Love Story: Karma Suami Tukang Selingkuh

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

MENJALANI rumah tangga tentu bukan perkara mudah. Karena dalam rumah tangga ada banyak lika-liku jalan yang harus dihadapi dengan berbagai cobaan. Oleh karenanya, dibutuhkan kesiapan dan kedewasaan saat akan memulai kehidupan rumah tangga. Namun apa jadinya jika menikah hanya karena menuruti napsu tanpa memiliki perencanaan matang setelah menikah?

Sebut saja Komar (24), bukan nama sebenarnya. Komar menikahi tiga wanita hanya untuk memuaskan napsunya. Ia menikah pertama kali dengan Santi (17), bukan nama sebenarnya.

“Saya kenal Santi dari temen saya. Kita cuma kenal satu bulan dan saya langsung ajak menikah. Karena sudah nggak tahan lagi,” aku Komar.

Pertemuan singkat dengan Santi menjadi awal kisah kelakuan Komar yang kawin cerai tiga kali ini. Satu bulan setelah menikah, Komar masih romantis dan menikmati masa awal pernikahannya. Namun tiga bulan kemudian ia pun merasa bosan dan mencari wanita lain untuk menjadi pelampiasan napsu bejadnya.

“Soalnya, saya sudah bosan dan nggak puas dengan aksi dia di ranjang. Jadi saya memilih mencari lagi wanita lain. Tapi ya saya nggak langsung cerai. Sampai dapat yang baru ya saya pertahankan dulu yang lama,” katanya.

Hanya dalam hitungan dua minggu, Komar sudah mendapatkan wanita lain pengganti istrinya. Namun ia tidak langsung menikah lagi karena belum menceraikan istri pertamanya. “Ya saya jalanin dulu dengan yang baru. Biar ada kemistri gitu. Sekalian mau urus istri yang lama dulu,” terangnya.

Namun apa mau dikata, napsunya pun semakin meningkat dan sudah tidak tertahan. Komar pun akhirnya nekat untuk melampiaskan napsunya ke wanita yang baru ia kenal, Noni (18), bukan nama sebenarnya.

“Ya mau gimana lagi, saya sudah nggak tahan buat melakukannya sama dia (Noni-red). Karena kita sudah saling suka pada pandangan pertama,” katanya.

Komar yang serhari-hari hanya sebagai kuli panggul di kampung ini nekat dan tetap melanjutkan hubungan terlarangnya dengan Noni. Namun anehnya, Noni pun tidak merasa curiga dengan status Komar yang sebenarnya. “Nggak ada masalah tuh, selagi rapih semua bakal baik-baik aja dan nggak masalah. Jadi aman lah saya nggak ketahuan selingkuh,” terangnya sambil terus bercerita.

Usut punya usut, rupanya Komar menggunakan pelet untuk mendapatkan Noni. Ia mengaku, pernah mengamalkan pelet yang tidak lain dari ayahnya sendiri. “Katanya yang namanya laki-laki itu harus punya pegangan. Jadi pelet itu saya amalkan untuk jaga-jaga saja kalau ada wanita yang kurang ajar,” curhatnya.

Ia pun mengaku telah memelet Noni. “Ya saya sih cuma nyoba aja ampuh nggak pelet saya. Eh ternyata beneran dapet juga ya udah saya lanjutin deh,” akunya.

Namun lama-kelamaan status Komar pun terbongkar oleh keluarga Noni. Pasalnya, Noni sering sekali diajak keluar oleh Komar dan pulang hingga larut malam bahkan tidak pulang selama dua hari.

Akhirnya, Santi pun juga mengetahui perilaku suaminya yang memiliki perempuan lain. Karena tidak terima, Santi pun akhirnya meminta cerai dan Komar pun mengabulkannya.

Hubungan dengan Noni pun harus dilanjut ke jenjang pernikahan. Akhirnya Komar mau menikahi Noni yang tidak ia cintai. “Tapi daripada saya kesepian dan nggak ada tempat buat melampiaskan napsu, ya sudah saya nikahin aja,” tuturnya.

Napsunya yang tidak terkontrol dan cepat bosan ini membuat Komar berpikir cetek tanpa mempertimbangtkan akibat dari perbuatannya. Satu bulan resmi menikah dengan Noni, Komar pun tidak berhenti berulah dengan napsunya. Ia kembali mencari wanita lain sebagai sarasan. Entahlah setan apa yang merasuki Komar hingga memiliki pikiran bejad menikahi wanita hanya untuk kepuasan napsunya?

Bekal ilmu pelet yang dimilikinya, Komar pun dengan mudah mendapat wanita lain. Sebut saja dia Ijah (17), bukan nama sebenarnya. Buruknya lagi, Komar mengincar wanita desa yang hanya tamatan sekolah dasar.

“Kebanyakannya kan ABG sekarang pada alay dan polos gitu. Jadi itu kesempatan saya. Eh bener aja cuma dimodusin doang dan dijajanin bakso saja udah nempel tuh cewek,” terang Komar tentang kelakuannya.

Masalah serupa pun terjadi lagi. Karena telah terpengaruh oleh Komar, Ijah pun dengan mudah diajak kemana-mana oleh Komar. Kemudian Komar dengan akal busuknya memanfaatkan kepolosan Ijah untuk diajak dan dijadikan tempat pelampiasan napsunya.

Komar pun selingkuh untuk kedua kalinya dengan istri berbeda di pernikahan keduanya. Namun parahnya, kali ini perselingkuhan Komar pun seolah tersusun rapih. Karena selama enam bulan, Noni pun tidak sadar kalau suaminya selingkuh dengan perempuan lain.

Ibarat pepatah, serapih-rapihnya menyimpan bangkai pasti akan tercium juga. Perselingkuhan Komar pun terbongkar, Ijah dan Noni pun tidak menyangka bahwa mereka menjadi korban dari akal busuk Komar.

Ijah yang terlanjur cinta kepada Komar pun kecewa dan memutuskan untuk meninggalkan Komar. Begitupula dengan Noni. Karena merasa sakit hati, ia pun memilih cerai dan meninggalkan Komar. Setelah semuanya terbongkar, Komar pun kabur karena tidak mampu menahan malu perilakunya.

Saat ini Komar menjadi duda muda yang mengenaskan. Pasalnya ia mengidap penyakit diabetes dan turun bero.

Ia pun menyesal dengan segala kelakukan buruknya. Namun apa mau dibuat, nasi sudah menjadi bubur. Tetangga pun kini banyak yang mencibir dan Komar hidup dengan karma atas perilaku bejatnya kepada perempuan. (Wivy-Zetizen/Radar Banten)