Love Story: Begini Nih Kalau Suami Doyan Judi!

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

Judi, menjanjikan kemenangan. Judi, menjanjikan kekayaan. Bohong, kalaupun kau menang itu awal dari kekalahan. Bohong, kalaupun kau kaya itu awal dari kemiskinan.

Pasti beberapa pembaca Love Story langsung ingat penggalan lirik Rhoma Irama yang fenomenal ini? Selain iramanya tak mudah dilupakan, liriknya sarat makna. Ya, pada era lagu itu hadir, judi memang sedang marak-maraknya.

Namun, makna lagu judi ini seolah abai bagi Bogel (45), saudagar kaya raya yang tinggal di daerah Serang. Desi (30) sebut saja begitu, sang istri, bukannya tidak melarang. Tapi ia tidak tahu lagi bagaimana cara melarang sang suami yang memang sangat hobi berjudi. Bahkan levelnya bisa dikategorikan maniak.

Setiap kali Desi meminta sang suami untuk tak berjudi, setiap itu pula pertengkaran terjadi. Berkali-kali Desi meminta Bogel berhenti, berkali-kali pula hati Desi tersakiti karena umpatan kasar sang suami.

“Saya sudah mengetahui kerjaan sehari-hari suami, namun untuk yang ini saya sangat tidak menyukai hobi dia sekarang yakni main judi,” curhat Desi.

Bayangkan, mana ada istri yang mendukung sang suami berjudi? Kalaupun ada, pasti karena ada alasan tertentu. Kalaupun menang, risiko kalah dalam jumlah besar pasti akan menghantui. Belum lagi efek judi yang menjadi candu, tak akan berhenti sebelum meraih kemenangan. Setelah menang, terus dan terus melakukan hingga harta yang dimiliki lenyap tak bersisa.

Meski sang suami gemar berjudi, dalam keseharian, Bogel sangat menyayangi sang buah hati hasil pernikahan dengan Desi. Semula ini menjadi harapan besar bagi Desi. Setidaknya, Bogel  masih memiliki nurani. Dan ini menjadi cara Desi membujuk Bogel untuk insyaf berjudi.

“Sesekali suami saya pernah bilang iya, akan berhenti, demi masa depan si anak. Tapi setelah itu, janji tinggal janji, tak kunjung ditepati,” terang Desi.

Dalam hal menafkahi keluarga, Bogel memang masih bertanggung jawab. Ia selalu memberikan uang jajan kepada anaknya tersebut. “Memang di sisi lain dia masih bisa jaga dan nafkahi anaknya, tapi kedua anak saya tidak mengetahui darimana bapaknya mendapatkan uang sehari-hari. Itu yang saya nggak suka,” tambah Desi.

Meski penuh kesabaran menghadapi sang suami, Desi sebagai ibu rumah tangga yang sehari-sehari mengurusi anaknya timbul rasa kekhawatiran di hatinya. “Setiap hari saya selalu khawatir dengan masalah bapaknya yang sampai saat ini belum diketahui anak-anaknya. Saya nggak mau anak saya tahu soal ini,” jelas Desi.

Desi mengaku, belum siap jika suatu waktu sang anak mengatehui perilaku bapaknya. “Misalnya kalau anak saya tahu dari orang kalau bapaknya doyan judi, terus saya harus jawab apa? Saya belum siap kalau anak saya dibully masyarakat sebagai anak penjudi. Bingung saya ini,” curhat Desi.

Pada akhirnya rumah tangga Desi dan Andi tidak bisa dipertahankan lagi. Malam itu Desi mengutarakan kegundahannya. Tapi momennya sedang tidak bagus.

“Mas Bogel pulang dengan keadaan carut-marut. Mukanya kusut. Sepertinya habis kalah main. Saya bilang baik-baik, inilah hasil berjudi. Bukannya bikin tenang malah keruh. Tapi respon Mas Bogel luar biasa, ia mengamuk,” kenang Desi.

Desi yang di batas ambang kesabaran, tak dapat menahan emosinya. Ia bilang, sudah tak ingin lagi tinggal dengan Bogel jika terus seperti ini. Desi tak ingin lagi dinafkasih dari uang haram. Ia tak sanggup menanggung beban dan mempertanggungjawabkannya di hadapan Tuhan kelak. Dan ia ingin anak-anaknya tumbuh dengan baik sebagai anak yang cerdas bukan dari uang haram.

“Saya sudah nggak bisa bertahan satu rumah dengan dia, karena dia tetap memilih bermain judi ketimbang memilih memperhatikan saya sebagai istrinya,” tambah Desi.

Akhirnya Desi memutuskan untuk pergi dari sisi Bogel. Karena Bogel lebih memilih hobinya itu.

Bogel yang rupanya tengah kesepian karena sudah berpisah dengan Desi, lambat laun memilih untuk mencari istri baru lagi. Wanita lain itu rupanya seorang janda. Tidak membutuhkan waktu lama, Bogel langsung berumah tangga lagi dengan wanita lain.

“Kabar terbaru yang saya tahu, rupanya dia udah dapetin istri baru lagi semenjak pisah sama saya. Biarin aja dia cari kepuasan dia sendiri,” kata Desi.

Singkatnya, perjalanan rumah tangga Desi ini tak menyurutkan motivasi dia untuk menghidupi anak-anaknya. Bagi Desi, ia akan terus berjuang. Lebih baik susah payah mencari rezeki halal untuk anak-anaknya namun berkah, dibandingkan harta melimpah dari hasil berjudi.

“Saya tetap berusaha bagaimanapun buat menghidupi anak saya tanpa harus menikmati uang haram yang dulu bapaknya beri ke anak-anak saya,” tutup Desi.

Hmmm, hidup memang penuh dengan pilihan ya Para Story Lover. Tapi yakin saja, saat kebaikan yang dipilih meskipun penuh rintangan, suatu saat pasti akan mendatangkan hasil yang diinginkan. (Alfin-Zetizen/Radar Banten)