Love Story: Dulu Dicampakan, Sekarang Penasaran

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

BAGI kaum laki-laki sebaiknya berpikir ulang sebelum memutuskan sesuatu. Apalagi, menyangkut masa depan dalam memilih pasangan hidup. Jangan sampai salah mengambil keputusan, yang pada akhirnya diselimuti penyelesalan.

Nah, Bayu (27), nama samaran, saat ini menghadapi situasi demikian. Bayu menikahi gadis pilihannya, sebut saja Yati (25), yang dinilai lebih mapan dan mencampakkan Yayu, juga nama samaran, yang mencintainya lebih dulu. Alasannya, hanya karena usia Yayu lebih tua, yakni beda tiga tahun dari Bayu. Lainnya, Yayu juga dinilai tidak sepadan atau perawakannya lebih tinggi ketimbang Bayu yang ukuran tubuhnya lebih pendek. Atas pertimbangan itu, tanpa sepengetahuan Yayu, warga Serang yang berprofesi sebagai karyawan swasta ini pun akhirnya memilih Yati karena didesak faktor usia juga.

“Gue tadinya pilih Yati karena merasa sepadan. Orangnya juga lebih mapan. Dia punya jabatan di perusahaannya di Jakarta,” akunya.

Padahal, sebetulnya Bayu lebih dulu dekat dengan Yayu. Sementara Yati, tadinya hanya mantan teman kuliah di Bandung dulu. Bayu tak sengaja bertemu lagi dengan Yati setelah tidak pernah berkomunikasi usai lulus kuliah tiga tahun silam. Seiring waktu, Yati mulai PDKT kepada Bayu. Hal itu terlihat dari sejak pertemuan pertama, Yati langsung meminta nomor ponsel Bayu.

Sejak saat itu, mereka semakin intens berkomunikasi, curhat-curhatan, atau sekadar say hai sekadar basa-basi, baik melalui ponsel maupun Yati yang memang sengaja suka datang ke rumahnya Bayu.

“Tadinya, gue dengan Yayu yang sering jalan bareng, makan bareng, sampai nonton bareng,” akunya. Tidur bareng juga? “Enggak lah. Tapi, sejak ketemu Yati jadi jarang ketemu Yayu. Mengobrol di telepon saja mulai berkurang,” terangnya.

Dalam kasus ini, Bayu tidak ada maksud untuk menghianati Yayu. Soalnya, keduanya memang belum menjalin hubungan atau jadian. Antara Bayu dan Yayu baru sebatas teman, masih pendekatan. Namun, Bayu menyadari kalau kedekatan Yayu karena memang naksir dia dari sejak pertama bertemu. Maklum, secara fisik wajah Bayu lumayan ganteng. Sementara Yayu maupun Wati, wajahnya standar-standar saja. Jadi, wajar kalau Bayu jadi rebutan. Apalagi, sosok Bayu terbilang cukup mapan. Di tempat kerjaan, Bayu juga sudah punya jabatan.

“Tadinya, sempat bingung antara memilih Yayu apa Yati. Tapi, orangtua lebih setuju sama Yati karena sering main ke rumah,” katanya.

Beda dengan Yayu. Pertemuan antara Bayu dengan Yayu seringnya berlangsung di luar rumah. Profesi Yayu sendiri sebetulnya tak kalah dari Yati. Yayu berstatus CPNS. Makanya, Bayu tak menolak ketika diajak berteman oleh Yayu. Bayu sendiri kenal dengan Yayu setelah dikenalkan temannya. Teman Bayu menawarkan kalau ada temannya yang perempuan, berstatus perawan tua dan sedang mencari calon suami. Tawaran temannya itu tak langsung ditolak Bayu yang penasaran dengan sosok Yayu waktu itu.

Bayu menerima pertemanan itu dan mau kenal lebih dekat dengan Yayu. Namun, seiring waktu setelah dua bulan berhubungan dengan Yayu dengan status TTM alias teman tapi mesra, tak sengaja Bayu bertemu kembali dengan Yati. Tentu saja, Yati senang bukan kepalang. Yati memang mengaku terang-terangan mencari Bayu yang merupakan lelaki pujaannya sejak kuliah semester satu.

