Love Story: Sudah Main Susuk, Hati Ditusuk-tusuk

0
863 views
Love Story
Love Story

MALANG nasib Lastri (25), bukan nama sebenarnya. Selain menjalani perkawinan tidak wajar karena mantan suami, sebut saja Parno (27) yang diduga main susuk (cara magis untuk mendapatkan hati seseorang), hati janda dua anak ini pun tak pernah merasakan kebahagiaan selama berumah tangga.

Sifat Parno yang temperamental dan doyan selingkuh, membuat kehidupan Lastri kerap diselimuti perilaku buruk Parno. Yakni, doyan melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Merasa sudah tak tahan, akhirnya perempuan berwajah manis dan berkulit putih ini memutuskan untuk bercerai setelah lima tahun pisah ranjang.

“Cerainya baru satu bulanan. Alhamdulillah, sekarang agak tenang,” aku Lastri dengan perasaan lega.

Diakui Lastri, hidup bersama Parno serasa hidup di penjara. Hilang kebebasan dan kebanyakan aturan. Sikap Parno juga membuat Lastri kadang serbasalah. Berbohong salah, jujur malah tambah salah. Padahal, Parno selama menjadi suami tak pernah jujur.

Tak hanya gelagat belangnya terhadap perempuan, soal penghasilan juga dari pekerjaannya sebagai pedagang kelontongan di pasar tak pernah sampai ke tangan wanita bergigi kawat tersebut.

Wajar, jika badan Lastri dan anak-anak semakin hari semakin kurus. Kebutuhan hidup mereka tak pernah diurus Parno.

“Kalau rumah tangga saya terusin, bisa-bisa selain badan makin kurus, wajah juga bisa babak belur,” ujarnya.

Hal itu lantaran sifat Parno yang sedikit-sedikit marah menyikapi pembelaan Lastri. Padahal, wanita bertubuh ideal ini, tak pernah menuntut lebih dari suami. Lastri hanya meminta suami mampu menjalankan hak dan kewajibannya sebagai imam keluarga. Cukup memberi nafkah dan memerhatikan kebutuhan anak istri sehari-hari.

Soal tabiat Parno yang mata keranjang, tak pernah dipersoalkan wanita berambut panjang ini. Lastri tahu betul karakter suaminya dari sejak menikah meski pada saat pacaran Lastri tak begitu mengenal Parno.

“Saya tahu kalau Kang Parno galak itu, ya pas nikah. Pas pacaran, biasa saja. Mungkin karena kenalnya singkat, terus saya kayak enggak sadar begitu, tiba-tiba nikah saja,” ujarnya bertanya-tanya. Bagaimana maksudnya tuh?

Diceritakan Lastri, perkenalannya dengan Parno begitu singkat. Tak lebih dari satu minggu, sebelum akhirnya melanjutkan hubungan lebih serius ke arah pernikahan. Hanya, Lastri merasa ada yang janggal soal hubungannya dengan Parno. Tiba-tiba saja pertama kali bertemu, tepatnya 2010 lalu, Lastri langsung jatuh hati kepada Parno. Serasa terhipnotis sehingga Lastri mau menerima pinangan Parno. Padahal, menurut Lastri yang saat itu usianya masih belasan, tak sedikit pun ada yang bisa dibanggakan dari Parno. Selain muka pas-pasan, pendek, hitam, profesinya juga sebagai pedagang dinilai Lastri tidak menggiurkan. Penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari.

“Kayaknya, dia pakai susuk. Pacar saya waktu itu pengusaha, nah dia, biasa saja. Ganteng juga kagak. Tapi, saya lebih milih dia dan ninggalin pacar,” tukasnya. Kalau begitu, bisa jadi sih susuk itu benar.

Lain dengan Lastri. Perempuan murah senyum ini tadinya menjalani profesi sebagai sales promotion girl (SPG) di sebuah produk ternama usai lulus SMA. Gajinya juga lumayan. Selain cantik, putih, dan bertubuh ideal, Lastri juga dikenal baik dan ramah. Pokoknya, performa Lastri nyaris mendekati sempurna. Tak heran Parno yang merupakan tetangga dekatnya langsung tergoda. Mungkin itu yang membuat Parno berani melakukan cara apa saja demi mendapatkan hati sang hawa. Ya, menggunakan susuk tadi. Namun, sampai saat ini Lastri tidak mengetahui susuk dari mana dan bentuknya seperti apa. Soal penggunaan susuk itu, sudah diakui Parno dua bulan pasca menikah.

