Love Story: Selingkuh Kok Sama Tetangga Dekat

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

TIDAK ada angin tidak ada hujan, Warno (49) nama samaran, menggugat cerai istrinya, sebut saja Warni (40). Padahal Warni yang sudah lama menjalin bahtera rumah tangga dengan Warno. Alasannya karena sang istri selingkuh. Warno yang meskipun masih begitu cinta dengan istrinya, harus rela bercerai. Ia tidak menyangka istrinya main api dengan tetangga satu RT.

Kasus tersebut membuat Kampung Poncol, Kota Tangsel seperti ada geluduk di siang bolong. Membina rumah tangga hampir 20 tahun dan dikaruniai anak yang sudah beranjak dewasa, ternyata tidak cukup untuk membuat rumah tangganya utuh. Mulanya desas-desus itu hanya isapan jempol belaka tetapi nyatanya memang benar.

Bertengkar dalam rumah tangga itu hal biasa, tapi ini bertengkar paling parah yang pernah dialami. Mereka terlihat sangat serasi dalam keseharian, apalagi mereka berasal dari satu kampung halaman di Parung, Bogor sana. Entah apa yang ada di pikiran Warni, tega membuat rumah tangganya hancur.

Warno merasa dikhianati istrinya. Laki-laki ini tak tahu lagi apa yang harus ia perbuat selain mencerai sang istri. “Ini sudah hal yang prinsip, masalah hati dan komitmen. Harus segera diselesaikan,” tukas Warno memulai cerita.

Semula, anak-anak mereka juga tidak percaya bahwa ibunya bermain api dengan laki-laki lain, bahkan masih terhitung tetangga dekat. “Mereka kan sudah tua, sudah sama-sama punya suami dan istri, kenapa berani? Ya Allah,” curhat Sari, anak bontot Warni.

Tapi Warno yang keseharian sebagai supir taksi itu pasrah dengan keadaan rumah tangganya. Hanya membawa beberapa buah pakaian dan peralatan yang sekiranya masih bisa ia bawa, ia pergi meninggalkan rumah. Tak lupa anaknya pun ia bawa ke kampung halaman untuk menenangkan diri dan berembuk dengan keluarga, sembari menunggu Pengadilan merestui gugatan cerai Warno.

Nasihat-nasihat dari keluarga, sahabat bahkan anaknya pun tak dihiraukan. “Nggak peduli saya mah, maunya cerai aja. Sudah nggak bisa diomongin baik-baik. Saya sakit hati,” sambung Warno lagi.

Warno menduga, hal ini terjadi mungkin karena kurangnya pendidikan agama yang ada di rumah. Sehingga Warni berani berbuat demikian. Bahkan menurut sahabat Warno sesama supir taksi, Warni telah diguna-guna.

Awalnya Warno tidak percaya tapi ucapan itu perlahan membuat Warno tergugah. “Ya bisa jadi, tapi kita buktikan saja,” tambahnya lagi.

Warno pun mencari informasi-informasi yang valid untuk membuktikan kerisauan hatinya. “Terkadang saya tak habis pikir, kenapa istri saya melakukan hal tersebut. Ini benar-benar guna-guna atau apa. Pikiran itu terus menganggu dan sampai nggak bisa tidur,” ucap Warno lagi.

Warno hanya bisa berdoa supaya istirnya sadar dan mau mengakui kesalahannya. Setelah kejadian itu Warni pun hilang bak ditelan bumi, tidak ada yang tahu di mana keberadaan wanita itu sekarang. Di tempat keluarganya pun tidak ada.

Sebenarnya hal ini seperti cerita fiksi saja, cerita-cerita yang ada di sinetron atau FTV. Yakni ada istri yang main serong dengan laki-laki lain yang masih satu kampung.

Sebagai informasi, Warni ini sosok yang aktif di masyarakat. Sosok yang banyak menjadi contoh bagi ibu-ibu satu grup di senam jantung ataupun ibu-ibu PKK. Teman-teman Warni pun semula tak percaya.

“Pertamanya saya memang tidak percaya, tapi memang kenyataan ya kejadiannya,” Nila (40), teman grup senam jantung Warni memberi kesaksian.

Sebulan sebelum mendengar kejadian, Warni tidak menunjukan geliat yang mencurigakan. Semuanya berjalan baik, tapi ya semua itu misteri Ilahi.

Kejadian ini juga membuat anak perempuan Warni sangat terpukul sampai sekarang. Ia seperti tidak punya pegangan hidup, tidak punya tempat curhat, dan tidak punya gairah untuk melakukan appaun, karena masih teringat kejadian itu.

Belum lagi semua mata tertuju pada keluarga tersebut. Ada yang mencemooh, tapi ada juga yang memberi dukungan untuk meringankan beban Sari, putri Warni. Sungguh kejadian itu merupakan kejadian yang tidak bisa dilupakan seumur hidup bagi keluarga itu. Sampai saat ini, keluarga ini masih menunggu kepastian di mana Warni berada. (Rizky-PPL/Radar Banten)