Love Story: Tak Setia Mata tapi Setia Hati

Love Story
Love Story

JONI (40), bukan nama sebenarnya, memang mempunyai prinsip yang menjadi harapan kaum hawa, yakni pantang berpoligami. Alasan lelaki bertubuh tegap itu, ingin mengikuti garis keturunan di mana tidak ada seorang pun dari keluarganya yang laki-laki memiliki istri lebih dari satu.

“Saya enggak mau merusak garis keturunan. Makanya, saya memegang prinsip ini (tidak berpoligami-red),” tegasnya.

Benar saja, hal itu dibuktikan Joni dari sejak pertama merasakan pernikahan 17 tahun silam, belum pernah yang namanya memiliki istri lebih dari satu. Eit, bukan berarti yang dilakukan Joni mencirikan bahwa dia lelaki setia. Joni punya cara lain menahan hasratnya untuk tidak berpoligami. Cara lain itu tidak biasa. Ya, Joni memang tidak poligami, tapi dia doyan kawin cerai alias berganti-ganti pasangan hidup. Yaelah, ternyata buaya juga Bapak ini.

Selama 17 tahun menjalani rumah tangga, terhitung sudah sembilan kali Joni naik ke pelaminan. Namun, dari sembilan kali pernikahannya itu, Joni hanya punya dua anak. Yaitu, satu dari istri pertama dan satunya lagi dari istri yang sekarang masih dijalani.

“Mudah-mudahan, ini istri saya yang terakhir. Capek kawin cerai kawin cerai terus. Penghulu juga bosan lihat saya kayaknya,” ungkapnya. Bukan bosan lagi, mungkin sebal juga kali Pak.

Ternyata, perilaku Joni itu menular kepada saudara-saudaranya yang juga doyan kawin cerai. Hanya tidak sebanyak Joni, paling hanya dua sampai tiga kali kawin cerai. Begitu juga saudaranya yang perempuan. Joni adalah anak tertua dari enam bersaudara dan dia termasuk paling mapan di keluarga. Lantaran itu, meskipun doyan kawin, Joni menjadi panutan adik-adiknya di kala punya masalah dan butuh solusi.

Alhamdulillah, meskipun dianggap doyan kawin, tapi saya paling dihargai dan menjadi tauladan di keluarga. Termasuk, istri saya yang sekarang. Apalagi, istri sekarang masih muda, masih butuh bimbingan dari suami,” terangnya. Bimbingan apa gampang ngibul? Hehehe.

Diceritakan Joni, dirinya kawin cerai lantaran alasannya klasik, yakni tidak ada kecocokan. Meskipun, kebutuhan para istrinya dulu selalu terpenuhi dan tidak pernah kekurangan. Tapi, hampir semua mantan istrinya, dinilai Joni, tidak ada yang pengertian. Bisanya hanya menghamburkan uang dan sekadar merasa bangga memiliki suami setampan Joni.

Ya, sekilas meskipun rambutnya sudah beruban dan kerutan wajahnya sudah mulai terlihat, tidak melunturkan karisma Joni yang dapat menggoda hati para wanita dengan mudahnya. Termasuk, perempuan muda yang masih ABG.

“Saya juga enggak tahu kenapa banyak yang menaksir. Dari masih sekolah loh, terus kuliah sampai sekarang sudah kerja dan punya istri juga. Kalau sekarang, banyak teman di kantor pada suka mengajak jalan. Sebagai lelaki sejati, masa mau menolak,” ujar Joni sembari tersenyum. Eeaaa, Bapak nakal ya?

Bahkan, pernah ada gadis ABG yang terang-terangan bilang suka kepada Joni. Beruntung, Joni tahu hukum dan agama. Joni selalu berusaha agar tidak main-main dengan gadis di bawah umur.

“Kalau jalan sama ABG, nanti bisa kena pasal undang-undang perlindungan anak. Ogah ah, mending sama yang dewasa, lebih aman,” selorohnya.

Joni dulunya dikenal sebagai playboy cap dua anting. Sosor sana sosor sini setiap melihat perempuan cantik. Terlebih, banyak wanita kagum karena Joni ganteng, bertubuh atletis, low profile, juga berasal dari keluarga kalangan berada.

Dulu, orangtua Joni, keduanya pernah menjadi pejabat. Ayahnya pejabat di eksekutif dan ibunya di legislatif. Sekarang, keduanya tengah menikmati masa pensiun. Tahta itu pun menurun kepada Joni yang kini duduk sebagai pejabat eksekutif pada salah satu instansi di wilayah Banten. Sifat genit Joni terhadap wanita juga turunan ayahnya yang pernah nyaris bercerai dengan ibunya akibat tergoda wanita, sampai akhirnya rujuk kembali.

“Susah sih Kang, sudah bawaan (doyan perempuan-red). Senang lihat cewek cantik kan normal, namanya juga laki-laki. Ini namanya tidak setia mata tapi setia hati. Daripada jadi orang munafik. Istri yang sekarang juga maklum kok,” katanya. Maklum di mulut, tapi sesak di dada tuh Pak.

Dari sekian istri yang dinikahinya, Joni hanya punya dua anak. Satu dari istri pertama yang mana anaknya sudah memasuki tingkat pendidikan SMA. Dengan mantan istri pertama, rumah tangga Joni bertahan lumayan lama, sampai lima tahun. Anak pertamanya ikut mantan istri pertama dan sampai saat ini masih dibiayai Joni.

Setelah itu, Joni tidak pernah lama menjalani rumah tangga. Tidak pernah lebih dari satu tahun dan tidak punya anak. Joni baru punya anak setelah menikah dengan istrinya yang sekarang, sebut saja Siti (23).

“Istri yang sekarang itu teman kantor. Masih muda, beda 17 tahun-an, gadis tulen, masih disegel, dijamin,” ucapnya. Widih, pakai segel segala, segar benar.

Apalagi, Siti orangnya cantik, kulitnya putih mulus, tubuhnya berisi, juga penurut dan tak pernah membantah semua perintah Joni. Pokoknya, Joni merasa saat ini menjadi lelaki yang paling beruntung bisa mendapatkan istri sebaik Siti.

Tentunya, Siti yang ‘nembak’ duluan dan mau menerima Joni yang sudah delapan kali menduda. Rumah tangga Joni dan Siti pun sudah berjalan lumayan lama, sekira tiga tahunan dan sudah dikaruniai satu anak.

Alhamdulillah, Allah masih sayang sama saya. Sudah dikasih istri cantik, salihah, rezeki juga enggak berkurang tuh. Insya Allah, istri yang sekarang mah enggak bakal disia-siakan,” tegasnya. Syukur deh, asal jangan plinplan saja.

Joni pun mengaku, kali ini berniat ingin mempertahankan rumah tangganya sampai mati. Meskipun, tak sedikit teman atau bahkan tetangga yang menyayangkan keputusan Siti menikahi lelaki yang jelas-jelas doyan kawin cerai. Belum lagi, sepintas orang melihat Joni dan Siti seperti bapak dan anak. Namun, semua itu tidak pernah dihiraukan oleh Siti maupun Joni. Terlebih, Siti sudah mengagumi Joni sejak berada satu kantor.

“Istri yang sekarang itu orangnya sabar, pengertian, perhatian, bisa mengurus anak dan suami. Ke anak tiri juga sayang. Ya, doakan saja semoga langgeng,” harapnya. Amin. (Nizar S/Radar Banten)