Love Story: Dikhianati Istri, Malah Ketiban Rezeki

0
4.897 views
Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

NASIB baik menimpa Dul (29), nama samaran. Dikhianati istri, sebut saja Sumi (28), yang berselingkuh dengan temannya sendiri, pria berbadan tegap itu malah ketiban rezeki. Ya, Dul dapat pengganti Sumi yang jauh lebih baik. Dia adalah Suci (25), bukan nama sebenarnya. Masih muda, energik, profesi Suci juga terhormat, yakni seorang bidan. Subhanallah. Beruntung banget ya. Padahal, profesi Dul sendiri hanya pegawai honorer, sementara mantan istrinya seorang buruh pabrik.

“Awalnya sih sedih, kecewa, marah, sampai berantem sama selingkuhannya. Sekarang malah bersyukur, soalnya dapat yang lebih baik. Istri baru saya itu bidan. Mungkin, ini yang namanya rezeki,” akunya dengan bangga. Syukur deh, asal jangan diselingkuhi lagi saja.

Sejak itu, tidak ada cerita bagi Dul harus meratapi nasib telah dikhianati dan diceraikan mantan istri yang memang ingin menikah lagi dengan pria lain. Kini, Dul hidup bahagia dengan pasangan hidup barunya. Terlebih, istri baru Dul, Suci, masih gadis. Tentu saja, hal itu membuat Dul bangga bukan main. Dul seperti pengantin baru lagi, karena anak semata wayang buah pernikahan pertamanya dibawa Sumi dan suami barunya.

“Ini nih doa orang tersakiti, selalu dikabulkan. Dapat pengganti istri lebih cantik, bidan lagi,” ujar Dul mesem-mesem. Memang doanya ingin dapat istri bidan Kang? “Bukan sih, inginnya artis,” kilahnya terkekeh-kekeh.

Merunut ke belakang, begini nih awal cerita sebelum Dul dan Sumi bercerai sampai akhirnya mendapatkan istri baru seorang bidan. Tepatnya pada 2012 silam, pria berambut ikal itu jatuh hati pada pandangan pertama kepada Sumi yang merupakan tetangganya sendiri. Dul memang sudah lama curi-curi pandang kepada Sumi. Walaupun wajah Sumi tak secantik artis cetar membahana Syahrini, bagi Dul, Sumi itu mahadewi. Di lingkungan rumahnya, memang tinggal Sumi yang berstatus gadis alias belum menikah.

“Lainnya, tetangga itu enggak ada perempuan cantik lain seangkatan Sumi. Kalau enggak janda, lainnya masih ABG berseragam. Ada yang cantik, dewasa, istri orang,” ujarnya. Istri orang jangan dibawa-bawa Kang, bahaya.

Lantaran itu, tersisa Sumi seorang yang berpeluang untuk dijadikan istri. Menyadari hal itu, Dul pun mulai berjuang demi mendapatkan hati anak sulung dari tokoh masyarakat di wilayahnya tersebut. Niat Dul pun direspons Sumi yang menyadari bahwa pemuda yang masih berstatus bujangan di daerahnya saat itu tinggal Dul.

“Ya, garis besarnya, waktu itu enggak ada pilihan lah. Tapi, Sumi juga lumayan kok, manis.” akunya. Gula kali manis!

Singkat cerita, Dul yang tak kuasa menahan hasratnya kepada Sumi dan langsung menyatakan rasa sukanya secara terang-terangan. Pernyataan Dul pun langsung diamini Sumi hingga akhirnya mereka sepakat menjalani hubungan.

Selama pacaran, tidak pernah ada perselisihan. Hubungan keduanya adem-adem saja. Malah, baik Dul maupun Sumi mengaku sama-sama tidak pernah pacaran sebelumnya alias satu sama lain merupakan cinta pertama. Oh so sweet.

Merasa usia sama-sama mapan dan saling memperhatikan, bahkan Dul pun sudah punya pekerjaan, meskipun hanya tenaga honorer di salah satu lembaga pemerintahan, Sumi akhirnya mau dipinang Dul. “Kedua orangtua sudah setuju, mau apa lagi. Saya juga sayang kok waktu itu sama Sumi. Orangnya baik dan mau diajak senang,” katanya. Lah, perempuan mana yang enggak mau diajak senang Kang?

