Love Story: Sebal, Punya Suami Tukang Gombal

0
1.342 views
Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

DINDA (32), nama samaran, mengaku sudah kenyang dengan yang namanya kebohongan. Dinda tidak menyangka bisa mempunyai suami yang suka menggombal dan tukang obral janji seperti Dendi (33), juga nama samaran. Parahnya lagi, Dendi tega mengibuli Dinda dengan memiliki istri siri setelah tujuh tahun mereka berumah tangga. Keduanya warga Kabupaten Serang.

Kondisi itu membuat Dinda tak kuat lagi bertahan dan sempat pergi meninggalkan Dendi selama dua tahun lamanya. Sampai akhirnya, mereka rujuk kembali setelah Dinda merasa iba ketika Dendi ditinggal ayahanda tercinta untuk selamanya.

“Suami saya tuh tukang bohong, bikin sebal jadinya. Ke mana-mana obral janji, tapi enggak pernah ditepati, omdo (omong doang),” keluhnya.

Sifat suami itu pun kerap membuat Dinda gerah karena sudah mempermalukan nama keluarga. Dianggapnya, keluarga Dinda itu keluarga tukang kibul. Lantaran itu, di lingkungan rumah mereka serasa tidak punya tetangga karena semua sudah pada menjauh. Begitu pula teman yang dulunya dekat dengan Dendi, kini sudah tak pernah datang lagi atau sekadar ‘say hi’ di telepon.

Situasi itu, membuat Dinda sempat berpikir untuk mencari suami baru dan meninggalkan Dendi. Soalnya, Dendi dinasihati juga tak pernah sadar, malah suka balik emosi.

“Mas Dendi itu orangnya keras kepala. Dikasih tahu, suka enggak terima. Katanya, ‘mulut, mulut saya’ saya jawab, ‘Ya, tapi saya yang malu,’ Eh balik jawab, ‘Saya yang bohong, kok kamu yang repot’ begitu, haduh. Cepek deh,” kesalnya sambil tepak jidat.

Awalnya, Dinda memaklumi sikap Dendi yang kerap membohongi semua orang yang diajaknya bicara. Namun, lama-lama Dinda tidak tahan seiring Dendi yang diam-diam berselingkuh di belakangnya. Pertemuan Dinda dengan Dendi pun diawali perselingkuhan. Namun, pengakuan Dendi lain. Pas pertama dikenalkan teman Dinda, Dendi mengaku baru saja sakit hati karena diselingkuhi pacarnya dan sedang mencari pengganti yang benar-benar tulus mencintainya. Lantaran itu, Dinda merasa iba dan ingin mencoba mengenal Dendi lebih jauh.

“Lagi pula, tampang Mas Dendi lumayan cakep. Pikir saya, enggak ada salahnya dicoba,” ujarnya. Buat suami kok coba-coba.

Dinda semakin kesemsem ketika tahu keluarga Dendi termasuk kalangan berada. Ayah Dendi pensiunan Polri yang memiliki pangkat dan jabatan cukup tinggi. Gayung bersambut, tak sadar Dinda masuk ke lubang buaya.

Setelah menikah, Dinda mulai menyadari bahwa dia telah menikahi lelaki cap dua kelinci alias playboy dan tukang bohong sejati. Ya, nasib. Meski demikian, Dinda mencoba bertahan dengan alasan menikahi Dendi memiliki masa depan cukup cerah. Apalagi, Dendi anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga dari tiga bersaudara.

“Keluarga Mas Dendi orang punya. Rumahnya tingkat dan punya beberapa di daerah lain. Mobil motor juga ada,” terangnya. Widih, matre juga.

“Matre bagaimana, Mas? Keluarganya pelit termasuk Dendi. Saya tinggal di rumah gedung juga, makannya irit, setiap hari seringnya menu ikan asin sama sayur asem doang,” akunya. Ya salam.

Belum lagi, Dendi sebelum dan setelah menikah juga belum punya pekerjaan. Kerjaannya hanya minta-minta ke orangtua. Makanya, kondisi di rumah Dendi tak jauh dengan kondisi di rumah orangtuanya. Hemat. Setelah orangtuanya pansiun, barulah Dendi dibawa orangtuanya kerja di perusahaan kerabatnya.

