Love Story: Bujang Lapuk Akhirnya Kawin Juga

0
694 views
Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

TAK mendapat hati seorang gadis, janda pun jadi. Begitulah nasib yang dialami warga Serang, Unang (37), nama samaran. Setelah sekian lama dan bersusah payah mencari jodoh, akhirnya Unang bertemu juga dengan pasangannya.

Unang yang berstatus bujang lapuk, tak bisa lagi menolak kehadiran seorang wanita untuk mendampingi. Perempuan itu tak lain adalah Neni (30), juga nama samaran, asal Pandeglang. Kisah Unang ini, diceritakan kakak kandung Unang, sebut saja Cecep (40). Katanya, Unang sifatnya pemilih dalam mencari pasangan.

Namun, ada yang berbeda dari perangai Unang. Mungkin dinilai Cecep, agak sedikit menyimpang. Unang terlambat kawin karena terlalu pilih-pilih. Tidak tanggung-tanggung, Unang doyan dengan perempuan di bawah umur alias ABG. Bukan atas bawah gede ya, tapi anak baru gede alias gadis berumur belasan.

“Iya, adik saya itu doyan cewek ingusan. Jadinya, susah dapat jodoh. Ya, mana mau cewe ABG sama bujang lapuk?” ungkap Cecep. Banyak zaman sekarang mah Bang. Asal ada pelet Jepang, selesai. Hehehe. “Iya juga sih,” katanya.

Namun, Unang ini lain, jarang ada perempuan yang menyukainya, terlebih gadis ABG. Itu lantaran Unang bukanlah seorang donjuan, melainkan hanya sekuriti sebuah perumahan di Serang. Hanya saja, kadang Unang tidak pernah berkaca. Mengetahui usianya sudah di atas 30 tahun, Unang masih doyan bergaul dengan ABG. Makanya, kelakuan Unang juga layaknya lelaki ABG. Jalan-jalan ke tempat ramai, nonton konser, nonton bioskop, hingga main play station. Unang juga terlibat di karang taruna tingkat RW, kumpulan anak-anak usai 20-an ke bawah.

“Kalau sudah kumpul tuh di karang taruna, gayanya juga sudah kayak ABG aja. Pakai kaus oblong plus celana ketat. Enggak nyadar mukanya udah keriput,” terangnya.

Lantaran itu, Unang kerap kepincut anak-anak karang taruna yang memang didominasi perempuan berusia belasan, setara SMP dan SMA. Setiap ada gadis yang single di karang taruna atau tetangga baru yang masih ABG, pasti ditempel Unang. Seperti biasa, modusnya siap menjadi tempat curhat. Unang sendiri ibarat psikolog, jago memberikan solusi kepada setiap orang yang sedang patah hati. Pembawaannya yang kalem dan bisa memberikan kenyamanan, kerap membuat si gadis ABG terhipnotis.

Unang diajak serius bisa, diajak bercanda makin konyol. Makanya, kepada siapa pun Unang mengajak bicara pasti nyambung dan bisa membuat semua perempuan ingin selalu berada di dekatnya. Meski ujung-ujungnya tak ada yang menempel satu pun kepada Unang.

“Adik saya kan begitu, dekat dekat, ujung-ujungnya suka, terus nyatain. Tapi, enggak kehitung tuh, sudah berapa kali dia ditolak cewek, mungkin ratusan,” ungkapnya.

Setelah mendapat penolakan, Unang biasanya langsung pergi menjauh. Kemudian, dengan penuh percaya diri kembali mencari mangsa baru, yakni gadis ABG lain yang bisa didekati. Tentunya, yang masih single. Meski wajah pas-pasan, tetapi selera Unang terbilang tinggi. Makanya, Unang jarang mendekati gadis yang ukurannya standar. Selera Unang pasti di atas itu. Seperti selera laki-laki hidung belang kebanyakan. Inginnya yang cantik, putih, mulus, tinggi, dan bohai.

