Love Story: Teman Dekat Perusak Hubungan

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

Awal pertemuan Ayu (22) dan Dadang (29), nama disamarkan, bekerja pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang distributor wallpaper Korea di Jakarta. Selama satu kantor, Ayu dan Dadang tidak pernah dekat dan tidak pernah saling sapa karena ruangan mereka berbeda. Mereka hanya tahu nama dan muka. Dadang bekerja sebagai marketing dan Ayu sebagai staf administrasi.

Kisah cinta ini berawal dari perebutan sebuah kue cucur. Pagi-pagi sebelum jadwal masuk kantor, seperti biasa Ayu bersama rekannya sarapan di warung dekat kantor. “Setiap hari sebelum masuk kantor saya selalu di warung itu. Sebelumnya, saya tidak pernah melihat Mas Dadang jajan di warung. Tapi pada hari itu kebetulan saya bertemu dengannya, pas sekali saat kue cucur favorit saya tinggal satu, akhirnya kita rebutan kue itu yang kebetulan dia juga suka kue cucur. Di hari itu saya dan Mas Dadang mulai saling sapa,” cerita Ayu tentang Dadang.

Sejak hari itu, Dadang mulai tertarik kepada Ayu. Lambat laun perasaan nyaman mulai muncul di hati kedua insan ini, sehingga mereka memutuskan menjalin hubungan layaknya orang pacaran. Dadang mulai berani mengenal keluarga Ayu lebih dalam. Sikap dan perbuatan Dadang membuat keluarga Ayu senang dengan hubungan yang mereka jalin.

Semenjak menjalin hubungan, Ayu memiliki berbagai rencana yang akan mereka lakukan di waktu akan datang. Kebahagiaan yang dirasakan pasangan ini membuat mereka selalu mengucap syukur untuk rezeki yang diberi. Tapi perasaan aneh mulai muncul ketika Dadang meminjam dana ke Ayu dengan alasan ingin membuka usaha. Dan itu dilakukan Dadang berulang kali, tanpa sadar Ayu meminjamkan dengan suka rela. “Alasan saya meminjamkan uang, karena saya sayang dengan Mas Dadang. Itu tidak menjadi beban buat saya, namanya juga buta karena cinta,” kata Ayu.

Hari demi hari berganti, Ayu memutuskan menetap di Serang untuk tinggal bersama keluarganya. Tidak tahu kenapa Dadang mulai resah jika harus kehilangan Ayu, itu alasannya Dadang berani menyatakan keseriusannya kepada Ayu. “Mas Dadang ngasih saya cincin sebagai tanda keseriusan. Dia juga bilang ke keluarga saya kalau dia mau menikahi saya. Tapi ada yang mengganjal, saya tidak pernah mengenal keluarganya. Awalya saya berpikir, mungkin waktunya belum tepat mengenal keluarganya, sampai saat dia memberi cincin pun, dia masih menyembunyikan keluarganya, aneh sekali,” tutur Ayu.

Bermacam-macam pikiran negatif menghantui. Ayu mulai berpikir, apakah Dadang malu mengenalkan kekasihnya ke orangtuanya? Atau Dadang sebenarnya tidak sayang? Ayu menceritakan segala masalah yang ia hadapi kepada kerabat barunya yang tinggal di Serang, sebut saja Lina. Wanita baik, perhatian, cantik, dan dewasa. Ayu sangat senang menemukan Lina sebagai teman dekatnya. Tapi, entah kenapa saat Ayu berbagi cerita, bukan solusi yang didapat melainkan petaka. Sikap Ayu berubah sejak kenal dekat dengan teman baru. Tidak tahu apa yang masuk ke dalam pikiran Ayu, sehingga sikapnya berubah.

“Saya cerita kepada kerabat saya cuma ingin cari solusi, tapi setelah saya perhatikan masukan dari dia kok malah menjerumuskan ke hal tidak baik. Dia menyuruh saya untuk putus dengan alasan yang memang menurut saya masuk akal, makanya saya kebawa emosi,” jelasnya.

