Love Story: Sakit Hati, Suami Umbar Janji Palsu

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

Pahitnya kehidupan rumah tangga dialami Nani (30), bukan nama sebenarnya, yang harus banting tulang mencari uang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, Joko (34), bukan nama sebenarnya, sang suami tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran. Kenyataan ini berbanding terbalik dengan janji manis Joko saat akan menikahinya sekira lima tahun lalu.

“Namanya perempuan, siapa sih yang nggak mau diajak menikah dan dijanjikan kehidupan bahagia dengan kemapanan yang dimiliki suami. Begitu juga dengan saya,” katanya.

Sebelum menikah, Joko yang lima tahun lalu bekerja sebagai sales ini mengaku memiliki ternak lele seluas satu hektar dan dua hektar lahan perkebunan di desa. “Awalnya sih nggak percaya. Tapi saya diyakinkan oleh temannya yang membenarkan ucapan Joko,” terangnya.

Karena yakin, Nani kemudian menerima pinangan Joko dan resmi menikah lima tahun lalu. Tiga bulan berjalan, rumah tangga seumur jagung tersebut masih dalam masa berbunga. Namun setelah lima bulan berlalu, Nani pun penasaran dengan apa yang diucapkan Joko saat merayunya dulu. Kemudian Nani pun mendesak Joko untuk membuktikan apa yang telah diucapkannya.

“Karena mulai dari pacaran hingga lima bulan menikah, saya belum pernah diajak sekalipun ke rumah mertua saya dan mencicipi kekayaan yang katanya dimiliki Joko,” tuturnya.

Suatu ketika, dengan terpaksa, Nani pun kemudian diajak Joko untuk melihat langsung peternakan lele dan perkebunan miliknya. Namun ternyata, setelah Nani sampai ke tempat tinggal mertuanya orangtua Joko, ia pun mengaku kaget. “Gimana nggak kaget mas, jangankan ternak lele yang katanya satu hektar, keadaan rumahnya saja sederhana dan nggak ada tempat ternak lele satu meter pun,” akunya.

Meski kecewa karena merasa dibohongi sang suami, Nani pun tetap harus menerima kenyataan dengan kondisi Joko yang seadanya. Bagaimanapun semuanya sudah terlanjur. Karena cinta yang terlanjur, dengan berat hati Nani melanjutkan hidup satu atap dengan Joko.

Namun kekecewaan Nani bertambah. Setelah kebohongannya terbongkar, sikap Joko semakin menjadi. Setelah mendatangi kembali rumah orangtua yang membesarkannya sejak kecil, Joko menolak untuk kembali bekerja. “Bukannya malu, justru suami saya kelakuannya makin jadi. Karena ia memilih menganggur dan berhenti bekerja, bahkan parahnya ia suka minum-minuman keras yang katanya sudah jadi kelakuannya semasa remaja,” terangya.

Nani harus menerima keadaan yang terburuk. Dengan keputusan Joko yang tidak mau bekerja ini, membuat Nani harus berpikir keras mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan calon buah hati yang sedang dikandungnya. “Mau tidak mau saya harus bekerja. Menjadi calon ibu sekaligus menjadi tulang punggung keluarga kecil saya,” tuturnya.

Bekerja menjadi buruh dijadikan Nani sebagai penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan buah hatinya, Riska yang kini berusia empat tahun. “Sebetulnya saya udah nggak kuat bekerja sendirian untuk memenuhi kebutuhan anak dan suami. Kalau bukan karena anak, mungkin saya memilih bercerai dengan suami,” ungkapnya.

Doa Nani seolah terkabul, kini Joko mulai berpikir mencari kerja setelah bertahun-tahun memilih menjadi pengangguran. “Yah Mas, meski hanya bekerja serabutan saya sangat bersyukur kalau suami saya mau bekerja. Sebagai ibu dan istri, saya udah nggak tahan kalau harus terus-terusan menjadi tulang punggung keluarga,” tukasnya. (Wivy-Zetizen/Radar Banten)