Love Story: Batal Menikah Tanpa Sebab

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

SORE itu seharusnya Amar (23) bukan nama sebenarnya, mendapat kabar baik dan menyenangkan dari kekasihnya Maya (23) nama samaran. Keduanya segera menikah. Tapi Maya malah tak kunjung datang menemui Amar. Setelah lama menunggu di depan kampus, bukannya datang menemui Amar, Maya malah seolah menghilang dari peredaran.

Awalnya kedua orangtua Maya setuju akan pernikahan mereka berdua. Tapi setelah kandungan Maya sembilan bulan, ayah Maya tidak setuju. Alasannya tidak jelas. Entah karena malu dengan tetangga karena anaknya hamil di luar nikah atau ada alasan lain.

“Seharusnya jika sejak awal tidak setuju, bisa dilakukan sejak awal Maya hamil, bukan saat Maya akan melahirkan anak saya. Kan aneh. Saya juga binggung kenapa bisa kayak gitu,” curhat Amar.

Sampai sekarang Maya tidak ada kabar sama sekali, sampai anak mereka lahir pun Amar tidak kunjung dikabari. Amar tahu dari teman dekat Maya bahwa Maya telah melahirkan bayi laki-laki yang lucu.

Kecewa, kesal, bingung, sedih, dan penasaran, Amar langsung bergegas ke rumah Maya untuk melihat anaknya. Setelah sampai bukannya dibukakan pintu, Amar malah diusir ayah Maya. Tapi Amar tetap bersikeras bertemu anaknya. Tetap saja ayah Maya mengusir.

“Ayah Maya bilang, saya tidak usah bertemu dengan anak saya atau cucu dia. Saya hanya membuat keluarga mereka dipandang jelek. Jadi mulai sekarang saya dilarang menghubungi dan bertemu Maya dan anak saya lagi, karena ayah Maya tidak akan pernah setuju dengan hubungan kami sampai ia matipun,” tukas Amar.

Yang membuat Amar sakit, ayah Maya bilang, anak saya dalam daftar kartu keluarga akan diaku sebagai anak angkat bukan sebagai cucu. “Gitu Kang. Ayah Maya bicara dengan nada keras ke saya. Jadi mau bagaimana lagi, saya nggak punya pilihan. Tapi gimana pun juga itu kan anak saya, saya harus berusaha untuk bertemu anak saya,” katanya lagi.

Setelah berhari-hari mencari kabar tentang Maya melalui sosmed ternyata usaha Amar tak sia-sia. Akhirnya Maya luluh dan membalas semua chatingan dari Amar.

“Saat itu saya senang bukan main. Setelah berhari-hari mencari kabar tentang Maya, akhirnya dia luluh juga. Saya minta foto anak saya, dia kasih. Ternyata anak saya lucu dan matanya mirip saya,” cerita Amar dengan mata berbinar-binar.

Maya bilang, maaf kalau selama ini menghilang tanpa kabar. Bukan karena benci dan tidak cinta Amar. Tapi sang ayah memaksa Maya tidak boleh memberi kabar pada Amar. Padahal Maya rindu sekali pada Amar.

Amar juga bilang, Maya tidak tahu mengapa sang ayah mendadak tidak setuju pada rencana pernikahan mereka. Padahal Maya bilang melalui chat di media sosial, ingin hidup dan mati bersama Amar.

“Saya bingung, harus bagaimana? Emang sih salah saya ngehamilin di luar nikah, tapi saya mau tanggung jawab. Tapi kenapa ayahnya bersikeras ngga mau nikahin saya sama anaknya? Padahal keluarga saya sudah mau tanggung jawab, keluarganya minta apa saya turutin kalau keluarga saya mampu,” lanjut Amar.

Amar mengaku, pernah waktu itu sempat mau menikah sebelum puasa lalu. Tanggal pernikahan pun sudah ditentukan. Namun tiba-tiba ayah Maya malah membatalkan semuanya. “Katanya sih diundur, soalnya terlalu mepet ke bulan puasa. Jadinya sepuluh hari setelah bulan puasa. Eh malah sampai sekarang keluarga Maya nggak ada kabar. Gimana nggak sedih hati dan perasaan saya,” Amar galau.

Keluarga Amar kecewa setelah tahu keluarga Maya tidak ada kabar. Mereka memutuskan kalau sampai tidak ada kabar hingga akhir tahun, mereka tidak akan memaafkan dan tidak akan menikahkan Amar dan Maya. Bukan karena tidak mau tanggung jawab tapi karena keluarga Maya sudah keterlaluan, jadi mau tidak mau mereka mengambil keputusan seperti itu.

Masalah menafkahi anak dan istri, keluarga Amar tetap akan memberikan uang bulanan sebab bagaimana juga itu darah daging Amar walaupun di luar pernikahan. Lagipula Amar belum memiliki penghasilan sendiri, jadi masih tanggungan keluarga.

“Sekarang saya cuma bisa berdoa dan berusaha agar ayah dan keluarga Maya mau menikahkan kami berdua, agar tidak ada peperangan antar keluarga. Dan saya ingin menyatukan keluarga kami,” tegasnya lagi. (Arul-Zetizen/Radar Banten)