Love Story: Main Rapi untuk Membohongi Istri

0
2.638 views
Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

DENGAN hanya melihat gelagat seseorang yang mulai tak keruan, baik seorang istri maupun suami biasanya sudah bisa mencurigai atau menilai pasangannya itu sedang berselingkuh. Ternyata hal itu tidak berlaku pada kisah rumah tangga Romi (32) dan Yuli (25), keduanya nama samaran. Yuli yang usianya jauh lebih muda tampaknya begitu polos, lugu, dan gampang percaya.

Situasi itu pun dimanfaatkan Romi, sang suami, untuk memainkan strategi dengan rapi. Ya, Romi tampaknya memang pakar perselingkuhan. Dengan modal wajah rupawan dan berbadan tegap, Romi mampu menutupi keburukannya, serta bisa berlaku seolah menjadi sosok suami paling sempurna di hadapan Yuli. Padahal? Apa tuh? Entar juga tahu sendiri ceritanya. Simak saja ceritanya baik-baik, ya.

Situasi rumah tangga pasangan Romi dan Yuli diceritakan Yuni (30) yang tak lain kakak kandung Yuli. Yuni merasa kesal dan gerah karena setiap hari melihat kelakukan adik iparnya terus membohongi adik bungsu satu-satunya tersebut. Selama lima tahun Romi dan Yuli menjalani rumah tangga, Yuni meyakini bahwa di antara mereka ada yang tidak beres.

“Bukan adik gue, tapi suaminya itu tuh yang berengsek,” kesalnya. Berengsek bagaimana, Teh? “Iya, selama ini adik gue dikibuli tuh sama si Romi. Cuma belum sadar saja,” jawabnya.

Dikibuli bagaimana? Yuni pun mulai menceritakan kisah rumah tangga adiknya tersebut. Dari awal, Yuni dan kedua orangtua sudah sangsi ketika Yuli mengenalkan Romi sebagai calon suaminya. Keluarga besar Yuli tak pernah tahu asal usul Romi yang gayanya selengean dan jauh lebih dewasa.

Yuni tak pernah tahu kapan mereka pacaran. Semua itu pasti ada sebabnya. Yuli sepertinya tahu bahwa kedua orangtuanya tipikal yang pilih-pilih. Terutama dalam hal jodoh. Lantaran itu, Yuli tak pernah mau cerita jika selama ini sudah lama berpacaran dengan Romi. Hal itu dipicu Yuni yang juga sering kali tidak direstui orangtua ketika mengenalkan pacarnya. Sampai akhirnya, Yuni berhasil meyakinkan kedua orangtua bahwa pria pilihannya memang terbaik. Itu tentu berkat perjuangan pasangan Yuni, sebut saja Endri yang tak kenal menyerah membuat kedua orangtua Yuni luluh hingga menaruh kepercayaan penuh.

“Endri mau berusaha dan nunjukin jati dirinya kalau dia benar-benar serius. Keluarganya dikenalin, pekerjaannya dijelasin. Belum lagi orangnya sabar ngadepin bokap nyokap yang bisa dibilang cukup fanatik. Lain dengan si Romi,” terangnya. Lah, memang Romi bagaimana, Teh?

Kata Yuni, Romi dari sejak dikenalkan sampai punya rencana menikahi Yuli, perangainya sudah tak menunjukkan orang beretika. Selain tak pernah mau menjelaskan asal-usulnya ke orangtua setiap ditanya. Gaya berpacaran Romi juga sedikit liar dan kurang ajar. Seperti datang ke rumah saat mengapeli Yuli, tak pernah mengucapkan salam. Belum lagi, di rumah penginnya di kamar berduaan sama Yuli. Situasi itu terkadang membuat orangtuanya kesal sampai tak jarang beradu mulut dengan Yuli yang membela Romi. Sejak itu Yuni dan orangtuanya sudah tak pernah lagi melarang dan membiarkan Yuli berhubungan dengan Romi.

“Si Romi itu enggak ada sopan-sopannya. Kalau pacaran, ngerem saja di kamar. Gue bahkan sempat berpikir takut kejadian saja,” tukasnya. Kejadian apaan tuh? “Iya begitu tuh, MBA (married by accident),” keluhnya.

Ternyata apa yang dikhawatirkan Yuni dan orangtuanya kejadian. Pihak keluarga sempat menjalin kesepakatan untuk tidak merestui hubungan Romi dan Yuli apa pun yang terjadi. Namun, apa yang terjadi dengan Yuli, memaksa keluarga akhirnya merelakan si bungsu jatuh ke tangan lelaki buaya.

