Love Story: Buaya Sejati Enggak Ada Kapoknya

0
1.032 views
Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

TOLE (36), suami Juleha (34), keduanya nama samaran, memang bermental baja. Sepertinya Juleha sadar dengan karakter Tole yang keras dan siap pasang badan menghadapi setiap permasalahan.

Sayangnya, sifat gentleman, tegas, dan lugas yang menempel pada diri Tole, tak seperti yang diharapkan Juleha. Soalnya, sikap pantang menyerah itu digunakan Tole untuk hal negatif. Apa tuh?

“Suami saya tuh buaya sejati, doyan selingkuh. Orangnya siap menanggung segala kemungkinan risikonya, sepahit apa pun,” keluhnya. Yaelah, ternyata buaya.

Uniknya, diungkapkan Juleha, dalam urusan perselingkuhan suaminya juga mempunyai selera unik. Sesekali berselingkuh dengan gadis remaja atau terkadang janda, tetapi Tole lebih sering bermain api dengan wanita yang memiliki suami alias Senior (senang istri orang). Ow ow ow.

“Selingkuh dengan wanita bersuami katanya lebih menantang,” kata Juleha menirukan pengakuan konyol Tole. Edan, Mas Tole nekat berat ya.

Lantaran itu, tak jarang Tole kena batunya. Bahkan, pernah menjadi bulan-bulanan warga dan para suami selingkuhannya hingga babak belur. Malah, sekarang seluruh giginya rontok gara-gara ditonjok suami selingkuhan, serta mendapat hadiah bogem mentah dari warga, Tole tak ada kapoknya.

“Ya, waktu itu Kang Tole ketahuan tidur bareng sama istri orang di rumah pas enggak ada suaminya, terus ketahuan, lalu digebukin sampai babak belur. Kalau giginya rontok, itu karena tabrakan motor adu kebo,” terangnya.

Kasus tabrakan yang menimpa Tole, diyakini Juleha gara-gara doanya yang pernah mengancam suami, dengan mendoakan Tole celaka jika sampai macam-macam di luar dengan perempuan. “Padahal enggak serius, cuma nakut-nakutin doang. Eh, malah kejadian. Kasihan sekaligus menyesal. Soalnya, yang merawat di rumah sakit siapa lagi kalau bukan saya, yang rugi saya juga,” sesalnya.

Namun, Tole bak sang pahlawan di pewayangan Gatotkaca sang otot kawat tulang besi, tak ada kata kapok pada kamus Tole. Ia masih saja main-main dengan istri orang. Terakhir, Juleha mengetahui suaminya yang lumayan gagah dan berbadan tegap itu, selingkuh dengan marketing di mana Tole bekerja.

Tole berprofesi sebagai petugas sekuriti di salah satu perusahaan swasta yang bergerak pada bidang penjualan produk otomotif di Serang. Sementara, Juleha adalah ibu rumah tangga setelah mundur dari profesinya yang juga satu profesi dengan Tole, yakni satpam perempuan. Juleha mengetahui betul perangai Tole jika sedang menjalani perselingkuhan. Tahu bagaimana tuh?

“Kalau Kang Tole lagi selingkuh, ketahuan banget. Pulang kerja telat, penampilan selalu rapi, wangi, terus ponsel diumpet-umpet. Sama kayak laki-laki hidung belang lainnya,” ungkapnya. Oh, pantes ketahuan, masih pakai gaya kuno sih.

Nah, Tole terakhir ketahuan selingkuh dengan marketing yang merupakan karyawan baru di kantornya, sebut saja Juminten. Parahnya, Juminten sudah bersuami dan punya anak. Namun, yang membuat heran Juleha, Tole masih mampu membuat Juminten terhipnotis dengan rayuan gombalnya. Padahal, Juleha tahu kalau suami Juminten kehidupannya jauh lebih mapan dan lebih dihargai ketimbang Tole. Suami Juminten berdasarkan informasi yang diterima Juleha, bekerja sebagai penegak hukum.

