Love Story: Tidak Cinta, Kok Sampai Beranak Tiga?

0
469 views
Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

ENTAH benar atau sekadar kata-kata. Maya (27), bukan nama sebenarnya, memiliki suami, sebut saja Mail (28), yang bukan pria idamannya sama sekali. Maya mengaku tidak mencintai suaminya hingga sekarang. Padahal, usia pernikahan mereka sudah menginjak tujuh tahun.

Hanya yang jadi pertanyaan, perempuan berkulit putih itu, hasil pernikahannya dengan Mail sudah dikaruniai tiga anak. Loh loh loh, kok bisa?

“Bisa lah, namanya juga nikah kepaksa, gara-gara kecelakaan,” akunya. Kecelakaan bagaimana Teh? Jatuh di motor apa bagaimana? “Ah Mas suka pura-pura deh, maksudnya married by accident alias hamil di luar nikah,” jelasnya. Oh begitu, ya ya ya.

Pernyataan Maya terbilang cukup masuk akal. Wanita berambut panjang itu, termasuk sosok istri yang tahu agama. Meskipun Maya menerima Mail sebagai suaminya karena dijebak Mail ketika masih kuliah, tapi soal urusan ranjang, menurut Maya, sudah menjadi kewajiban. Bahkan selama pernikahan, Maya mampu melayani suami dengan baik, layaknya istri solehah. Walau bagaimana pun, Mail tetap suami Maya yang sah.

“Kalau enggak dilayani kan dosa?” ujarnya. Ingat dosa juga Teh! Lah, itu hamil duluan? “Itu bukan salah saya, waktu itu saya dijebak,” keluhnya.

Ya, Mail sudah menyukai Maya sejak pertama masuk kuliah di salah satu universitas ternama di Serang. Maya juga sadar, kalau selama di kelas Mail kerap memberikan perhatian. Kebetulan mereka satu kelas.

Memasuki semester tiga, Mail yang memiliki badan sedikit tambun, berkulit sawo matang, serta berkaca mata itu memberanikan diri menyatakan cintanya kepada Maya. Tapi, cinta Mail ditolak Maya yang beralasan saat itu sudah punya pacar. Dan memang benar, Maya tengah jatuh hati sama laki-laki yang jauh lebih tua darinya.

Gebetan Maya waktu itu sudah bekerja dan usianya juga cukup mapan. Beda tujuh tahun dengan Maya. Makanya, Maya tidak berpikiran untuk menerima lelaki lain selain menikahi pria idamannya. Pria itu tak lain tetangganya sendiri.

“Iya, saya tolak mentah-mentah Mail dan memang enggak suka. ‘Lebih baik kita temanan saja’, saya bilang gitu aja,” terangnya.

Tak dinyana, Mail mau menerima pertemanan dengan Maya karena ada maksud lain. Entah karena tak tahan dengan pesona Maya atau memang tabiat Mail pada dasarnya buaya, Maya tak pernah tahu. Yang pasti, Maya menilai selama menjalin pertemanan dengan Mail, tak pernah berprasangka buruk. Soalnya, Maya tahu kalau Mail di kampus orangnya pendiam.

“Mail orangnya enggak banyak omong. Orangnya juga cupu, jadi saya enggak pernah mikir yang enggak-enggak,” jelasnya.

Tanpa tahu tujuan Mail ingin berteman lebih dekat dengan Maya karena ada maksud negatif, saat itu, Maya diajak Mail ke kosannya. Ya, Mail termasuk anak kos. Aslinya orang Lebak yang memilih kuliah di Serang. Alasan Mail mengajak Maya bahwa ada hal penting yang mau dibicarakan. Tentu saja, alasan warga Lebak itu, soal seputar perkuliahan sehingga Maya percaya.

Maya tak merasa curiga sedikit pun, karena selama sebulan menjalin pertemanan, Mail tak pernah berbuat macam-macam. Apalagi, diskusi soal pembahasan yang sedikit berbau porno.

“Saya nurut saja waktu itu karena percaya. Enggak tahu kalau Mail punya niat jahat,” kesalnya.

