Love Story: Tak Seindah yang Dibayangkan

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

Pernikahan dini di kehidupan nyata tak seindah kisah yang dipaparkan dalam film, sinetron, buku, atau mulut para motivator. Usia muda yang masih labil dan dikuasai emosi, menjadi rintangan yang harus ditaklukkan. Jika tak sanggup, perceraian tak mustahil menjadi akhir cerita.

Inilah yang menimpa Dino dan Melani, keduanya berusia 22 tahun dan nama samaran. Bermula dari cinta SMA, sering betemu karena satu kelas, sering main bersama, cinta pun tumbuh di hati keduanya. Itu kisah romantis masa abu-abu yang sulit dilupakan Dino, lelaki yang tinggal di salah satu desa di Kota Cilegon.

Sama seperti kebanyakan remaja lain, saat SMA, tepatnya SMK unggulan di Kota Cilegon, keduanya terlibat asmara yang begitu indah. Hubungan ini bertahan selama tiga tahun, sejak kelas 1 sampai kelas 3. Dan hingga keduanya lulus, cinta Dino kepada Melani semakin membara. Inilah yang membuat Dino yakin membawa hubungan yang mereka rajut ke jenjang lebih serius. Apalagi Dino sudah memiliki pekerjaan di perusahaan baja terkenal di Kota Cilegon.

Dino mengaku, sebenarnya tidak ingin menikah muda. Apalagi usianya saat itu baru 20 tahun. Tetapi apa boleh buat, faktor ketidak harmonisan hubungan antara Dino dan ayahnya membuat Dino ingin segera menikah dan memiliki keluarga baru. Poin pentingnya, Dino ingin segera membangun keluarganya sendiri dan pergi dari rumah sang ayah.

Ayah Dino sudah lama bercerai dengan sang ibu. Sang ayah menikah lagi dengan wanita yang lebih cantik dari ibu Dino. Sejak SD, Dino diasuh ayahnya dan hidup dalam satu rumah dengan ibu tirinya. Doni memang tidak mendapat perlakuaan kurang baik dari ibu tiri layaknya cerita dalam dongeng masa kecil. Hanya saja, ayah Dino tidak pernah memperhatikaan Dino.

Terlebih saat ibu tiri memiliki dua anak perempuan. Adik tiri Dino selalu dimanja oleh ayahnya. Berbeda dengan Dino yang selalu dididik keras. Ayah Dino termasuk orang berada dan memiliki dua mobil. Namun sayang, Dino tak pernah diajarkan dan diberi izin mengendarai mobil ang ayah. Padahal usia Doni sudah 17 tahun ke atas saat itu.

Dino yang sudah mendapat gaji di atas Rp3 juta dalam sebulan di perusahaan tempatnya berkerja, merasa cukup untuk menafkahi sang kekasih untuk dijadikannya istri. Diam-diam Dino mulai menabung untuk biaya pernikahan dari sisa hasil gaji bulanannya. Setelah dua tahun menabung, uang untuk biaya pernikahan pun terkumpul.

Dino mengutarakan keinginannya untuk menikah kepada sang ayah dengan kekasih pujaan hatinya yang telah dilamar beberapa hari yang lalu. “Pah, Dino mau menikah,” kata Dino.

Anehnya, sang ayah tidak mengizinkan, dengan alasan Dino masih terlalu belia untuk menikah. “Yang bener saja kamu? Usia masih 20 tahun aja udah mau menikah. Papah nggak izinkan,” tutur ayah Dino. Tetapi Dino bersikeras memaksa agar sang ayah mengizinkan.

“Ayah, tolong izinkan Dino menikah supaya Dino ada yang ngurusin, nggak kayak di rumah ini Dino seperti tidak punya keluarga. Papah selalu ada buat Elsa dan Bella (adik tiri Dino, bukan nama sebenarnya), tapi Dino nggak,” Dino memberi alasan.

Ayah Dino akhirnya mengizinkan Dino menikah, tetapi dengan syarat ayahnya tidak memberikan bantuan sepeserpun untuk persepsi pernikahan. Dino setuju. Dino hanya meminta ayahnya memberitahukan kepada saudara-saudara  bahwa Dino akan menikah dan minta diiring menuju rumah Melani, tempat resepsi.

Setahun berlalu, dari pernikahan Dino dan Melani, akhirnya dikaruniai anak laki-laki. Sebut saja Fandi, bukan nama sebenarnya. Kehadiran anak pertama yang seharusnya menjadi kebahagiaan Dino dan Melani, justru membuat hubungan mereka yang semula baik-baik saja malah menjadi ribut. Ya, keributan selalu datang setiap saat di antara keduanya, lantaran susah mengurus anak.

Dino menyadari, membangun rumah tangga di usia muda bagi seorang laki-laki tidaklah mudah. Dino sering pusing mendapati keributan tanpa bisa menenangkan satu sama lain, bahkan sering pisah ranjang. Dino biasa pulang ke rumah sang ibu jika sedang pisah ranjang dengan Melani. Namun nasi sudah jadi bubur. Dino pun tetap berupaya mempertahankan rumah tangganya dari kehancuran. (Haris-Zetizen/Radar Banten)