Love Story: Dimadu Ogah, Ya Sudah Selingkuh Saja

0
603 views
Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

PERILAKU Juned (37), nama samaran, tak pantas ditiru. Sebelum menikah, niatnya memang ingin berpoligami. Namun, keinginannya itu mendapat penolakan mentah-mentah dari sang istri, sebut saja Juleha (36). Ya jelaslah, wanita mana yang mau dimadu!

Juned akhirnya memilih berselingkuh. Di belakang Juleha, Juned terus-terusan bermain api. Sempat upaya perselingkuhannya pernah diketahui Juleha, Juned bukannya takut, malah makin percaya diri agar bisa menikah lagi. Ampun deh buaya.

Eits, jangan berprasangka buruk dulu. Keinginan jahat itu timbul, dipicu rumah tangga Juned yang tidak didasari rasa cinta. Juned tidak memiliki perasaan apa pun terhadap Juleha. Nah loh?

“Iya Mas, saya dijebak Juleha supaya nikahi dia. Dia ngakunya hamil, terus saya pelakunya,” ungkap Juned. Sudah kayak tersangka saja. Lah, terus Abang enggak merasa? “Ya merasa juga sih. Tapi, kan bukan saya saja pacarnya ternyata, saya juga diduakan,” ungkapnya. Oh begitu.

Ternyata, hubungan Juned dan Juleha dulunya hanya cinta sesaat. Juned yang berprofesi sebagai pengojek, baru bertemu sekali dengan Juleha. Saat itu, Juned hanya kebetulan kebagian mengantarkan Juleha. Maklum, Juned kan pengojek, kerjanya memang antar-antar penumpang. Juleha yang merupakan karyawan pabrik, saat itu malam-malam baru pulang dari tempat kerjanya.

Ketika diantar Juned, sepanjang perjalanan Juleha mengajaknya berbincang sampai ke arah-arah 18 tahun ke atas. Mendapat sinyal positif dari Juleha yang bodinya aduhai, Juned pun tergoda. Keduanya pun sukses memanfaatkan pertemuan yang singkat itu di sebuah kontrakan Juleha. Hingga terjadilah, kisah asmara terlarang di ranjang. Hmm.

“Padahal, Juleha biasa saja, cuma punya bohai doang. Waktu itu saya mikirnya suasana mendukung terus setan lewat,” ujarnya.

Namun, yang pasti bukan karena setan, melainkan memang perangai Juned saja yang buaya. Enggak bisa lihat cewek menganggur, main embat saja. Juned memang tak menyia-nyiakan kesempatan itu, meski di dalam hatinya tidak didukung perasaan suka terhadap Juleha. Berpikirnya hanya cinta sesaat, lumayan saja saat itu. Juned sudah memiliki kekasih yang tak lama lagi bakal dinikahi.

Singkat cerita, setelah sebulan lamanya tidak bertemu, Juleha datang lagi menemui Juned di pangkalan Ojek. Juned berpikir, kalau Juleha sudah melupakan kejadian itu. Tak tahunya, Juleha datang untuk meminta pertanggungjawaban Juned atas perbuatannya sebulan lalu. Wadaw, kena deh.

“Saya malu, Juleha datang-datang ke pangkalan dan bilang kalau dia hamil dan minta tanggung jawab. Buset deh,” ungkapnya.

Juned yang memang merasa pernah menggagahi Juleha tidak bisa mengelak. Akhirnya, dengan terpaksa Juned meninggalkan kekasihnya yang sudah lima tahun dipacari dan menikahi Juleha. Menyadari pernikahannya tidak ada yang istimewa karena merasa married by accident, resepsi pun hanya berlangsung sederhana. Yakni, hanya dihadiri penghulu dan saksi yang disaksikan kedua pihak keluarga mempelai.

Sampai akhirnya, mereka pun mulai membangun bahtera berumah tangga, walau tidak ada kesan pada malam pertama. Juned awalnya mulai berusaha menyayangi Juleha, mengingat ada keturunannya di janin Juleha. Lain lagi setelah Juleha melahirkan. Juned yang merasa bayi yang dilahirkan Juleha tak ada mirip dengannya sama sekali, mulai bertanya-tanya. “Ya aneh saja, kok anakku enggak mirip ya? Mukanya putih sipit. Beda banget, saya kan hitam Mas, mata juga belotot,” ujarnya.

Menyadari hal itu, Juned mulai mendesak Juleha untuk mengakui siapa ayah dari anak yang dilahirkannya. Awalnya, Juleha bersikukuh kalau anak itu darah daging Juned. Melihat mimik wajah Juleha meyakinkan, Juned akhirnya menerima pengakuan Juleha. Sampai akhirnya, mereka kembali akur dan mulai merencanakan memiliki anak kedua.

Sejak kelahiran anak kedualah, emosi Juned memuncak. Soalnya, anak kedua benar-benar mirip Juned. Beda dengan anak pertama yang tampangnya tidak mirip. Kulitnya putih bersih seiring perkembangan tubuhnya dan bertambahnya usia anak pertamanya. “Saya masih enggak yakin, anak yang pertama darah daging saya. Tapi, saya tetap sayang kok sama dia,” akunya.

Namun demikian, kecurigaan Juned membuat kepercayaan dan perasaan sayangnya terhadap Juleha semakin berkurang. Didorong perasaan itu, Juned kembali ke tabiat awal, yaitu menjadi buaya darat. Terlebih, Juned bertemu kembali dengan mantan kekasih yang pernah disakitinya karena terpaksa menikahi Juleha, akhirnya muncul niat Juned untuk berpoligami. Apalagi, kepercayaan diri Juned semakin tinggi, mengingat mantan Juned masih mengharapkannya kembali.

Juned mulai mencari-cari alasan agar istrinya mau dipoligami. Satu-satunya cara, Juned beralasan ingin memiliki anak ketiga, dimana Juleha bisa dipastikan sudah tidak bisa hamil lagi karena menderita penyakit kista sehingga rahimnya harus diangkat.

“Saya kasih alasan itu saja (ingin punya anak lagi-red). Tapi, istri kayaknya tahu akal bulus saya. Katanya, saya cuma cari cari alasan buat nikah lagi. Emang iya,” ucapnya.

Setelah diungkapkan niat Juned untuk berpoligami, jelas Juleha menolak mentah-mentah dan menyumpahi kalau sampai punya istri lain selain Juleha. Mendengar kata sumpah, Juned pun takut kena karmanya. Meskipun hidup pas-pasan dan tinggal di kontrakan, Juned tetap percaya diri bisa menghidupi dua istri. Lantaran ditolak Juleha dan takut dosa, Juned pun mengurungkan niat berpoligami dan beralih memilih berselingkuh.

“Ya, engggak ada rotan akar pun jadi. Istri ogah dimadu, ya sudah selingkuh saja,” ujarnya sambil cengegesan. “Saya begini, karena istri keukeuh masih enggak mau ngaku,” katanya.

Sssttt, jangan berprasangka negatif dulu, siapa tahu benar itu anak abang. Juned masih jadi buaya, karena sampai saat ini masih dihantui rasa ragu terhadap anak pertamanya. Ya salam. (Nizar S/Radar Banten)