“Tapi, Mas Dendi pas kerja juga enggak ngaruh. Pelitnya minta ampun. Kebutuhan makan sehari-hari ditakar. Mas Dendi enggak pernah utuh kasih uang gajian. Biasa, ngibul lagi. Katanya, uang ia tabungin, tapi buktinya enggak ada. Dasar tukang kibul,” tukasnya.

Sampai akhirnya, setelah ayah Dendi meninggal, Dendi mulai dikucilkan dan keluar dari pekerjaan. Namun, bukannya sadar Dendi sejak dikeluarkan dari perusahaan industri, malah makin menjadi. Dendi mulai suka berpura-pura mengaku bekerja di proyek di luar kota.

“Seringnya ke Tangerang, katanya sih urusan proyek. Tapi, saya tak pernah dikasih tahu proyeknya di mana. Saya pikir paling juga bohong,” ucapnya seolah tidak percaya.

Wajar sikap Dinda begitu karena ucapan Dendi yang tak jelas dan tak tentu arah sering terbukti tak ada buktinya. Seperti halnya, ketika dikeluarkan dari pekerjaannya di industri. Pengakuannya, Dendi sudah tak nyaman di tempat kerjanya. Padahal, ia dikeluarkan karena selain pekerjaannya tidak beres, kehadiran dia di tempat kerja membuat tidak nyaman rekan-rekan sekantornya. Soalnya, Dendi ternyata dikenal sebagai si tukang kibul, banyak obral janji tapi tak pernah terbukti.

“Misalkan, pas gajian dia menawarkan traktiran makan siang. Tapi, setelah rekan-rekannya menunggu di kantin lama, Dendi enggak muncul tuh batang hidungnya. Sehabis jam istirahat, pas ditanya, ngakunya mendadak diajak makan siang sama bosnya. Padahal, bosnya sendiri enggak merasa,” terang Dinda.

Itu cara jitu untuk berhemat. Masih banyak lagi kibulan-kibulan Dendi yang kerap mengecewakan teman-temannya kerabat di kantor maupun di luaran. Bahkan, nama Dendi sampai tenar di kantor mulai dari bagian adminsitrasi sampai buruh pabrik yang mengenalnya dari sudut pandangan negatif. Lantaran itu, Dendi dikucilkan di kantor dan sudah tidak mendapat simpatik dari pimpinannya. Sampai akhirnya, pimpinan kantor mengeluarkannya dari pekerjaan dengan alasan ada pengurangan karyawan. Padahal, jabatan Dendi strategis sejak diberikan almarhum ayahnya yang tak lain kerabat pimpinan perusahaan tersebut. “Bapaknya meninggal, Dendi pun mulai dikucilkan. Saya enggak nyalahin orang kantor, tapi memang dasar Mas Dendi saja ulahnya bikin kesal orang,” jelasnya.

Meski begitu, pemecatan tak menyurutkan niat Dendi untuk terus menunjukkan aksinya bersilat lidah. Seperti tidak mengenal kapok, sifat bohong dan gombal Dendi malah semakin menggila. Ia jadi sering pergi ke luar kota dengan alasan proyek demi mencari nafkah. Padahal, tak pernah ada hasilnya.

Dendi malah terjebak cinta terlarang dengan janda anak dua yang dikenalnya melalui medsos. Setiap Dendi pulang dari luar kota, bawaannya malah jadi suka marah-marah tak keruan. Sejak itu, tak jarang di antara mereka selalu terjadi percekcokan.

“Saya sempat tanya teman-teman dekatnya, setelah saya desak, benar kalau mereka sudah enggak mau menemani Dendi karena selalu ingkar janji. Janji apa pun tak pernah ditepati,” ungkapnya.

Dinda pun mulai sadar bahwa penyakit gombal Dendi tak pernah disembuhkan. Termasuk, dia sampai berani mengungkapkan sumpah bahwa dia tidak punya perempuan lain. Padahal, jelas-jelas istri sirinya berhubungan dengan Dinda juga di medsos.

Beruntung Dinda, Dendi mulai sadar setelah kepergian ayahnya dan kembali rujuk hingga dikaruniai anak satu. Namun, meninggalkan istri sirinya demi keutuhan rumah tangga sesuai nasihat almarhum, tidak mengubah sifat bohong Dendi.

“Susah, kalau sudah watak tukang bohong. Ya, sekarang mah ditelan sajalah,” pungkasnya. Sekali-kali diracun, Mbak. Hehehe. Bercanda. Sabar ya Mbak. (Nizar S/Radar Banten)