“Heran, si Tole itu punya ajian apa sih, sampai digila-gilain cewek,” kesalnya. Digila-gilain berarti dianggap gila dong Teh? “Bukan begitu, maksudnya banyak yang menaksir,” sanggahnya. Iya sih.

Terus Teteh sendiri kenapa suka sama Mas Tole? Diakui Juleha, wajah Tole memang sederhana, tapi karismatik. Tole menang di badan tegap dan orangnya humoris. Wawasannya menurut Juleha sih luas, membuatnya pandai bicara sehingga bisa membuat siapa pun di dekatnya merasa nyaman. Lantaran itu, di tempat kerja dulu Tole menjadi tempat sandaran curhat para karyawan. Termasuk, Juleha salah satu korbannya.

Terlebih, dalam hal memilih pendamping Juleha tak muluk-muluk. Juleha tidak perlu lelaki kaya, yang penting perhatian dan setia. Nah loh, Kang Tole setianya dari mana?

“Saya tahu betul kalau Kang Tole memang buaya dari sejak pacaran. Dipikir saya, mungkin pas nikah bakal sadar dan bisa berpikir untuk setia karena faktor bosan,” terangnya. Ternyata? “Ternyata buaya darat sejati, enggak ada kapoknya, sial,” keluh Juleha dengan nada kesal.

Sifat buaya Tole disadari Juleha sejak memutuskan menerimanya menjadi pacar hingga lamaran. Berharap, ada keajaiban mengubah perangai buruk Tole. Doa Juleha semula dikabulkan. Setahun pertama, tidak ada kecurigaan sedikit pun yang bisa dituduhkan kepada Tole.

Pertama kali membangun rumah tangga, pasca pernikahan, Juleha begitu bahagia. Tak sedikit pun Juleha merasa tidak diperhatikan oleh Tole. Selain sabar, pengertian dan perhatian, Tole juga orangnya romantis. Tole bahkan punya panggilan sayang untuk Juleha, yaitu ‘Ayang Beb’. Sementara panggilan sayang dari Juleha untuk Tole, yaitu ‘Bubu’. Dimaksudkan jika tubuh suaminya itu tegap tapi penyayang. Oh so sweet.

“Pokoknya, cuma setahun rumah tangga kita normal, malah abnormal, sudah kayak gaya pacaran anak ABG gitu. Meskipun, satu tahun itu tak juga punya anak,” katanya.

Memasuki dua tahun usia pernikahan, Tole mulai menjalankan aksinya setelah menyadari kalau Juleha kesulitan hamil. Sejak itu, sikap Tole mulai berubah. Meskipun selama perubahan sikap Tole itu tak membuatnya mudah marah atau tampak uring-uringan setiap Juleha yang merasa sensitif karena tak kunjung dikaruniai anak.

Ketika Juleha menyalahkan kalau ketidakhamilannya itu akibat suaminya tidak jantan, Tole tak pernah terpancing emosi. Tole cukup membalas tuduhan Juleha dengan senyuman. Sikap demikian, membuat emosi Juleha kerap meredam dengan sendirinya.

“Mungkin kelakuan Kang Tole begitu karena sikap saya juga kali yang sering menuding dia mandul. Enggak marah, tapi bisa saja dendam, terus membalas dengan selingkuh,” ujar Juleha. “Makanya, pas ketahuan selingkuh, terus dia minta maaf, saya selalu maafin,” tambahnya.

Hingga enam tahun berumah tangga, keduanya tak kunjung dikaruniai anak. Dan Tole tak juga sadar dengan kelakuannya. Namun, Juleha juga enggan meninggalkan atau bahkan menceraikan Tole karena sudah teranjur benar-benar sayang. “Sekarang saya pasrah suami begitu juga. Yang penting dia masih pulang ke rumah,” tandasnya. Sabar ya Teh! (Nizar S/Radar Banten)