Love Story: Nasib Diselingkuhi Suami Kedua

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

Menjalani hidup dengan putus harapan di masa tua harus dijalani Sariyem (70), bukan nama sebenarnya. Liku-liku kehidupan harus ia jalani dalam kehidupan rumah tangga. Mulai dari tidak memiliki keturunan dengan suami pertama, hingga pahitnya dikhianati suami kedua yang selingkuh dengan wanita lain. Jadi begini ceritanya.

Selama bertahun-tahun hidup bersama sebagai suami istri, Sariyem belum juga dikaruniai anak. Imin (73), bukan nama sebenarnya, telah divonis dokter tidak bisa membuahi akibat penyakit yang dideritanya.

“Semua istri pasti ingin memiliki anak yang lahir dari rahimnya sendiri. Namun kenyataannya saya tidak beruntung karena saat itu saya belum dikarunai anak dari suami pertama saya, Imin,” katanya.

Sepuluh tahun hidup tanpa buah hati, membuat Sariyem kesepian dan hampa. Namun ia pun hanya bisa pasrah dan menerima keadaan. Dua tahun kemudian rasa hampa tanpa buah hati semakin menyiksa Sariyem dan akhirnya berpikir untuk menikah lagi.

“Sebagai istri, saya tahu batasan dong. Saya ungkapkan semua isi hati saya ke suami dan meminta keputusan untuk membolehkan menikah dengan lelaki lain. Mungkin dia sudah tidak tahan dengan permintaan saya untuk memiliki keturunan. Dan dengan terpaksa pun dia mengizinkan saya menikah lagi,” terangnya.

Dengan perdebatan sengit, akhirnya Imin pun terpaksa menceraikan Sariyem demi kebahagian sang istri memiliki momongan. Sebulan kemudian, Sariyem ternyata sudah memiliki calon suami kedua. “Sebelumnya kita memang pernah bertemu dan sering komunikasi. Ya hampir tiga bulan lah, dan saya merasa nyaman juga yakin kalau saya bisa mendapat buah hati,” akunya.

Dengan modal keyakinan, Sariyem akhirnya menikah untuk kedua kali dengan Jono (71), bukan nama sebenarnya. Lima bulan setelah menikah, akhirnya Sariyem pun hamil dan harapan memiliki anak terkabul sebagai buah pernikahannya dengan Jono, yang bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta.

“Siapa yang nggak seneng Kang, kalau harapan yang sudah berpuluh-puluh tahun bisa terkabul,” curhatnya dengan nada riang.

Akhirnya Sariyem pun bisa merasakan kebahagiaan menjadi ibu. Pernikahannya yang kedua ini seolah menjadi berkah baginya, karena tidak hanya satu tapi Sariyem bisa memiliki tiga anak dari Jono.

Ternyata, kenyataan hidup memiliki tiga anak yakni Roni (25), Yani (22), dan Eni (19), bukan nama sebenarnya, tidak semanis yang dibayangkan. Selain harus mengatur kebutuhan hidup keluarga, Sariyem juga harus menelan pahit dari tingkah laku Jono. Pasalnya, setelah terkena PHK dari tempatnya bekerja, Jono mulai nakal dan main perempuan.

“Awalnya saya nggak tahu. Tapi banyak tetangga yang bilang ke saya. Dan setelah saya cari tahu sendiri, ternyata benar. Nggak cuma main perempuan tapi juga sering berjudi. Padahal setahu saya sebelumnya dia nggak pernah tuh kayak gitu. Entahlah, udah saya tegur tapi malah makin jadi dan kabur dengan selingkuhannya,” cerita Sariyem dengan nada sedih.

Mau tidak mau, Sariyem pun harus menerima kenyataan hidup. Setelah cerai dengan suami yang menyakitinya, Sariyem harus hidup dengan keadaan seadanya. “Hidup saya bener-bener perih. Makan saja kadang sehari sekali atau nggak makan seharian. Karena penghasilan anak saya tidak tentu cuma bekerja serabutan,” tukasnya.

Hidup menua dengan keadaan yang serba kekurangan membuat Sariyem memilih hidup di panti jompo. Keputusannya menghabiskan masa tuanya di panti jompo karena ia tidak ingin menyusahkan anak-anaknya. Ini sekaligus meratapi hidupnya yang malang diselingkuhi sang suami.

“Keadaan saya sudah tidak bisa apa-apa. Saya tidak ingin merepotkan anak-anak karena mereka juga hidup dengan ekonomi terbatas, cuma cukup buat keluarganya, itupun belum tentu. Ya daripada saya merepotkan anak, lebih baik saya tinggal di panti,” tuturnya. (Wivy-Zetizen/Radar Banten)