Setelah sampai di kosan, Maya pun disuguhkan minuman oleh Mail. Tak lama, setelah menenggak minuman berupa air jeruk yang disediakan Mail, Maya pun tak sadarkan diri. Maya juga tak sadar sudah berapa lama ia tak sadarkan diri, yang ia tahu begitu bangun tiba-tiba sudah berada di pangkuan Mail dalam kondisi tanpa sehelai balutan kain di tubuhnya.

Tentu saja, menyadari hal itu Maya geram dan langsung meluapkan emosinya dengan memukuli Mail. Setelah itu, Maya mulai berurai air mata, menangisi kesedihan karena kegadisannya telah direnggut.

“Pikiran saya waktu itu kacau. Mau marah percuma karena sudah terjadi. Mau pulang takut sama orangtua. Perasaan saya agak sedikit lega pas Mail bilang mau bertanggung jawab,” ungkapnya.

Awalnya, Maya tidak mengakui perbuatannya dengan Mail. Namun, setelah enam bulan, keluarga besar Maya baru menyadari kalau ada yang tidak beres dengan Maya. Mendapat desakan orangtua beserta kakak-kakaknya, akhirnya anak bungsu dari tiga bersaudara itu mengaku juga bahwa ia telah dinodai oleh Mail dan takut kalau menceritakan hal itu bakal menerima makian dan cacian dari keluarga. Bahkan, pemikirannya bisa sampai diusir karena telah merusak citra keluarga.

Setelah dijelaskan, keluarga Maya pun mau memahami dan mulai mencari Mail hingga membujuknya agar segera menikahi Maya. Mail bahkan sempat menerima bogem mentah dari kakak-kakaknya Maya akibat ulahnya terhadap adik bungsu kesayangan mereka. Terlebih, akibat perbuatan Mail, masa depan Maya juga makin suram karena harus berhenti kuliah. Sudah barang tentu, berhenti dari kuliah membuat cita-cita Maya menjadi wanita karier punah.

Tak hanya itu, mimpi menikah dengan pria idamannya juga sudah dipastikan tidak akan kesampaian. “Saya akhirnya keluar kuliah dan mau dinikahi Mail. Lagian, waktu itu saya mikirnya, kalau enggak menerima Mail jadi suami, takut enggak laku,” akunya. Ah itu sih perasaan Teteh saja.

Menurutnya, tidak akan ada lelaki yang mau menerima perempuan yang hamil tanpa bapak. Lantaran itu, Maya menerima Mail sebagai suaminya dengan tulus dan ikhlas. Singkat cerita, Maya dan Mail menikah.

Beruntung Mail karena memiliki Maya yang merupakan anak dari keluarga berada. Maya pun terpaksa menikah dengan Mail yang tak lebih dari pengangguran karena kuliahnya terhambat. Orangtua Maya yang tak ingin melihat anaknya melarat, akhirnya memberikan modal kepada Mail untuk membuka usaha. Sementara Maya sendiri, setelah anaknya lahir diterima sebagai guru honor.

“Ya, lumayan jadi honor juga, yang penting ada penghasilan. Cita-cita sih, saya ingin jadi pengusaha sukses tadinya. Gagal deh. Sekarang, suami usaha kelontongan menyewa ruko, untungnya juga lumayan,” akunya.

Namun, Maya mengaku jika sampai saat ini tak pernah mencintai suaminya dan masih mengingat gebetannya yang dulu. Lantas? Kok bisa sampai punya anak tiga? “Ya, namanya juga sudah jadi istri sah Mail. Masa saya nolak, suami minta anak lagi. Saya layani saja, hanya pikiran ke mana-mana,” ucapnya.

Astaga, nah itu kan dosa juga. “Bukan begitu, maksudnya, saya enggak fokus ke suami, dinikmati saja. Berusaha jadi istri yang baik, meskipun enggak cinta,” katanya. Yaelah. “Mudah-mudahan, memang Mail lah yang terbaik,” harapnya. Amin, saya doakan juga begitu. (Nizar S/Radar Banten)