Love Story: Kerja Keras Selamatkan Rumah Tangga

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

Orangtua akan selalu berharap jika anak perempuannya mendapatkan menantu yang mapan atau kaya raya. Apalagi jika si anak punya paras cantik denok demplon, sepertinya sia-sia saja paras cantik tapi dapatnya pria kere. Begitu pula dirasakan Jebrut (56), nama samaran. Ia ingin sekali punya mantu kaya raya lantaran anaknya, Jumsanah (27), nama samaran, punya paras cantik bak artis India.

Persoalannya, mantu Jebrut, sebut saja Bendol (27), tidak sesuai ekspektasi. Gaji Bendol jauh lebih kecil ketiban penghasilan Jumsanah yang kini mengelola toko baju di beberapa mal. “Sebetulnya Jumsanah tidak pernah mempersoalkan, tapi mertua saya keberatan dengan penghasilan saya kala itu,” ujar Bendol kala menemani pencabutan gugatan cerai sang istri di pengadilan agama.

Ketika itu, Bendol masih bekerja pada perusahaan outsourcing industri di Kota Cilegon. Sebagai buruh outsourcing, gajinya harus dibagi dua dengan perusahaan vendor. “Jadinya gaji saya sekitar Rp1,8 juta. Kalau istri penghasilannya sudah di atas Rp10 juta per bulan. Jauh sekali kan?” terangnya.

Jumsanah dan Bendol adalah pasangan kekasih sejak kuliah. Mereka pernah di satu kelas yang sama, hanya saja nasib mereka berbeda ketika lulus kuliah. Bendol kesulitan mendapatkan lapangan kerja mengingat IPK-nya yang pas-pasan. IPK Jumsanah pun sebenarnya sama saja, pas-pasan. Tapi nasib dia sudah ditanggung orangtua, lulus kuliah langsung kelola toko baju. “Mertua saya itu punya banyak bisnis. Ada toko baju, mainan, tempat permainan, sampai tempat pencucian kendaraan. Jumsanah dikasih tuh toko baju,” ujarnya.

Jebrut memang sengaja meminta anak pertamanya itu mengelola toko baju. Sebab penghasilan Jumsanah dijadikan patokan terkait siapa yang pantas menjadi suaminya. “Saya dulu sempat diberitahu Jumsanah tentang persoalan patokan itu. Dia minta saya berbohong tentang pekerjaan saya, karena takut ditentang orangtua,” terangnya.

Hasil diskusi Jumsanah dan Bendol, menghasilkan skenario pembohongan publik untuk Jebrut. Bendol mengaku, sebagai manajer sebuah perusahaan dengan penghasilan mencapai Rp15 juta per bulan. “Karena mengaku manajer, mertua terima saya bahkan meminta saya segera menikahi Jumsanah,” jelasnya.

Singkat cerita, Jumsanah dan Bendol akhirnya menikah. Namun pernikahan mereka membuat skenario pasangan ini terekspos. Jebrut merasa keheranan dengan isi dompet Bendol yang selalu tipis. Sehingga sang mertua melakukan investigasi, hasilnya diketahuilah sang mantu hanyalah buruh outsourcing. “Saya ketahuan berbohong, saya lalu diusir mertua,” tuturnya.

Jebrut merasa kecewa dengan sang mantu, pengakuan dia sih bukan karena faktor gaji. Melainkan sang mantu berani berbohong kepadanya. “Waktu diusir, saya sempat ajak Jumsanah pergi dari rumah untuk mencari rumah kost. Tapi itu juga dilarang mertua. Malah mertua mendaftarkan gugatan cerai atas nama Jumsanah,” katanya.

Jumsanah menangis tersedu-sedu, dia juga kesal namun tidak bisa melawan kehendak orangtua. Melihat ketulusan hati sang istri, Bendol terbakar membara. “Waktu itu saya bilang dalam hati, saya buktikan kalau saya juga bisa,” ujarnya.

Bendol angkat koper dari rumah, dia sempat menumpang di sejumlah rumah temannya. Bahkan Bendol pernah menginap beberapa hari di masjid. Itu dilakukan ketika mencari kerja lagi setelah keluar dari perusahaan outsourcing. “Perih perjalanan saya waktu itu. Setiap hari SMS-an dengan istri, dia bilang tetap setia menunggu. Sementara saya menganggur, luntang-lantung mencari lowongan kerja demi mendapatkan hak saya sebagai suami Jumsanah,” jelasnya.

Enam bulan berlalu, Bendol diterima bekerja di sebuah bank simpan pinjam. Awal bekerja, gajinya tidak jauh berbeda ketika bekerja sebagai outsourcing. Namun karena kerja keras, dia berhasil mendapatkan promosi berkali-kali hingga akhirnya mendapatkan jabatan bagus.

Namun itu pun penuh perjuangan, terlebih untuk mendapatkan jabatan itu Bendol harus berpisah selama kurang lebih sembilan tahun. “Meskipun berpisah, kami tetap berhubungan di luar rumah. Kaya pacaran backstreet lah, makanya kami punya dua anak,” tuturnya.

Akhirnya didapatlah gaji Rp15 juta per bulan, Bendol lalu menghadap sang mertua sambil memperlihatkan slip gaji. Karena telah sesuai ekspektasi, Jebrut menerima Bendol sebagai mantu kembali.

Kesan Bendol kepada mertuanya, ada rasa kesal tapi juga rasa terima kasih. Sang mertua telah mendorongnya untuk bekerja lebih ekstra keras sehingga bisa mendapatkan penghasilan besar seperti sekarang. “Saya ambil hikmahnya saja. Sempat sih saya mau menyerah, mencari istri lagi. Tapi rasa kesal ke mertua itu loh yang buat saya tidak mau menyerah. Saya ini laki-laki, ditantang jadi orang kaya oleh mertua membuat saya tidak mau kalah,” katanya. (Sigit/Radar Banten)