Love Story: Muda Perkasa, Tua Lebih Dewasa

0
1.712 views
Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

KISAH rumah tangga kali ini menjadi peringatan bagi kaum pria. Sesibuk-sibuknya menjalani pekerjaan, sebaiknya menyempatkan waktu memberikan perhatian terhadap anak istri. Lalai sedikit atau lupa maka memberikan ruang dan kesempatan kepada istri yang merasa telantar untuk mendapatkan kenyamanan dari laki-laki lain. Bahkan, suami orang sekali pun.

Seperti yang terjadi pada kisah rumah tangga Sukiyem (33) dan Duyeh (34), keduanya nama samaran. Simak nih ceritanya.

Sukiyem mengaku pernah melakukan perselingkuhan akibat kurang mendapat perhatian suami. Parahnya, Sukiyem berselingkuh dengan lelaki yang sudah beranak istri alias suami orang, sebut saja Tukimin. Bahkan, Tukimin usianya jauh lebih tua, hampir menyentuh 50 tahun dan tidak lebih ganteng dari Duyeh. Et dah, lantas apa dong yang dicari tuh?

Diakui wanita berkulit putih ini, keunggulan Tukimin, mampu memberikan kenyamanan yang tidak didapatkan Sukiyem selama menjalani rumah tangga dengan Duyeh, sang suami. “Mas Tukimin lebih dewasa dan bisa manjain aku. Apa mau saya, pasti dituruti,” akunya. Yaelah, semua lelaki tukang selingkuh juga begitu.

Malah, kisah perselingkuhan antara Sukiyem dan Tukimin sudah di luar batas kewajaran. Ya, kenyamanan yang disuguhkan Tukimin, mampu menghipnotis Sukiyem yang saat itu sedang dilanda kebimbangan akan sikap Duyeh. Sukiyem tergoda bujuk rayu sang kumbang layu dan hanyut terbuai di dalamnya. Hingga akhirnya, Sukiyem rela diajak Tukimin berhubungan layaknya suami istri. Ow ow ow.

“Soalnya, kalau sudah dekat Mas Tukimin itu, enggak bisa menolak. Awalnya sih coba-coba, eh kebablasan,” terangnya. Astaga, buat anak kok coba-coba.

Beruntung wanita beranak dua itu, tidak sampai hamil karena sudah menggunakan alat kontrasepsi pasca kehamilan keduanya. Lantaran itu, suami di rumah tidak pernah tahu perbuatan terkutuk Sukiyem di luar. Terlebih, Sukiyem bisa menutupi kisah perselingkuhannya dengan Tukimin di depan Duyeh.

Ketika Duyeh lagi pengin berhubungan suami istri di luar jam kesibukannya, Sukiyem tak pernah menolak atau menunda-nunda. Seolah, dia memang menunggu momen suami yang ingin mendapatkan pelayanan istri. Hebatnya, Sukiyem selalu memberikan servis optimal yang mampu memuaskan berahi suami.

“Suami enggak pernah curiga karena sikap saya juga biasa saja di rumah. Hanya, soal kekurangan suami memang kita enggak pernah bahas. Pikir saya, entar juga sadar sendiri,” ujar perempuan bertubuh ideal tersebut. Lah, egois tuh namanya.

Diceritakan Sukiyem, setiap hari suaminya yang bekerja sebagai kontraktor jarang pulang ke rumah. Paling seminggu sekali, itu pun tak pernah lama. Pagi datang, malamnya Duyeh harus berangkat lagi. Apalagi, kalau sudah mendapatkan proyek di luar kota. Duyeh bisa sebulan sekali memberikan perhatian kepada keluarga. Terlebih, Duyeh orangnya gila kerja. Kalau sudah mengerjakan proyek, hampir tak pernah berkomunikasi dengan keluarga atau sekadar ‘say hello’ di telepon. Beruntung, kehidupan Sukiyem tidak pernah kekurangan. Hal itu lantaran nyaris semua uang proyek yang didapatkan Duyeh dari hasil kerja kerasnya, diberikan untuk nafkah keluarga.

“Saya dan anak-anak bukan hanya butuh materi, tapi juga perhatian. Dampaknya, anak-anak sudah jarang nanyain bapaknya, saking jarang ketemu,” kesalnya. Kesal sih kesal teh, tapi enggak dilampiaskan selingkuh juga kali.