Terbukti, setelah diberitahu bahwa mantan suaminya pakai susuk, Lastri merasakan ill-feel terhadap Parno. “Ya, pas Parno mengaku selama ini pakai susuk, jadi ngerasa ill-feel saja,” terangnya.

Terlebih, berhubungan intim dengan Parno, tidak pernah ada romantis-romantisnya. Yang ada penderitaan yang Lastri dapatkan. Parno suka berbuat kasar di ranjang. Seolah pelaku asusila yang selayaknya dipidana, yakni suka mukul-mukul sampai menggigit bagian vital Lastri. Kalau tidak puas, Parno tak sungkan melayangkan tangan ke wajah atau bahkan sampai mencekik leher Lastri. Namun, Lastri yang menyadari sudah menjadi istri sahnya, tetap sabar menghadapi dan melayani Parno. Padahal, jelas-jelas bukan hanya perilaku kasar Parno yang diterima Lastri, sudah berulang kali Parno ketahuan selingkuh, masih saja memaafkan suaminya.

“Mau bagaimana lagi, kita sudah jadi suami istri. Saya bertahan karena ada anak yang harus dikasih makan,” katanya.

Lama-lama Lastri mulai tidak bisa lagi menahan siksaan yang selalu dilayangkan Parno. Klimaksnya, Lastri mengetahui upaya perselingkuhan suaminya yang tak bisa dimaafkan hingga berujung perceraian. Apa tuh? Parno pas ketahuan selingkuh bukannya minta maaf, malah menganiaya Lastri.

Ceritanya, satu waktu Lastri bermimpi bahwa suaminya berselingkuh. Bahkan, sering berhubungan intim dengan selingkuhannya tersebut.

Anehnya, dalam mimpi Lastri, terungkap juga nama selingkuhan Parno. Besoknya, Lastri yang merasa sudah tak enak hati memastikan arti mimpinya itu kepada Parno. Namun, bukan jawaban yang didapat Lastri, malah membikin Parno naik pitam.

Situasi itu membuat Lastri harus kembali menerima siksaan Parno yang terpancing emosi atas tuduhan itu. Malamnya, Lastri mencoba memastikan kembali dengan membuka-buka telepon seluler (ponsel) Parno ketika dia terlelap. Rasa penasaran yang menghantui Lastri pun mulai menemukan titik terang. Apa yang dikhawatirkan ternyata benar. Di ponsel Parno, banyak pesan singkat mesra dengan nama yang sesuai mimpi Lastri. Lantaran itu, Lastri tanpa sepengetahuan Parno, kabur dari rumah bersama kedua anaknya.

Lima tahun sudah Lastri menghindar dari Parno. Sampai akhirnya melayangkan gugatan cerai ke pengadilan agama setelah menyadari bahwa Parno sudah tidak peduli lagi dengan status rumah tangganya.

“Buktinya, selama lima tahun itu dia enggak pernah cari-cari tuh. Lagian, dipertahankan juga percuma kalau hati bagai ditusuk-tusuk. Siapa yang tahan, tiap hari disiksa. Saya juga pengin bahagia, Kang,” tegasnya. Iya sih.

Pasca perceraian, sebulan sudah Lastri menyandang status janda muda anak dua. Profesi Lastri pun kini berubah. Dia mengaku sekarang berjualan baju di Tangerang dan sudah menjalin hubungan lagi dengan lelaki lain. Sayangnya, Lastri belum mengetahui apakah lelaki itu bujangan atau sudah beristri. Yang pasti, lelaki itu sesuai kriteria Lastri, yakni sosoknya romantis.

“Saya suka diperlakukan lembut sama lelaki. Kalau orangnya lembut, pasti ke anak-anak juga sayang,” katanya. Saya juga bisa, Teh. Namun, tetap hati-hati ya, takutnya buaya lagi, hehe. “Doakan saja semoga pilihan sekarang memang yang terbaik,” harapnya, amin. (Nizar S/Radar Banten)