“Maksudnya, enggak dikasih nafkah ‘senang’, diajak makan sama garam doang juga ‘senang’,” jelasnya. Yaelah, bisa saja.

Akhirnya, Dul dan Sumi pun menikah dan mulai membangun bahtera rumah tangga. Awalnya, keduanya merasa bahagia. Maklum, masih hangat-hangatnya rumah tangga. Namun, seiring waktu berjalan, pendapatan Dul yang pas-pasan mulai dikeluhkan Sumi. Katanya, nafkah yang diberikan Dul kepada Sumi masih jauh dari kebutuhan. Terutama ketika Sumi mulai ngidam karena mengandung anak Dul, tentunya banyak kemauan. Keinginan Sumi itu, jarang dipenuhi oleh Dul karena keterbatasan kemampuan pendapatan. “Saya masih sabar melihat istri uring-uringan. Wajar lah, namanya juga lagi ngidam. Makanya, saya bertahan tiap hari dimarahi juga,” keluhnya.

Setelah anak lahir, setahun kemudian, Sumi mulai menunjukkan perubahan sikap yang tak biasa. Sumi jadi acuh tak acuh. Biasanya Dul telat pulang kerja selalu ditanya, belakangan, Sumi mulai cuek. Sumi juga tak pernah lagi menyinggung soal gaji yang diterima Dul. Tentu, perilaku Sumi itu menimbulkan kecurigaan. Dul mulai mencari tahu. Usut punya usut, Sumi selama ditinggal kerja oleh Dul, ternyata sering pergi keluar rumah. Sesekali, saudara Dul pernah memergoki Sumi tengah jalan berdua dengan laki-laki. Anak Dul juga, kabarnya setiap Sumi pergi selalu dititipkan di mertua. Astaga.

“Pokoknya, Sumi sudah lepas tanggung jawab. Sudah jarang di rumah, ya curiga dong!,” katanya.

Kecurigaan Dul semakin kuat, tatkala melihat Sumi memiliki ponsel baru. Padahal, Dul tidak pernah membelikannya. Terlebih, di antara keduanya sudah jarang terjalin komunikasi. Sumi lebih memilih mesem-mesem di depan layar ponsel dan menelantarkan anak. “Aneh kan, duit dari mana coba bisa beli HP bagus? Saya kan enggak pernah kasih duit lebih,” ujar Dul keheranan.

Akhirnya, Dul mulai memberanikan diri menanyakan kejanggalan yang dilakukan Sumi selama ini. Namun, Sumi malah terpancing emosi. Sumi memaki-maki Dul kalau suaminya itu telah menuduhnya yang bukan-bukan. Yang membuat kaget Dul, hanya dengan satu pertanyaan yang dianggap biasa, Sumi malah langsung mengajak cerai. “Kaget lah, masa cuma tanya doang, ancamannya cerai, ada yang enggak jelas nih pikir saya,” keluhnya.

Benar saja, sekali waktu Dul langsung yang memergoki Sumi sedang bergandengan dengan pria lain di pusat perbelanjaan. Tak banyak bicara, Dul langsung menghampiri Sumi, memaki-maki sampai akhirnya mengucapkan kata talak. Namun, ancaman Dul sepertinya menjadi jalan bagi Sumi yang memang ingin menikah lagi. Keeseokan harinya, Dul pun langsung mengajukan surat cerai ke Pengadilan Agama.

“Enggak perlu waktu lama kita cerai, sudah sama-sama setuju ini,” ujarnya.

Namun tampaknya, rezeki menghampiri Dul. Belum genap sebulan, Dul bertemu dengan Suci yang kebetulan tengah mencari pasangan hidup karena didesak orangtua. “Ya, pas lihat Suci, lumayan cantik anaknya, bidan, orang punya lagi. Terus, dia mau terima saya apa adanya. Duda juga enggak masalah katanya,” klaimnya.

Tak mau membuang kesempatan, Dul pun langsung menembak Suci dan melamarnya menjadi istri barunya. “Tadinya ragu, eh dia malah langsung setuju. Bersyukur dong, ini yang namanya rezeki. Alhamdulillah, rumah tangga sekarang sudah berjalan setahun,” pungkasnya. Syukur deh, semoga langgeng. Amin. (Nizar S/Radar Banten)