Love Story: Habis Manis Sepah Dibuang

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

Kisah pilu dialami Marjai, bukan nama sebenarnya. Laki-laki berusia 56 tahun yang tinggal di sebuah desa di Kota Cilegon ini telah lama menjalani masa tua sendirian selama kurang lebih 7 tahun. Marjai bercerai dengan sang istri sebut saja Hayanah (48), bukan nama sebenarnya, lantaran sang istri meninggalkannya oleh sebab Marjai sudah tua dan tidak dapat menafkahi Hayanah secara maksimal seperti saat muda dulu. Ibarat kata, Marjai menjadi korban peribahasa habis manis sepah dibuang.

Marjai dan Hayanah yang telah lama membangun rumah tangga selama hampir 25 tahun akhirnya bercerai pada 2009 lalu. Dari perkawinan ini, Marjai dan Hayanah dikaruniai dua anak. Anak pertamanya adalah seorang perempuan bernama Yuli, bukan nama sebenarnya. Dan anak keduanya seorang laki-laki, sebut saja Rusli, (bukan nama sebenarnya).

Konon, saat muda dulu, profesi Marjai hanyalah petani. Marjai mewarisi tanah berupa kebun yang subur dari orangtuanya. Meski bukanlah seorang yang kaya, kehidupan rumah tangga Marjai dan Hayanah saat itu selalu tercukupi. Meski kadang kala Marjai tidak mendapat uang  dari hasil menjual hasil kebunnya, kebutuhan rumah tangga Marjai selalu terpenuhi.

Ini karena kebunnya yang subur dapat menghasilkan banyak makanan pokok dan rempah-rempah. Berbagai macam sayuran. Kehidupan rumah tangga Marjai pun nampak baik-baik saja dalam 20 tahun terakhir.

Namun, itu semua tidak menjamin keadaan rumah tangga seseorang dapat berjalan baik selamanya. Keretakan hubungan rumah tangga Marjai pun mulai terjadi saat Marjai hendak memasuki usia 50 tahun. Pada penghujung 2008, keluarga kecil Marjai mulai terkena musibah. Yuli, anak pertamanya ketahuan mengurung laki-laki bernama Jedi, (bukan nama sebenarnya, di dalam kamar di rumah orangtua Marjai, alias nenek Yuli.

Yuli dan Jedi berhubungan suami istri tanpa pernikahan alias berzina. Sontak hal ini membuat beban pikiran bagi Marjai yang merasa tidak bisa mengurus anak. Marjai mulai sakit-sakitan dan jarang sekali menanam sayuran di kebunnya. Hal ini membuat Marjai tidak bisa menghidupi sang istri, lantaran Hayanah hanyalah ibu rumah tangga. Keributan mulai sering terjadi dan tidak dapat dihindarkan. Ini membuat beban psikologis Marjai semakin bertambah berat.

Hayanah yang memiliki watak keras tidak sungkan untuk memarahi Marjai lantaran Marjai hanya berdiam diri di rumah dan tidak berkerja. Karena tidak tahan dengan kehidupan serba kekurangan. Hayanah akhirnya memutuskan meninggalkan Marjai dan bercerai dengannya. Konon, Hayanah pulang ke kampung halamannya di Tasikmalaya dengan membawa Rusli anak laki-lakinya.

Yuli yang telah dinikahkan dengan Jedi pun membangun rumah sendiri. Hingga akhirnya membuat Marjai hidup sendirian. Marjai juga terkena struk akibat beban pikiran yang terlalu besar yang ia alami. Saudara-saudara Marjai pun turut berempati atas musibah yang Marjai alami. Tidak jarang Saudara dan adik-adiknya memberikan beras dan uang untuk melanjutkan hidup Marjai.

Tono, adik Marjai (bukan nama sebenarnya) mengatakan, semua saudara membantu Marjai untuk memulihkan struk yang dialami Marjai. “Iya Mas, kan kasihan melihatnya,” kata Tono. Tono melanjutkan, butuh waktu berbulan-bulan untuk terapi struk. “Pengobatannya secara tradisional, kalau ke dokterkan mahal, butuh uang berjuta-juta,” tutur Tono.

Setelah pengobatan yang memakan waktu hampir tiga bulan, Marjai akhirnya bisa sembuh dan normal kembali. Kini, Marjai tetap hidup sendirian di rumahnya. Penghidupan Marjai hanya mengandalkan bantuan saudara-saudaranya, serta orang lain yang berempati kepadanya. (Haris-Zetizen/Radar Banten)