Ya, setelah Yuli dan Romi tiga bulan efektif menjalani pacaran sepengetahuan pihak orangtua, cukup untuk merusak derajat, citra, martabat, serta nama baik keluarga. Ya, Yuli dipastikan hamil setelah keluarga melihat gelagat perempuan berkulit putih dan memiliki lesung pipit itu, berlaku tidak normal. Layaknya perempuan dewasa yang sedang mengidam karena menjalani masa kehamilan.

“Awalnya Yuli enggak ngaku. Tapi, gue kan lebih tahu, pengalaman dong,” tegasnya. Ketahuannya bagaimana tuh Teh? “Ya, sering mual-muallah, makannya pengin yang asam-asam, kayak buah-buahan mentah begitu buat dirujak. Sudah kelihatan deh pokoknya,” ungkapnya.

Akhirnya, setelah didesak keluarga, Yuli mengakui perbuatannya dengan Romi. Katanya, dia mau berbuat tidak senonoh akibat termakan rayuan maut Romi. Pengakuan Yuli, pertama kali melakukan perbuatan itu dipicu Romi yang menjanjikan bakal menjadikannya sebagai istri sejati.

Singkat cerita, Yuli akhirnya menikah, meskipun sempat terjadi konflik karena Romi sempat mau lepas tanggung jawab. Namun, setelah mendapat ancaman dari keluarga Yuli, Romi akhirnya menyetujui. Pernikahan mereka pun dilangsungkan secara sederhana.

“Yuli hanya nikah di KUA. Yang penting syarat doang. Soalnya, keluarga sudah malu sama tetangga,” katanya. Padahal, kedua pihak keluarga lumayan berasal dari kalangan keluarga berada.

Akhirnya, Romi dan Yuli mulai menjalani rumah tangga. Hanya saja, kehidupan mereka masih berada di bawah bayang-bayang mertua. Soalnya, status Romi masih pengangguran pascalulus kuliah.

Situasi itu membuat Romi belum mampu menafkahi Yuli. Seiring waktu, Romi mendapatkan pekerjaan cukup menjanjikan di Tangerang di bidang pemasaran apartemen dari relasi orangtuanya. Sepekan sekali Romi pulang ke Serang. Namun, semakin membaiknya nasib Romi yang terus mengalami pengembangan karir di perusahaan, semakin jemawa pula gayanya terhadap keluarga Yuli. Yang disesalkan Yuni, selama menikah Yuli hanya diberi tempat tinggal kontrakan. Sementara, Romi kabarnya punya apartemen sendiri di Tangerang setelah setahun naik jabatan.

“Lihat gayanya bikin sebal. Sok baik di depan istri, mengakunya sibuk. Padahal, gue tahu dia itu selingkuh terus,” akunya. Tahu dari mana Teh, jangan suuzon begitu loh, enggak baik.

Hal itu diyakini Yuni setelah ia melihat dengan mata kepala sendiri perilaku buruk Romi. Sekali waktu, Yuni memergoki Romi yang sedang jalan berdua dengan perempuan lain, padahal Yuli sedang hamil besar. Tentunya, perempuan yang digandeng Romi jauh lebih cantik dan penampilannya lebih seronok ketimbang Yuli.

Namun, saat memberitahu Yuli soal kenyataan itu, tampaknya percuma. Yuli lebih percaya Romi ketimbang kakak kandungnya sendiri. Padahal, tidak hanya sekali Yuli memergoki Romi. Setelah punya anak pun demikian. Namun, keyakinan Yuli terhadap sang suami tampaknya sudah bulat. Hal itu disebabkan Romi yang mampu memainkan aksi selingkuhnya dengan rapi. Seperti ketika pulang ke rumah, Romi pasti menggeletakkan ponselnya begitu saja agar tidak dicurigai Yuli. Padahal, jelas-jelas ponsel Romi tidak hanya satu. Satunya, masih di dalam saku, terus di-silent.

“Pintar memang si Romi. Aktingnya benar-benar rapi. Di rumah juga, sok-sok manjain si Yuli begitu. Tanya kabar anaknyalah, kabar mertua. Pokoknya, segala macam bualan ditumpahin habis tuh sama si Romi. Muak dengarnya. Begonya, si Yuli percaya-percaya saja. Enggak sadar kalau dia selama ini dikibuli,” keluhnya.

Kondisi itu pun kerap membuat Yuni dongkol. Sampai akhirnya Yuni berpikiran kalau pengkhianatan Romi biar menunggu Yuli sadar sendiri. “Ya, kita lihat saja nanti. Saya bukannya enggak sayang. Tapi, sering kali si Yuli gue yakinin, malah menuduh gue iri. Ya sudah, akhirnya sekarang gue biarin saja,” pungkasnya.

Sabar ya, Teh. Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. (Nizar S/Radar Banten)