Love Story: Berawal Guna-guna, Akhirnya Menikah Juga

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

MESKIPUN pada awalnya diduga karena guna-guna, akhirnya Retno (bukan nama sebenarnya) menikahi lelaki bernama Agung (bukan nama sebenarnya). Begini ceritanya.

Retno yang masih berstatus sebagai mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Banten ini sudah tiga minggu tidak masuk kuliah. Entah karena faktor apa. Sang Kosma atau ketua kelas yang penasaran dengan ketidakhadiran Retno di kelas, bertanya kepada sahabat dekat Retno, Izroh (bukan nama sebenarnya). “Tapi jawaban Izroh juga tidak tahu. Terakhir kali melihat Retno, wajahnya kusut, pucat, dan berpenampilan seperti bukan Retno,” curhat Kosma.

Kosma bercerita, akhirnya ia memaksa Izroh bercerita jujur. “Sebenernya Izroh tidak mau cerita ini ke siapa-siapa. Tapi karena Izroh tidak enak karena saya sebagai Kosma yang harus tahu kondisi teman sekelas, akhirnya dia cerita juga. Syaratnya, saya harus janji tidak bercerita kepada siapa pun?” kata Kosma mengulang obrolannya dengan Izroh.

Menurut Kosma, Retno sudah lama mengurung diri di dalam kamar. Retno juga pernah menghilang dari rumah selama tiga hari. “Terakhir saya dengar dari orangtuanya, Retno hanya ingin nikah, nikah, dan nikah! Saya merasa kasihan pada orangtua Retno atas kejadian ini. Orangtuanya selalu minta tolong pada Izroh supaya membujuk Retno. Izroh sih bilang, sudah berusaha mendengarkan curhatan Retno melalui telepon, SMS, bahkan datang ke rumah. Tapi hasilnya nihil,” keluhnya.

Setelah mendengarkan permasalahan Retno, Kosma merasa empati kepada Retno dan ibunya. Izroh memberikan saran kepada Kosma agar mencoba untuk datang ke rumah Retno, semoga saja dengan kehadiran Kosma, Retno ingin membuka semua permasalahannya.

Keesokan hari saat Kosma dengan beberapa perwakilan kelas menemui orangtua Retno di rumah, Kosma berusaha untuk tidak cerita kepada teman-temannya, walaupun Kosma selalu didesak pertanyaan dari teman-temannya. Kosma hanya bisa jawab, “Nanti juga akan paham, kok!” ungkap Kosma.

Sesampainya di kediaman Retno, Kosma melihat ibu Retno merasa senang dengan kehadiran teman-temannya dari kampus. Teman-teman perempuan Retno langsung menuju kamar Retno, sedangkan teman-teman laki-laki hanya bisa mendengarkan cerita dari orangtuanya.

“Saat itu ibu Retno bilang, Retno tidak seperti dulu yang ibunya kenal. Sekarang Retno sudah bisa melawan perintah. Ketika si ibu nanya ke Retno, selalu jawabanya ‘pokoknya nikahin neng sama Aa Agung’. Titik! Ibunya jadi sedih,” curhat Kosma.

Kosma bilang, bukannya sang ibu tidak mau menuruti kemauan Retno untuk menikah, tapi sang ibu kurang setuju dengan lelaki pilihan Retno yang berasal Cilegon itu karena beberapa hal. Antara lain, kamera DSLR dan handphone milik Retno sudah dijual untuk keperluan Retno dan Agung. Selanjutnya barang berharga apalagi yang harus hilang?

“Ibu Retno sudah berusaha datang ke kiyai saat Retno menghilang dari rumah. Jawaban orang pintar itu, Retno terkena guna-guna oleh Agung. Ibu Retno sangat yakin anaknya diguna-guna. Karena bukan hanya pernyataan dari satu orang pintar tapi lima kiyai yang ibu Retno datangi, jawabannya sama,” tukas Kosma.

Walaupun ibu Retno pernah mengatakan pada anaknya bahwa ia sedang diguna-guna, tapi Retno tak menggubris. “Tidak lama kemudian Agung ini tahu kalau ibu bilang ke Retno seperti itu. Entah tahu dari mana, padahal Retno tidak memiliki handphone. Mungkin tahu dari orang pintar yang membantunya kali ya,” curhat Kosma.

Kosma dan teman-teman Retno tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa membantu dengan doa yang terbaik untuknya. Satu minggu kemudian setelah Kosma berkunjung ke rumah Retno, ia mendapat kabar mengejutkan.

“Izroh bilang lewat SMS, datang ya ke pernikahan Retno minggu depan. Astaga, ini membuat saya kaget. Tapi mau bagaimana lagi. Kalau akhirnya seperti ini, mungkin ini yang terbaik. Kami sebagai temannya, mendoakan yang terbaik,” tutur Kosma. (Zaenal-PPL/Radar Banten)