Love Story: Tergoda Harta, Mantan Jadi Kelinci Percobaan

0
829 views
Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

MALANG nasib Bunga, nama samaran. Dengan usia yang terhitung masih muda, yakni 19 tahun sudah menyandang status janda. Parahnya lagi, Bunga diceraikan suami dengan statusnya sebagai istri kedua. Ow ow ow.

Kisah ini diceritakan mantannya Bunga, sebut saja Dani (25), warga Pandeglang. Kata Dani, alasan Bunga mau dijadikan istri muda lantaran tergoda oleh harta. Bunga saat itu masih berusia 16 tahun, hanya lulusan SMP. Lelaki donjuan yang kepincut oleh Bunga, tak lain seorang pengusaha, sebut saja Damara (40).

Usia pernikahan mereka, hanya bertahan dua tahun. Damara menceraikan Bunga, dipicu Bunga yang tak kunjung memberikannya keturunan. Alasan utama kenapa Damara berpoligami, bukan hanya karena Bunga memiliki wajah yang imut, cantik, serta lucu, melainkan juga ingin menjadikan Bunga sebagai kelinci percobaan. Soalnya, Damara dari istri pertamanya tak kunjung diberikan momongan, meski lebih dari sepuluh tahun mereka berumah tangga. Damara memilih Bunga karena berharap bisa memperbaiki keturunan.

“Iya, Bunga itu tadinya calon istri saya. Tapi, dia malah tega khianati saya, nikah sama laki-laki lain. Bagaimana enggak sakit Kang? Padahal, lelaki itu sudah beristri. Usianya juga jauh lebih tua, kayak bapak ke anak,” ungkap Dani yang kecewa dengan keputusan Bunga.

Ternyata, Bunga gelap mata akan harta yang dimiliki Damara. Terang saja, Damara adalah seorang pengusaha, meskipun dari kampung. Yang pasti, bukan hanya rumah Damara yang bertingkat, kendaraan roda empatnya yang terparkir di garasi juga sudah seperti tempat rental mobil, lebih dari empat kendaraan. Lantaran itu, Bunga menerima lamaran Damara yang berniat berpoligami.

Usut punya usut, maksud Damara menikah lagi, yaitu ingin menjadikan Bunga sebagai kelinci percobaan. Soalnya, dari istri pertama Damara belum diberikan keturunan dan berharap mendapat keturunan dari rahim Bunga. Namun, dua tahun merajut asa dengan Bunga usai menikah, Bunga tak kunjung memberikan momongan kepada Damara atau sekadar menunjukkan tanda-tanda kehamilan.

“Makanya, Bunga dicerai sama Damara karena sama dengan istri pertamanya, enggak bisa ngasih keturunan. Jadi, Damara ke Bunga itu cuma coba-coba,” terangnya. Kena deh. Rumah tangga kok coba-coba.

Diceritakan Dani, Bunga sudah lama dipacarinya. Hampir tiga tahun dari sejak SMP. Awalnya, mereka benar-benar saling cinta, meski Dani hanya berstatus karyawan pabrik di sebuah industri di Serang. Namun, Dani orangnya lumayan ganteng. Hanya saja, hidupnya juga pas-pasan. Dani masih menumpang tinggal dengan orangtua, itu juga di sebuah kontrakan. Namun, saat itu Bunga yang juga sama-sama dari keluarga kurang berada, masih menerima kehadiran Dani.

“Saya yakin bisa membahagiakan Bunga kalau sudah jadi suaminya. Saya belum melamar Bunga karena dia belum cukup umur, masih 16 tahun. Makanya, saya berniat menunggu sampai usianya mapan buat nikah,” terangnya. Dani bersabar menunggu saking cintanya terhadap Bunga. Oh so sweet.

Seiring waktu, Damara masuk dalam kehidupan Bunga. Di kontrakan, Bunga hanya tinggal dengan ibu dan adiknya yang masih balita. Sementara, ayah Bunga sudah meninggal karena sakit. Dulu, ayahnya Bunga adalah sopir angkot. Lumayanlah, masih ada penghasilan. Namun, sejak ditinggal pergi ayahnya, keluarga Bunga sudah tidak memiliki penghasilan. Paling sesekali, ibunya bantu tetangga mencuci baju dan menyetrika pakaian dengan bayaran seikhlasnya.

