Love Story: Status Bujang Dilibas Pelet Jepang

0
962 views
Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

TAKIM (39), bukan nama sebenarnya, mengaku sampai saat ini belum bisa melupakan sang mantan yang merupakan cinta pertamanya, sebut saja Nuning (38). Aparatur sipil negara (ASN) salah satu instansi pemerintahan di Serang ini merasa Nuning telah mengebiri cintanya yang tulus dan suci. Bagaimana tidak, 15 tahun Takim setia bertahan menjalani hubungan spesial dengan Nuning, terhitung sejak kelas I SMP, dalam sekejap dibuat hancur lebur menjadi butiran debu. Nuning tanpa diduga-duga, meminta dengan sadar untuk mengakhiri hubungannya dengan Takim.

“Saya benar-benar kecewa, enggak menyangka saja, Nuning setega itu. Bayangin saja rasanya. Selama 15 tahun kita pacaran, tiba-tiba dia minta putus begitu saja,” keluh Takim penuh dendam. Bentar Kang, saya bayangin dulu deh.

Penyebabnya tak lain, Nuning kepincut pria lain yang lebih tajir, sebut saja Anto. Meski berstatus duda anak satu, dengan kemapanan Anto yang berani mewujudkan semua keinginan Nuning, termasuk menjanjikannya bakal memberikan rumah dan mobil mewah setelah menikah, mampu melibas pesona Takim yang saat itu baru saja diterima sebagai PNS setelah mengikuti seleksi. Terlebih, Anto merupakan atasan Nuning di perusahaan yang bergerak pada bidang industri, bagian administrasi.

“Malah kita sampai dikumpulin di rumah calon mertua buat musyawarah. Saya, si Anto, Nuning, sama kedua mertua hadap-hadapan buat mastiin siapa yang dipilih Nuning buat jadi suami,” ungkapnya. Terus terus? “Ya, Nuning memilih Anto-lah,” akunya kecewa. Sabar ya, Kang.

Kekalahan Takim dipicu upaya Anto yang mengiming-imingi Nuning dengan segudang janji. Mulai dari kenaikan jabatan di perusahaan, membelikan rumah baru, sampai bakal membelikan mobil mewah jika sampai Nuning memilihnya. Tentu tak sebanding dengan Takim yang hanya mengandalkan cinta dan berniat mengajak Nuning hidup sederhana, tapi penuh makna. Oh so sweet. Bahkan, baik Takim dan Anto sampai pamer kesedihan di hadapan Nuning hingga tersedu-sedu. Termasuk Nuning dan kedua calon mertua kala itu. Suasana haru dengan isak tangisan semua ketiga pihak yang hadir, menyelimuti upaya mediasi. Terutama, Takim yang merasa lebih cemas menunggu keputusan yang akan diambil Nuning.

“Bagaimana enggak cemas, dari awal datang juga sudah enggak pede, ragu Nuning bakal memilih saya. Kalau memang Nuning sayang, harusnya kan konsisten. Enggak harus berada di antara dua pilihan,” tutur Takim. Benar juga sih.

Keduanya sudah sepakat di hadapan calon mertua, jika harus menerima keputusan Nuning sepahit apa pun. Benar saja, keraguan Takim terbukti. Nuning akhirnya lebih memilih Anto yang belum sama sekali dipacarinya. Anto yang memang sedang mencari istri pengganti istrinya yang meninggal, hanya sekali melihat Nuning dan langsung melamarnya. Yang membuat Takim heran, Nuning tidak berpikir panjang akan keputusannya. Dan tidak merasa bahwa hubungannya dengan Takim penuh kenangan yang tak mudah begitu saja memorinya dihapuskan.

“Kok bisa Nuning ngelupain begitu saja. Jujur Kang, selama 15 tahun saya enggak pernah mengkhianati Nuning, sumpah. Gini-gini, saya orangnya setia. Kalau sudah satu, ya satu saja,” akunya.

Menurut Takim, hubungannya dengan Nuning terlalu berkesan sehingga tidak mungkin dilupakan begitu saja. Dengan hubungan selama itu, hampir seluruh pelosok Banten pun sudah mereka tempuh. Masing-masing keluarga juga, sudah menganggap kedua pihak seperti keluarga sendiri. Terlebih, keluarga Takim yang sudah menganggap Nuning sebagai menantu. Bahkan, baik Takim maupun Nuning pun sudah mengetahui kekurangan dan kebiasaan buruk masing-masing. Jadi, keduanya sudah tidak pernah lagi jaga image. Situasi itu begitu dinikmati oleh Takim yang dengan tulus menerima segala kekurangan yang ada pada diri Nuning.

Namun, ternyata punah sudah semua impian Takim. Keputusan Nuning yang terbilang mendadak, tidak hanya mengejutkan Takim. Bahkan, keluarga Nuning sendiri.

“Rasanya kayak disayat-sayat, Kang. Benar-benar kaget. Baru kali itu saya merasa sakit hati. Sakitnya tuh di sini,” ujar Takim sambil memegang dadanya.

Takim pun terpaksa harus merelakan Nuning dipinang Anto naik ke pelaminan. Takim baru tahu rasanya dikhianati. Sejak itu, Takim tidak pernah lagi percaya dengan perempuan. Pikiran Takim kacau, lebih banyak merenung, dan selalu sinis setiap didekati wanita.

“Di situ, pikiran saya enggak keruan, gondoklah. Enggak menyangka, Nuning bisa kelepek-kelepek sama pelet Jepang dibandingkan saya PNS berstatus bujang,” kesalnya.

Mendengar pernyataan Nuning yang lebih memilih lelaki lebih tajir seperti Anto, orangtua Nuning sampai menitikkan air mata, saking enggak percaya dengan keputusan Nuning. Padahal, Anto dinilai Takim belum tentu setia. Belum lagi dari segi fisik Takim yang ganteng, putih, dan selalu tampil gaul jauh lebih baik ketimbang Anto yang lebih menunjukkan penampilan kebapakan. Bahkan, Takim berani menjamin kalau hidup dengannya kelak bisa lebih mapan, ketimbang menjadi istri pegawai swasta.

“Paling tidak sama PNS ada tunjangan hari tua, pensiunanlah,” ujarnya bangga.

Singkat cerita, Nuning menikah dengan Anto. Sementara, Takim mencoba menghindar dan tak datang ke pesta pernikahan mereka. Bahkan, Takim bertekad untuk tidak lagi menemui Nuning dan mencoba melupakannya secara perlahan.

“Awalnya enggak bisa lupa, tiga tahun baru bisa move on,” katanya.

Tiga tahun berlalu, Takim pun menemukan tambatan hatinya yang baru. Wanita beruntung itu, sama-sama PNS, yakni guru di salah satu sekolah di Serang, sebut saja Srikandi. Dalam pernikahan mereka pun dikaruniai dua anak. Hanya saja, Takim mengaku masih dihantui bayang-bayang Nuning. Terutama, dengan keputusan terakhirnya. Terlebih, Takim sempat bertemu dengan Nuning bersama suaminya.

Namun, tidak sesuai dengan janji suaminya dulu. Nuning kini tinggal di kompleks biasa dan kabarnya salah satu dari mereka sudah di-PHK karena ada pengurangan pegawai setelah perusahaan mengalami kemunduran.

“Jujur, sampai sekarang saya enggak bisa ngelupain Nuning. Masih kebayang saja. Tapi, benar kata orangtua, segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Mungkin Nuning enggak ditakdirkan buat saya. Sekarang saya sudah ada Srikandi yang lebih sayang,” pungkasnya. Syukur deh. (Nizar S/Radar Banten)