“Ya begitu tuh maunya. Berlebihan, hidup pas-pasan, wajah juga pas-pasan, tapi maunya menggapai langit, susah kan!” ucapnya.

Namun, jeleknya Unang. Ketika dia mendapatkan penolakan dari perempuan, suka membuat yang di rumah jadi korban. Suka uring-uringan tak keruan. Harusnya, dengan usia Unang yang terbilang over mapan, lebih bisa mengukur diri. Karena banyak teman cowoknya juga yang memang kebanyakan ABG, sering mengatai Unang yang dinilai tak tahu diri jika menyadari umur.

Cecep tahu ledekan dari rekan-rekannya itu, dari orang kepercayaannya juga yang masih ABG. Katanya, Unang suka jadi bahan tertawaan karena suka kecewa ketika ditolak wanita. Padahal, wanita yang menolaknya itu mayoritas ABG. Tak sesuai dengan Unang yang sudah bangkotan.

“Malah, pernah sampai nangis karena sakit hati sudah ditolak cewek. Alamak, saya bilang cemen amat. Saya bilang, ditolak anak kecil mewek,” ujarnya.

Cecep sempat menasihati Unang agar bisa bergaul dengan orang-orang yang lebih dewasa. Namun, Unang tak pernah mendengarkan. Menurutnya, bergaul dengan anak-anak di bawah seusianya, lebih memberikan motivasi hidup. Soalnya, anak-anak muda rata-rata kreatif dan banyak inspirasi. “Gaul sama anak muda juga katanya bikin awet muda,” katanya.

Padahal, Cecep sering menyarankan Unang agar bergaul dengan yang lebih berpengalaman dan banyak wawasan. Sehingga, otaknya berkembang dan berpikiran maju. Namun, tetap pikiran Unang tidak sampai ke situ, pendek. Soal jodoh, berulang kali baik Cecep maupun orangtuanya sempat memilihkan pasangan untuk Unang, tetapi selalu ditolaknya. Hanya karena, perempuan yang ditawarkan ke Unang selalu berstatus janda.

“Ya, saya dengan orangtua rasional aja. Usia dia kan (Unang-red) sudah di atas 35. Tapi, kita juga pilih-pilih juga. Jandanya nyari yang muda. Tapi, tetap saja Unang menolak, karena bukan pilihannya,” jelasnya. Berkali-kali perempuan yang ditawarkan Cecep selalu ditolak Unang. “Saya paksa, karena usia dia. Adik-adiknya saja sudah pada berkeluarga. Apalagi kakaknya. Unang itu anak ketiga dari lima bersaudara,” terangnya.

Seiring waktu, bertemulah Unang dengan Odah (30), nama samaran. Odah berstatus janda muda beranak dua yang baru saja menjadi tetangga baru. Odah menjanda setelah ditinggal mati suaminya. Mengetahui hal itu, Unang merasa iba. Terlebih, Odah harus mengurusi kedua anaknya sendirian. Sementara Odah kerjanya hanya bantu-bantu di pasar dengan upah seikhlasnya dari majikan. Unang pun mulai mendekati Odah dan sejak itu mereka jadi sering berkomunikasi, baik saat Odah di rumah maupun saat sedang kerja di pasar yang kerap sengaja ditemui Unang.

Merasa nyambung dengan Odah, Unang pun langsung klik. Odah yang juga merasa kesepian, membutuhkan sosok suami yang pengertian dan bisa menafkahi anaknya, tak berpikir panjang untuk menerima Unang. Perkenalan mereka tak lebih dari sebulan, tapi langsung merencanakan pernikahan. Unang dan Odah pun dikabarkan segera melangsungkan pernikahan akhir pekan ini di Pandeglang.

Alhamdulillah, akhirnya Unang kawin juga. Biar janda, Odah tetap menggoda,” akunya. Uuhhh. “Orangnya baik pula, insya Allah cocoklah,” harapnya. Amin. (Nizar S/Radar Banten)