Love Story: Rupa Tak Jadi Perkara?

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

KEHIDUPAN memang seperti roda berputar, kadang berada di bawah dan kadang berada di atas. Ini sangat cocok untuk kehidupan Yanto (30) yang menikahi Yanti (27) di awal tahun 2015, kedua nama disamarkan. Pernikahan mereka tetap terlaksana walau di tengah-tengah para pencemooh.

Keberadaan keluarga Yanto bisa dibilang mampu dari segi ekonomi dan masa depan. Yanto memiliki usaha yang memang dijalankan dari nol dan saat ini telah sukses di bidang pertanian. Yanto dan Yanti menikah di Kota Serang dan digelar cukup meriah. Dengan restu kedua belah pihak, Yanto menikahi Yanti, dan ia berharap bisa bahagia bersama istrinya.

“Memang pendekatan kami tidak lama, hanya beberapa bulan. Saya suka sama Yanti karena dia cantik, putih, dan baik. Saya sering berkunjung ke rumahnya dan orangtuanya pun menerima baik. Saya membujuk orangtuanya untuk merestui pernikahan kami,” kata Yanto.

Yanto memang orang yang berpenghasilan, tapi banyak yang mengatakan, rupa Yanto tidak meyakinkan. Itulah sebabnya banyak kerabat bahkan saudaranya yang mengejek Yanto tidak akan mendapatkan pasangan karena rupanya yang jelek.

“Banyak yang bilang Yanti kena pelet, atau Yanti matre makanya mau menikah dengan saya. Ada saja yah orang yang iri. Saya ini tulus, dan berniat baik menikahi Yanti, bukannya mau pamer kalau orang jelek juga bisa punya istri. Hanya orang sirik yang berpikir seperti itu,” curhatnya.

Tidak hanya di kehidupan Yanto, Yanti juga mendapat ejekan dari kerabatnya setelah berumah tangga. Hal ini juga diketahui Yanto saat seluruh percakapan media sosial Yanti dibaca oleh Yanto.

“Saya terharu melihat Yanti, dia baik, cantik, dan sederhana. Dia tetap memilih saya walau awalnya banyak lelaki yang mengejarnya. Ketulusan Yanti juga tidak perlu saya ragukan. Yanti membela saya di komentar teman-temannya saya rasa itu cukup membuktikan kalau Yanti memiliki perasaan tulus kepada saya,” tutur Yanto.

Yanto menanamkan kesabaran kepada Yanti. Walau banyak rintangan yang mereka hadapi, komitmen dalam hubungan mereka tetap terjaga.

“Saya pernah mendengar perkataan teman Yanti yang menyuruh Yanti mengganti pasangannya, dengan perkataan mengolok-olok. Dia pikir siapa dia? Seenaknya mengganggu rumah tangga orang. Untungnya Yanti tetap bisa sabar menghadapi ocehan kerabatnya,” katanya.

Waktu terus berjalan, tak terasa pasangan suami istri ini menginjak hari ulangtahun pernikahan pertama mereka. Rasa haru bahagia dirasakan Yanto sebagai suami. Ia bangga memiliki istri yang cantik dan mau menerima Yanto apa adanya.

Sampai suatu ketika sikap Yanti berubah. Ia diam seribu bahasa dan cuek terhadap Yanto. Awalnya Yanto berpikir kalau istrinya hanya kelelahan dan tidak ingin diganggu. Saat tidur, Yanto melihat wajah istrinya seperti terbebani. Apa ini salah Yanto? Atau istrinya mulai kecewa dengan ocehan orang terhadap rumahtangga mereka?

“Saya pura-pura tidak tahu kalau Yanti sedang diam sama saya. Saya tetap merayu Yanti agar dia tertawa. Tapi anehnya ini tidak berhasil seperti biasanya. Sikap Yanti yang seperti ini buat saya pusing. Dia cuek sama saya sekitar tiga minggu lebih,” curhat Yanto.

Bagaimana bisa hubungan rumah tangga bisa bertahan tanpa adanya komunikasi? Yanto hampir marah dan kesal kalau harus terus-terusan dicuekin.

Yanto tetap sabar menghadapi sikap aneh istrinya. Sampai suatu malam Yanti izin pergi ke rumah temannya yang sakit, tapi sampai larut malam hingga pagi Yanti tak kunjung pulang.

“Saya emosi sama Yanti. Saya susul dia ke rumah temannya di pagi buta ternyata tidak ada. Dan temannya juga tidak ada di rumah kata orangtuanya. Katanya sakit, kok keluar rumah? Saya lemas dan bingung hadapi sikap Yanti,” tuturnya.

Perilaku Yanti terus seperti ini hampir dua bulan lebih. Dia sering keluar rumah di sore hari dan pulang keesokan harinya. Yanto selalu marah saat Yanti melakukan hal itu, tapi tidak pernah dihiraukan Yanti.

Sampai akhirnya Yanto memutuskan untuk pergi dari rumah dan balik ke rumah orangtuanya. Masalah ini diketahui kedua keluarga mereka. Sikap Yanto yang dingin sama sekali tidak mengubah perilaku Yanti. Padahal ia berharap kepergiannya membuat Yanti merasa kehilangan.

“Ada teman yang ngomong, istri saya kabur karena punya suami yang jelek. Dan mengejek, makanya operasi plastik dong biar istrinya nggak kabur, ucapnya di sela tawanya. Mungkin bagi dia ini sebuah lelucon, tapi ini sangat menghancurkan perasaan saya,” cerita Yanto.

Walaupun rumah tangga Yanto berada di ambang kehancuran, ia tetap gigih berkomitmen untuk menjadi suami yang baik bagi Yanti. Hingga saat ini, mereka pisah ranjang tapi belum pernah ada kata cerai dari pihak manapun. (Bita-Zetizen/Radar Banten)