Menyadari hal itu, Sukiyem yang merasa kesepian mulai berupaya mencari sosok teman yang bisa diajak curhat. Sukiyem yang memang berprofesi sebagai tenaga honorer di salah satu instansi pemerintahan di Serang itu, kebetulan mengenal sosok Tukimin yang dianggapnya paling dewasa dan bisa dipercaya di tempat kerjanya.

Sedikit demi sedikit, Sukiyem mulai menceritakan kisah rumah tangganya dengan pria paruh baya yang sudah beristri berbuntut tiga tersebut. Lama-lama Tukimin yang awalnya hanya memberikan nasihat, malah memberikan kenyamanan kepada Sukiyem.

“Enggak hanya saya, teman-teman yang lain juga curhat ke Mas Tukimin. Beliau itu sudah kayak bapak sendiri,” ucapnya. Bapak kok digauli? Jangan-jangan temannya juga jadi korban. “Enggaklah, saya doang yang kebablasan,” kilahnya. Tobat Teh! Terus ke mana saja tuh?

Dikatakan Sukiyem, jalan bareng Tukimin memanfaatkan waktu di luar jam kerja. Ketika makan siang dan pada saat pulang kerja. Seringnya ke pusat perbelanjaan, sesekali ke tempat rekreasi seperti ke tempat pemandian air panas atau pantai. Kalau mau berhubungan intim, diakui Sukiyem, keduanya kerap menyewa tempat penginapan.

“Awalnya, saya ragu. Karena merasa nyaman banget, akhirnya enggak kuasa menahan godaan ingin begitu,” ungkapnya. Terus-terus? “Sudah Kang, terus-terus kayak tukang parkir, entar kebablasan loh,” ujar Sukiyem mengalihkan pembicaraan.

Meskipun Tukimin, diakui Sukiyem, tak seperkasa suaminya ketika di atas ranjang, ada hal yang tidak bisa diungkapkan kata-kata. Yaitu, cara Tukimin memperlakukan Sukiyem layaknya wanita terhormat.

Tukimin tidak pernah melecehkan Sukiyem. Apalagi, berbuat kasar. Ketika Sukiyem ingin dimanja, Tukimin pasti mengabulkan permintaannya. Tak seperti perlakuan Duyeh. Sukiyem mengaku tak pernah diperlakukan romantis seperti yang dilakukan Tukimin kepadanya. Sekalinya ada waktu, Duyeh hanya ngobrolin soal kerjaan dan hanya ingin dilayani istri.

“Ya, kesal saja. Penginnya diperlakukan kayak ratulah sekali-kali. Dimanja, dilayani, terus diperhatiin. Ini ulang tahun saja, suami enggak pernah ingat tuh, bablas saja,” keluhnya. Oh, jadi pengin diulangtahunin? Hehehe.

Namun, Sukiyem tak sepenuhnya menyalahkan Duyeh. Banyak sisi positif yang bisa dibanggakan Sukiyem dari Duyeh. Selain kesejahteraan, Duyeh diyakini Sukiyem tipikal lelaki setia. Tak ada yang patut dicurigai dari Duyeh. Soalnya, apa-apa juga terbuka termasuk kontak pada ponsel milik Duyeh tak pernah ditutup-tutupi. Celananya terbuka juga enggak Teh? “Suami itu, orangnya enggak banyak omong, banyak diamnya. Tapi, juga enggak pernah marah. Kalau ada masalah, pasti kita musyawarah,” jelasnya bangga.

Menyikapi hal itu, Sukiyem mulai tersadar dan sedikit demi sedikit mulai menjauh dan melupakan hubungannya dengan Tukimin. Dan Tukimin pun memaklumi keputusan Sukiyem. Sukiyem juga khawatir, pengalaman bersama Tukimin bisa berujung karma terhadap kedua putrinya. Belum lagi, Sukiyem merasakan apa yang dirasakan istri Tukimin selama mereka berselingkuh. Bisa saja Tukimin juga kurang memberikan perhatian kepada sang istri dan anak-anaknya.

Ninggalin Kang Tukimin, saya sadar sendiri, enggak ada dorongan dari mana-mana,” akunya. Syukur deh. Tapi, kok bisa?

“Ya, setelah dipikir-pikir, kalau kita terus mencari yang lebih baik, lama-lama juga saya bisa ninggalin Kang Tukimin, terus cari selingkuhan lain. Intinya, kita harus bisa menerima segala kekurangan pasangan kitalah,” tandasnya. Nah, itu saya dukung. (Nizar S/Radar Banten)