“Iya, katanya Yati itu kagum sama gue sudah lama. Tapi, baru sekarang dia berani bicara. Setelah dipikir-pikir, Yati lumayan juga. Makanya, pas dia nembak gue langsung terima saja, bagaimana nanti,” terangnya. Dasar buaya. Terus, Yayu dikemanakan? Yayu pun hanya dijadikan sebagai cadangan oleh Bayu. Ow ow ow, Bayu nakal.

Sejak itu, Bayu jadi sering jalan berduaan dengan Yati, sedikit demi sedikit Bayu mulai melupakan Yayu. Yati yang sudah jatuh hati terlalu dalam, akhirnya mengajak Bayu untuk naik ke pelaminan. Bahkan, Yati berani menjamin semua biaya untuk prosesi pernikahan mereka. Widih, Yati sudah cinta mati kayaknya. Tentu saja, Bayu tak menyia-nyiakan kesempatan ajakan dari Yati. Bayu mulai melupakan dan mencampakkan sosok Yayu.

“Untuk terakhir kali, gue sempat terus terang sama Yayu, sambil kasih undangan. Uh, Yayu langsung menangis pas tahu gue mau nikah,” ujarnya. Duh, kasihan Kang.

Singkat cerita, menikahlah Bayu dengan Yati dan keduanya pun mulai merasakan kebahagiaan hari itu. Namun, Bayu sadar kalau saat resepsi pernikahan, Yayu tidak muncul sedikit pun batang hidungnya. Bayu pun sedikit kecewa, tetapi juga merasa kasihan terhadap Yayu yang memang berharap bisa dinikahi Bayu. Pasalnya, Yayu sudah malu dengan usianya yang sudah memasuki kepala tiga, tapi masih berstatus perawan.

Rumah tangga Bayu dan Yati cukup bahagia. Bagaimana tidak, Bayu tidak mengeluarkan biaya sedikit pun untuk pernikahan mereka. Bayu datang hanya membawa mas kawin dan seserahan seadanya sesuai permintaan Yati yang tidak muluk.

Lima bulan sudah Bayu dan Yati menjalin rumah tangga, di mana hati Yati juga sedang senang-senangnya karena tengah hamil dan mulai dimanjakan suami. Namun, di perjalanan Bayu dikagetkan oleh sosok Yayu yang sudah mulai mengalami perubahan. Wajah Yayu jadi lebih bersinar dan tubuhnya juga lebih berisi. Intinya, figur Yayu jadi lebih menarik hati.

“Iya, tiba-tiba pas lagi main ke mall. Gue ketemu lagi sama Yayu. Eh, dia makin caem. Terus, gue penasaran dong. Gue dekati lagi, eh dia juga mau tuh,” ucapnya. Yaelah. Inget istri lagi hamil di rumah Bang.

Lantaran itu, ceritanya mereka kelabang bali alias kenangan lama bangkit kembali. Bayu makin kepincut sama Yayu yang juga memberikannya harapan. Dua minggu berselang, Bayu mulai merasakan puber kedua atau jatuh cinta untuk kali kedua. Astaga. Hal itu dipicu pikiran Bayu yang merasa bahwa Yayu dinilainya lebih baik ketimbang Yati, istrinya sendiri. Apalagi, status Yayu kini sudah diangkat jadi PNS, bukan lagi CPNS semakin mendorong Bayu ingin berhubungan lebih intim.

“Iya, kalau lihat Yayu sekarang bikin galau. Kayaknya, gue jatuh cinta betulan sekarang,” akunya.

Namun, lain Bayu lain pula Yayu. Ternyata, cinta Yayu kepada Bayu itu palsu. Setelah Bayu mulai merasakan kasmaran sehingga mulai menjauhi istrinya, Yayu justru terang-terangan kalau dia segera menikah dan sudah menemukan jodohnya. Tentu saja, pernyataan Yayu membuat Bayu kecewa berat.

“Yayu ternyata mendekati gue lagi, cuma balas dendam atas sakit hatinya doang. Mungkin, gue kena karmanya karena pernah mencampakkan dia. Terus terang, gue menyesal. Soalnya, istri di rumah juga, pas tahu hamil manjanya minta ampun,” keluhnya. Tuh kan, makanya jangan suka mempermainkan hati wanita, kena batunya deh. Ya salam. (Nizar S/Radar Banten)