Lantaran itu, ibu Bunga terus mengajukan pinjaman untuk bertahan hidup. Salah satunya meminjam kepada Damara yang dikenal sebagai juragan pasar. Pinjaman dari Damara digunakan keluarga Bunga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti membeli beras untuk makan dan membayar kontrakan.

“Iya, keluarga Bunga susah. Tapi, saya juga belum bisa bantu. Soalnya, orangtua saya juga butuh biaya. Sudah enggak ada yang kerja, pada tua-tua. Jadi, di rumah saya lah yang ngurus semuanya,” jelasnya.

Suatu hari, Damara berniat menagih utang kepada orangtua Bunga. Namun, di sela-sela perbincangan di rumah kontrakan ibunya Bunga, Damara tak sengaja melihat Bunga. Damara langsung tergoda dan tak tahan melihat kecantikan wajah Bunga yang teramat manis, putih mulus, tinggi, serta molek. Bagai musafir yang kehausan di padang pasir, Damara tak berpikir panjang untuk melamar Bunga melalui ibunya yang punya utang. Damara bahkan memberikan jaminan terhadap keluarga Bunga, kalau semua utangnya dianggap lunas. Bahkan, kebutuhan keluarga Bunga bakal dipenuhi.

Tentu rayuan maut Damara itu jitu. Keluarga Bunga tak bisa lagi menolak lamaran itu. Apalagi, Bunga juga kepikiran ingin memiliki kehidupan lebih mapan.

“Dirayu pakai duit, Bunga luluh juga. Padahal, tahu si Damara sudah punya istri. Hanya belum punya anak. Dan itu dijadikan alasan Damara nikahi Bunga, cuma ingin dapat keturunan,” katanya.

Hebatnya lagi, pernikahan antara Damara dan Bunga disetujui istri Damara. Ternyata, Damara dan istrinya sudah mempunyai komitmen, kalau Damara boleh menikah lagi lantaran istrinya tidak bisa memberikan keturunan. Padahal, rumah tangga mereka sudah berjalan lebih dari sewindu.

Akhirnya, istri Damara rela dipoligami, sementara Bunga juga rela menyandang status istri muda. Bunga sampai tega meninggalkan Dani yang sabar menantinya cukup umur. Hiks. Sikap Bunga itu membuat Dani putus asa. Sikap Bunga sudah meruntuhkan perasaan sayang Dani terhadap Bunga yang sudah setinggi langit.

“Sakit Kang. Saya menunggu Bunga tiga tahun, eh tahunya dia gelap mata. Masih bau kencur sudah mau dinikahi, dipoligami lagi, gila kan?” kesalnya.

Menyadari Bunga sudah bukan jodohnya, Dani akhirnya memutuskan membuka lembaran baru dengan wanita lain. Dani yang berparas cukup rupawan, tentu tak sulit menemukan pengganti Bunga. Tak lama setelah itu, Dani pun menikahi gadis seprofesinya. Sejalan dengan Dani yang sudah dikaruniai anak, serta hidup bahagia dan kehidupannya semakin sejahtera dua tahun kemudian, Bunga justru bernasib nahas karena harus menerima kenyataan diceraikan Damara.

Alasannya menikahi Bunga juga tak ada pengaruhnya. Bunga nasibnya sama dengan istri pertama Damara, tidak bisa memberikan momongan. Terlebih, sejak berpoligami dengan Bunga, omzet usaha Damara semakin menurun drastis. Terpaksa, Damara mengucap kata good bye alias talak kepada Bunga dan kembali ke pelukan istri pertamanya.

“Sekarang Bunga, janda,” ujarnya. Widih, janda kembang dong. “Iya, kasihan juga sih. Tapi, sudah enggak pernah lagi saya sapa. Sempat ketemu dan minta balikan, tapi saya tolak. Sudah terlanjur sakit hati Kang. Kontrakannya juga sudah pindah, enggak tahu pindah ke mana,” ungkapnya. Tuh kan, segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Kalau gelap mata karena harta, begitu tuh jadinya. Ya salam. (Nizar S/Radar Banten)