Love Story: Cinta Tipu–tipu Muslihat Palsu

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

HARI itu, Opan (25) sebut saja begitu, kecewa karena ditipu cintanya. Ia sangat terpukul sampai-sampai mencoba untuk menghilangkan nyawanya sendiri dengan cara menabrakan diri ke mobil truk. Astaga!

Namun usahanya sia-sia. Sebab bukan nyawanya yang menghilang tapi hanya motornya saja yang rusak parah, sementara dia tidak apa-apa. Dia seperti itu kerena sang kekasih menipunya. Kekasihnya bilang, akan dijodohkan oleh orangtua dengan lelaki yang tidak tahu asal muasalnya. Namun ternyata itu hanya trik agar bisa putus dengan Opan. Duh, itu sih cinta tipu–tipu namanya.

Setelah dua tahun Opan menjalin kasih dengan pacarnya Noli (21) nama samaran, Noli bilang, ingin serius menjalin hubungan. Bahkan ia ingin mengajak Opan menikah dan tua bersama. Dengan tidak langsung Noli mendesak Opan untuk segera menikahinya.

“Padahal yah Kang, saya masih menjadi pegawai yang belum tetap di salah satu pabrik daerah Cikande. Saat itu saya bingung kelabakan, harus bagaimana dan berbuat apa? Sedangkan kakak saya tiga lagi belum menikah, tapi saya jawab aja, saya bakal nikahin kamu tapi saya ijin dulu ke ibu dan kakak saya. Saya pasti bakal nikahin kamu,” curhat Opan.

Ketika ia sudah izin kepada ibunya dan kakaknya. Keluarga mengizinkan tapi dengan syarat harus banting tulang sendiri untuk mencari modal pernikahan, sebab Opan terlahir dari keluarga sederhana. Setelah mendapat izin, Opan langsung mencari kerja sampingan, mulai dari jadi operator warnet dan lain-lain. Pokoknya siang jadi malam, malam jadi siang.

“Saat itu saya bilang ke pacar bakal berusaha keras mencari uang untuk modal nikah. Itu saya katakan saat ke rumahnya”, lanjut Opan.

Setelah banting tulang kesana kemari, mungkin orangtua Noli sudah tidak sabar dengan kepastian Opan. Harusnya orangtua Noli sedikit lebih sabar tapi malah terus mendesak. Opan hanya bisa bilang sabar.

Tiga minggu kemudian sifat Noli mulai berubah, seperti ada yang di sembunyikan. Ketika Opan ulang tahun, Noli dan sahabat-sahabat Opan membuat kejutan. Tapi setelah kejutan selesai, wajah Noli seperti tidak bahagia merayakan ulang tahun pacarnya. Dia malah asyik dengan handphone-nya. Mulai dari situ Opan menaruh curiga.

“Pas saya tanya kenapa sibuk sama hapenya,  dia cuma jawab nggak. Pas saya tanya lagi dia BBM-an sama siapa, mukanya langsung kayak panik dan bingung mau jawab apa. Tapi dia juga bilang bukan siapa-siapa. Sebagai laki-laki saya percaya banget sama pacar dan nggak mau ribut,” curhat Opan.

Semakin hari sifat Noli semakin berubah. Perhatian yang biasanya sangat luar biasa menjadi biasa. Kalau tidak dihubungi melalui ponsel lebih dulu, dia tidak akan menghubungi. Opan semakin curiga, ada apa dengan pacarnya?

Saat Opan libur kerja, Noli mengajak Opan bertemu di salah satu tempat makan. Setelah bertemu dan berbincang sebentar, dengan mimik sedih bercampur bingung, Noli bilang, ia akan dijodohkan dengan laki-laki pilihan ibunya. Ditanya siapa laki-laki itu, Noli bilang tidak tahu.

“Katanya sih, laki-laki itu punya mobil, punya usaha sendiri, punya rumah sendiri. Waktu itu saya langsung diam, langsung nge-down ngedenger apa yang diucapin. Saya bilang gini aja ke dia, kalau kayak gitu caranya Aa langsung bilang ke Mamah, Nong. Tapi anehnya dia malah ngelarang saya main ke rumah, alesannya takut saya sakit hati denger omongan mamahnya,” tutur Opan lagi.

Ketika Opan libur kerja tanpa izin dari Noli, Opan langsung ke rumah Noli dan bertemu ibu Noli. Noli yang sedang duduk dengan ibunya di depan rumah, kaget. Bukannya disambut dengan senyum bahagia, Noli malah kebingungan.

Dan ibunya, saat melihat Opan, langsung pasang mulai kusut dan ketus. Setelah dipersilahkan duduk, tanpa pikir panjang Opan langsung membuka obrolan ke inti pembicaraan.

“Sebenernya saya bukan mau menjodohkan, tapi saya cuma mengenalkan anak saya kepada laki-laki yang menurut saya sudah mapan dan lebih tua. Saya seperti itu karena takut anak saya nantinya nggak bahagia ketika sudah pisah dengan saya. Sedangkan kamu belum punya apa-apa dan kamu bukan keturunan darah biru. Kamu cuma punya janji yang entah kapan mau nikahin anak saya. Gitu Kang pas saya ketemu ibunya. Saya cuma jawab saya sedang mengumpulkan uang insyaallah tahun ini saya bakal melamar anak ibu,” cerita Opan pada Radar Banten.

Ibu Noli saat itu hanya menjawab iya saja, padahal keseriusan Opan tidak main-main. Noli cuma terdiam.

Setelah dua bulan, bukannya hubungan mereka semakin erat malah renggang padahal mereka akan menikah. Noli yang mulai hilang-hilangan tanpa ada kabar seolah menjauh. Opan semakin bingung, ia meminta penjelasan melalui SMS.

Ketika ditanya, Noli malah mengajak putus dengan alasan dia benar-benar akan dijodohkan oleh ibunya dan Opan dilarang main ke rumahnya lagi. Mau tidak mau walaupun dengan perasaan hancur, Opan hanya setuju dengan keputusan pacarnya. Padahal sepasang kekasih itu akan menikah. Dalam sebulan Opan hancur lebur dan terpuruk.

“Pas saya bangun dari tidur, saya langsung solat malam dan berdoa kepada Allah, apakah benar mantannya itu dijodohkan? Ternyata doa saya dijawab. Dia bukan dijodohkan tapi malah balikan lagi sama mantannya yang orang kaya. Pernah saya ketemu terakhir kali dia lagi boncengan di motor sama mantannya. Mau saya kejar tapi saya pikir-pikir lagi, buat apa? Udah bukan siapa-siapa saya lagi. Saking penasarannya saya telusuri ke sahabatnya. Ternyata benar, dia balikan lagi sama mantannya. Katanya, dia mulai dekat lagi sama mantannya udah tiga bulan waktu saya masih jadian. Dan soal perjodohan itu cuma bohong belaka. Ternyata selama ini saya dibohongi. Cinta saya ditipu-tipu”, tegas Opan lagi.

Sekarang, Opan cuma fokus kerja. Untuk masalah cinta, dia sedikit trauma. Dan masalah pernikahan, dia hanya ingin menunggu kakaknya menikah terlebih dahulu. Keluarga Opan? Mereka kecewa dengan Noli yang telah menipu Opan dan keluarga. (Arul-Zetizen/Radar Banten)