Tanpa disadari, sikap Ayu yang berubah membuat Dadang juga gampang terbawa emosi. Sejak itu, Dadang mudah meladeni Ayu untuk putus, walau akhirnya balik lagi. “Saya menjadi gampang emosi dan cepat mengambil keputusan. Setiap masalah yang  hadir di hubungan saya, bukannya surut malah semakin besar. Saya mudah mengeluarkan kata putus terus-menerus, saya juga bingung kenapa saya seperti itu,” kata Ayu.

Sampai akhirnya Ayu benar-benar memutuskan hubungan dengan Dadang. Tidak disangka, setelah pasangan ini usai, Lina sangat senang ketika Ayu sudah lepas dari Dadang. “Waktu itu dia sampai ngomong, akhirnya kamu putus juga sama Dadang, makan tuh cinta! Perasaan saya benar-benar terluka mendengar perkataan Lina. Entah apa yang ada di benaknya sampai ia tega seperti ini,” jelas Ayu sedih.

Akibat perubahan sifat Ayu, Dadang pergi meninggalkannya tanpa pamit. Tidak ada kabar sedikitpun. Cintanya telah kandas saat rencana pernikahan akan disusun. Ayu sangat berharap, Dadang akan kembali dan meminta maaf, tapi selama satu tahun, Ayu tidak mendapat apa-apa selain kesedihan.

Setelah tahun kesedihan berlalu, lelaki bernama Koko, sebut saja begitu, datang dan mengisi hari-hari Ayu. Namun siapa sangka Lina kembali beraksi. Dia bagaikan serigala berbulu domba yang siap menerkam. Lina berusaha untuk menghancurkan hubungan Ayu dan Koko.

“Awalnya Koko hanya punya niatan untuk berteman dengan saya dan Lina. Tapi Koko mulai tertarik kepada saya dibandingkan Lina. Di situ Lina terlihat tidak suka, karena dia pikir dia yang lebih pantas bersama Koko. Cara bicara Lina sering membuat Koko berkecil hati saat mendekati saya, dia terlalu banyak membuat standar kriteria, berhubung umur Koko yang satu tahun lebih muda di bawah saya, Lina merasa Koko tidak pantas. Yah padahal yang menjalani hubungan itu saya dengan Koko bukan Lina,” curhat Ayu penuh penekanan.

Perjuangan Koko tidak berhenti sampai di situ. Ia tahu bahwa banyak cobaan untuk mendapatkan hati Ayu. Pendekatan yang dilakukan Koko cukup panjang tapi membuahkan hasil yang baik, Ayu mulai terpikat dengan Koko dan siap menjalani hubungan baru.

Lina kerap kali mendekati Koko hanya untuk menurunkan semangatnya agar tidak lagi mengejar Ayu. “Saya pernah mendengar Lina berkata, ‘kamu kalau mau pacarin Ayu yah cari duit dulu, kamu nggak malu jadi pengangguran tapi punya pacar?’ mendengar perkataan Lina yang begitu kasar membuat saya emosi dalam hati. Tapi saya tahu Koko adalah pria yang kuat,” jelas Ayu lagi.

Bisa-bisanya wanita ini berani menunjukkan rasa tidak suka kepada pacar kerabatnya. Entah karena Lina terlalu sayang kepada Ayu sehingga lelaki sembarangan tidak boleh mendekat, atau Lina iri hati karena Ayu lebih ramah dan disukai banyak pria?

Ayu tidak habis akal untuk menyelamatkan pria yang ia sayangi. Ia tidak mau hubungannya kandas lagi karena terhasut Lina. Ayu meminta Koko berhenti akrab dengan Lina. “Saya sengaja bersikap seperti ini. Setelah saya meminta Koko, dia cerita kalau Lina mengabarinya lewat BBM. Lina berkata ‘mentang-mentang udah jadian, saya dilupain? Teman macam apa?’ Saya membaca pesan itu merasa heran. Apa sih yang diinginkan Lina?” tutur Ayu

Ayu menjauhi Lina karena memang sifatnya yang membuat Ayu geram. Akhirnya Lina menjauh, benar-benar menjauh dan tidak mendekat lagi. Saat bertemupun tidak saling sapa, hal ini menyebabkan batu yang tersimpan di dalam hati Ayu dan Lina.

“Saya harap wanita ini tidak merusak hubungan saya lagi. Saya harap juga dia berubah menjadi wanita baik, bukan wanita perusak,” tutupnya. (Bita-Zetizen/Radar Banten)