Love Story: Suami Istri Sama Gilanya

0
1.229 views
Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

MESKI awalnya ogah bercerita tentang kisah rumah tangganya, akhirnya Eman (32), bukan nama sebenarnya, mau berbagi pengalaman dengan wartawan dalam pertemuan jam makan siang di salah satu kantin di Serang. Ceritanya cukup unik dan menarik. Tapi, tidak untuk ditiru ya?

Dirasakan Eman yang merupakan staf honorer salah satu instansi pemerintahan itu, ia termasuk lelaki paling beruntung di dunia. Bagaimana tidak, pria bertubuh agak sintal itu, punya perilaku yang doyan selingkuh, tapi tak pernah ditegur istri, sebut saja Emi (30).

Setiap Eman kepergok jalan dengan perempuan lain, istrinya tidak terlalu bereaksi. Seolah sudah biasa melihat pemandangan yang tidak sepatutnya yang dilakukan Eman. Bahkan, Emi tak pernah terpengaruh berbagai hasutan orang yang melihat Eman sering main api di belakang Emi. Loh kok bisa acuh begitu? “Itu dia kelebihan istri saya. Penasaran kan?” ujarnya. Iya dong, bagaimana tuh?

Ternyata, usut punya usut, sikap diam Emi menanggapi kelakuan Eman punya makna lain. Diceritakan Eman, istrinya sudah mengetahui kelakuan negatifnya sejak masih pacaran. Kelakuan mereka tumbuh akibat pergaulan masa muda yang terlalu bebas. Sebelum menikah, Emi menerima konsekuensi kalau kelakuan Eman memang begitu dan sulit mengubahnya, kecuali kesadaran sendiri. Ternyata, perilaku sama dilakukan Emi terhadap Eman.

“Ya, intinya kita sama-sama saling dikasih kebebasan. Saya boleh jalan sama cewek lain, Emi juga begitu, jangan dilarang dan Emi terima konskuensi itu,” terangnya. Astaga, pasangan yang aneh. Pasutri sama gilanya.

Hubungan Eman dan Emi memang diawali dari sebuah perselingkuhan. Mereka menikmati hubungan tanpa status sebelum menikah. Dirasa Eman, Emi bisa memberikan kenyamanan selama berhubungan. Meski demikian, Eman merasa bersyukur memiliki Emi.

Emi selama berumah tangga yang kini sudah berjalan hampir enam tahun, tidak banyak tuntutan, pengertian, dan pemaaf. Ketika Eman melakukan kesalahan, Emi tak pernah marah, sikapnya biasa saja dan bisa mengerti kondisi keuangan Eman. Buah pernikahan mereka, menghasilkan sepasang anak laki-laki dan perempuan. Eman mengaku bahagia dengan keberadaan Emi sebagai istri, begitu pula sebaliknya.

“Masalah ekonomi enggak pernah dipersoalkan. Saya jujur soal uang. Istri juga begitu,” katanya. Memang harus begitu.

Dikatakan Eman, istrinya sekarang bekerja bantu-bantu proses persalinan, semacam asisten bidan. Penghasilan Emi terbilang lumayan, bisa menutupi kekurangan nafkah yang diberikan Eman. Lantaran itu, di antara Eman dan Emi selama berumah tangga tidak pernah ada perselisihan. Hanya, Eman mengaku masih merasa cemburu ketika mengetahui kalau Emi tengah jalan dengan pria lain. Tentu saja, dalam pikiran Eman, takutnya istrinya diperlakukan tidak pantas.

“Ya, perasaan waswas ada lah. Namanya juga suaminya. Tapi, takutnya kalau saya mengingatkan biar jaga-jaga disangka egois,” keluhnya.

Situasi demikian bisa mereka rahasiakan selama ini, baik terhadap teman maupun keluarga. Namun, Eman mengaku pernah menceritakan masalah itu kepada salah satu sohibnya sebelum ke wartawan. Berharap, kegilaan dalam rumah tangganya itu tidak sampai disebar. Disadari Eman, hal demikian tidak baik dan khawatir anak bakal kena karmanya. Seperti yang dirasakan Eman selama ini. Meskipun membebaskan Emi menjalin hubungan dengan pria lain, Eman tidak sepenuhnya menerima situasi itu.

“Cemburu pasti ada. Mana ada yang tahan lihat istri dipegang-pegang cowok lain. Malah, cowok-cowoknya sampai dikenalkan, gila enggak tuh,” kesalnya. Ya, Akang dengan istri sama gilanya.

Awalnya, Eman sempat terbuai dan merasa nyaman dengan situasi demikian. Terlebih pria berperawakan tinggi itu, bisa menikmati berganti-ganti pasangan pascamenikah. Sebelum menikah, Eman malah tidak terlalu laku dengan perempuan seperti sekarang. “Dulu enggak banyak kesempatan. Pas nikah, malah banyak godaan,” kilahnya. Emang niat dari awal kali.

Setelah menikah, paling tidak setahun sekali Eman ganti pasangan. Soal Emi berapa kali ganti pasangan, Eman tak pernah tahu dan sejak dulu memang tidak mau tahu. Keduanya, sama-sama gelap mata dan terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. Hanya, perilaku kedua pasangan itu, begitu dirasakan dosanya. Karena secara tak sadar, perilaku keduanya telah menelantarkan dan mengorbankan masa kecil anak-anak mereka.

“Ya, anak-anak mengeluhnya enggak ke kita, tapi ke kakek nenek mereka. Jadinya, ketahuan kalau kita sama-sama sering telat sampai rumah sehabis pulang kerja,” ungkapnya.

Kalau urusan ranjang bagaimana? “Ya, itu kita normal saja. Kalau lagi ingin, ya minta. Emi juga begitu, terang-terangan kok soal itu mah. Biasa saja, enggak ada yang berubah,” ucapnya. Luar biasa!

Situasi dan kondisi yang terjadi dalam rumah tangga Eman dan Emi pun sempat terdengar ke telinga masing-masing keluarga mereka. Hal itu, tentu berdasarkan laporan dari kerabat terdekat yang sudah mengetahui sifat keduanya. Pernah sekali waktu, Eman ditanya orangtua dan mertuanya, tapi langsung dibantah dan berkilah kalau semua yang diisukan itu tidak benar alias gosip.

“Soalnya, saya sering ketahuan jalan sama cewek. Beda sama Emi yang gaya selingkuhnya lebih rapi,” ungkapnya. Selingkuh, kok pakai rapi segala. Maksudnya? “Iya, enggak ketahuan, di mana kali pacarannya,” jawabnya.

Dengan berkembangnya isu yang beredar soal kegiatan negatif keduanya, Eman mulai merasa terbebani segudang pertanyaan dan nasihat yang timbul dari berbagai kalangan, mulai dari rekan, kerabat terdekat, sampai keluarga. Sejak itu, Eman mulai berpikir ingin segera mengakhiri konsekuensi yang mereka bangun. Eman menilai, kisah rumah tangganya sudah tidak sehat dan tidak beres. Hanya, Eman masih belum percaya diri dan takut dianggap tidak konsisten dengan komitmen yang ia rencanakan dengan Emi sebelum menikah.

“Masa saya yang mulai, saya juga yang mengakhiri,” tukasnya. Sudah Kang, demi kebaikan enggak usah gengsi, ingat anak! “Iya sih, ya doakan saja lah,” pintanya. (Nizar S/Radar Banten)