tak pernah perhatian,” ujarnya.

Situasi itu, kadang menimbulkan perdebatan di antara keduanya. Namun, lagi-lagi Dudung terpaksa mengalah demi menjaga perasaan Minah. Oh so sweet. “Ya, sekarang gue sabar, terima saja dulu. Nanti juga mengerti sendiri, sudah dewasa ini,” tandasnya. Iya sabar Kang, pelan-pelan saja. Ya salam. (Nizar S/Radar Banten)