Love Story: Rezeki Seret, Istri Sepet

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

SUDAH jatuh tertimpa tangga. Mungkin peribahasa ini cukup untuk menggambarkan kisah Bogel (36), bukan nama sebenarnya. Gara-gara terjerumus pergaulan tidak mendidik, yakni jatuh pada sekumpulan orang yang gemar bermain judi, pria bertubuh kurus ini selain rezekinya yang makin seret, juga ditinggalkan sang istri, sebut saja Icah (32) karena tak tahan dengan tingkah Bogel yang tidak ada kapoknya.

Bahkan, statusnya sebagai karyawan di perusahaan pun terancam. Hal itu tak lain, akibat terlalu menumpuknya utang Bogel di mana-mana, baik ke perbankan maupun ke rentenir. Sepertinya juga Bogel sudah mengangkat bendera putih alias sudah tak sanggup lagi membayarnya.

Tak sampai di situ, akibat perilaku buruknya yang suka bertindak kasar, Bogel juga mulai dijauhi keluarga. Dia mulai diasingkan oleh tetangga bahkan kerabatnya, berasa hidup sebatang kara. Menyadari hal itu, Bogel pun kini hanya bisa meratapi penyesalan. “Saya saranin, sebaiknya jangan sampai kenal yang namanya judi. Kalau sudah terjerumus, cepet tinggalin. Cari nafkah tambahannya yang halal. Enggak ada di kamus, orang berubah kaya gara-gara judi, nonsens,” ucapnya. Dengan sekelumit nasihat itu, Bogel seolah seorang ustaz atau ulama.

Pengalaman pahitnya membina rumah tangga mulai dijadikan Bogel sebuah renungan. Bogel sadar bahwa semua yang terjadi gara-gara ia mengais rezeki tambahan dengan cara tidak halal. Sejak mengenal judi, perilaku Bogel yang memang pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren itu mulai tak keruan.

Bagaimana istri tidak sewot, semua barang berharga yang ada di rumah sampai ludes dijual Bogel. Tentunya semua itu hanya untuk memenuhi hasratnya bermain kartu gaple tanpa mengenal waktu. Jika istri melarang, Bogel marah karena merasa bahwa semua barang di kontrakan merupakan hasil jerih payahnya. “Saya akui dulu saya egois makanya wajar istri langsung kabur. Tapi, sekarang saya sudah berubah, sudah cari rezeki yang halal. Insya Allah, duit sekarang berkah,” tegasnya.

Bogel sadar bahwa perilaku yang dijalaninya dulu tak sesuai hati nurani. Namun, kesulitan ekonomi memaksa Bogel terjun ke dunia judi. Terhipnotis dengan kemenangan pertama ketika coba-coba bermain judi, akhirnya ketagihan. Awalnya, Bogel hanya ikut menonton saja. Lama-lama merasa ingin memiliki banyak uang, mulai termakan rayuan para pemain setelah terkesima melihat tumpukan uang di depan mata. Tak sadar, kalau yang akan dijalani Bogel mengandung risiko tinggi. Selain menjadi buruan polisi, juga kegiatan saling lempar kartu secara bergantian itu, paling dimurka istri dan agama.

Benar saja, Bogel kena batunya. Awal-awal saja Bogel sering menang. Situasi itu membuat Bogel semakin bersemangat mencari uang tambahan agar terus dapat meningkatkan taruhan. Ow ow ow. Terlalu keasyikan bermain judi, tak jarang Bogel lupa pulang. Mending pas pulang membawa sebongkah berlian. Permainan judi yang dimainkan Bogel selalu berakhir dengan kekalahan. Ujung-ujungnya setiap pulang tanpa membawa segenggam uang. Kondisi itu membuat istri dan anak-anaknya yang menjadi korban. “Benar, dulu enggak kerasa main-main saja, tiba-tiba duit habis begitu saja. Pulang kebingungan, soalnya duit sudah enggak pegang. Sampai lupa anak istri,” keluhnya. Namanya juga lagi kesetanan, pasti pura-pura lupa ingatan.

Sejak mengenal judi itu pula, rezeki Bogel makin seret. Suasana di tempat kerja juga mulai tidak kondusif. Hal itu lantaran Bogel sering tidak masuk kerja dengan alasan sakit, kalau tidak ada keperluan keluarga. Sejak itu, kerjaan Bogel hanya ke sana kemari sekadar mencari utangan untuk menutupi kebutuhan rumah tangganya.

Tak terasa, utangnya semakin lama semakin menumpuk sehingga sudah tidak ada satu pun yang percaya Bogel. Tentu saja situasi itu membuat kehidupan rumah tangga Bogel dan Icah semakin ruwet. Padahal, kehidupan rumah tangga Bogel dan Icah dulu diliputi kebahagiaan. Hidup semakin sempurna tatkala Bogel dikaruniai dua anak laki-laki, meski masih tinggal di sebuah kontrakan karena terbebas dari utang.

“Sekarang semuanya tinggal kenangan. Rezeki makin seret, istri juga sepet. Di rumah bawaannya manyun saja. Sudah enggak mau melayani di ranjang juga,” kesalnya. Ya iyalah. Kasih makan juga kagak, pengin enaknya saja.

Puncaknya, Bogel ditinggalkan Icah yang merasa tak tahan dengan perilakunya. Lebih pedih lagi, kedua anaknya ikut istrinya. Bogel pun kini kembali menumpang di rumah orangtua dan mulai menyesali perbuatannya. Ia mulai sadar ketika ditinggalkan anak istri mulai merasa kesepian.

“Cerai sih belum. Tapi, gugatan sudah masuk sampai ke pengadilan agama. Semua itu gara-gara saya terpancing emosi sampai menampar istri makanya istri marah besar waktu itu sampai pergi dari kontrakan,” ungkapnya. Oh pantas.

Menyesali perbuatannya, Bogel kini secara perlahan mulai mendalami lagi ilmu agama. Bogel kembali bekerja secara normal sebagai karyawan di perusahaan. Bogel mencoba bertahan meski di bawah kendali outsourcing. Namun, di luar dia mampu mencari dana tambahan mulai dari menjadi tukang ojek, buruh serabutan, sampai bisnis jual beli tanah, kendaraan, hingga elektronik.

Alhamdulillah, rezeki ada saja. Saya mulai tutupi utang dikit-dikit. Ke anak tetap kasih nafkah. Insya Allah, sekarang mah insaf,” akunya. Mudah-mudahan, amin. (Nizar S/Radar Banten)