Love Story: Tiga Kali Menjanda, Nikmati Saja

0
1.588 views
Love Story
Love Story

TIGA kali menjanda tak membuat Tirah (32), bukan nama sebenarnya, putus asa. Wanita berwajah imut ini tengah mencoba melupakan masa-masa kelamnya yang pernah tiga kali menikah dengan cara menjalani kesibukan menjadi tenaga pendidik di sekolah. Tentunya, sambil mencari mangsa lain. Aumm. Maksudnya, mencari jodoh lagi untuk pernikahannya yang keempat. Pastinya, Tirah mencari pasangan yang lebih mapan dan pengertian.

Pertanyaannya, apakah Tirah sudah mendapatkan jodohnya atau belum? Nah, diungkapkan janda satu anak ini, setelah sebulan menjanda karena bercerai dari suami ketiganya, saat ini mulai pendekatan dengan laki-laki yang lebih muda alias berondong. Widih menang banyak nih.

Alhamdulillah, ada sih, komunikasi juga lumayan intens. Lumayan tiga kali jadi janda juga, masih laku. Dia (lelaki yang dimaksud-red) juga sudah tahu tuh,” ungkapnya. Terus? “Ya, enggak terus-terus, intinya dia mau terima aku apa adanya,” akunya. Syukur deh.

Tirah pun mulai menceritakan satu per satu alasan kenapa dia selalu gagal membangun bahtera rumah tangga. Yang pertama, dia bercerai karena sang suami suka main kasar. Apa yang dialami Tirah terkait kasus rumah tangganya bersama suami pertama, sebut saja Mansur, yang seumuran dengan Tirah, warga Pandeglang dan berprofesi sebagai seorang politikus. Sikap suami pertamanya itu tidak tahu diuntung mempunyai istri sebaik Tirah.

Perilaku negatif Mansur terhadap Tirah berlarut-larut tidak berujung. Uang Tirah hingga tabungan anak sering dikuras, Mansur pun jarang memberi nafkah karena utangnya di mana-mana akibat gemar bermain judi. Selain itu, Mansur juga doyan ‘jajan’. Bukan jajan makanan loh. Jajan itu tuh, main perempuan. Parah. Belum lagi, Mansur ringan tangan dan tak sungkan melayangkan tamparan kepada Tirah jika sudah naik pitam. Sudah kayak di sinetron.

Lantaran itu, Tirah menggugat cerai suami pertamanya itu ke Pengadilan Agama. Namun, dari suami pertamanya itulah Tirah memiliki si buah hati. Hubungan mereka sempat bertahan karena dulu Mansur baik, perhatian, soleh, dan tidak sombong. Tipe suami idamanlah. Sikap Mansur juga romantis, humoris, dan jarang sekali marah apalagi mengeluarkan kata-kata kasar. “Ya, ada sisi baiknya lah. Tapi, itu pas awal-awal menikah. Pas sudah punya anak berubah total. Kasar, di ranjang juga begitu, perlakuannya bukan selayaknya ke istri. Makanya, lebih baik cerai,” tegasnya.

Kemudian, tak lama Tirah menikah lagi dengan suami keduanya, sebut saja Dedi, warga Cilegon. Namun, pernikahan mereka tak bertahan lebih dari tiga bulan. Suaminya keduanya itu gemar berbohong dan juga kasar. Ya ampun! Kondisi tersebut diperparah dengan adanya campur tangan sang mertua. Mertua tidak mendukung pernikahan anaknya dengan Tirah. Ketidaksukaan mertua diketahui Tirah setelah beberapa bulan pernikahan. Akibatnya, Tirah dan Dedi selalu bertengkar hingga berbuntut perceraian.

Perkenalan mereka bermula pada 2005, ketika si janda muda menjadi pegawai EO di salah satu acara. Tirah langsung jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Dedi karena wajah Dedi blasteran. Belum lagi nada bicaranya lembut. Lain dengan Tirah yang bicaranya sedikit cablak. Hanya saja, suami keduanya bukan sosok pria romantis, dewasa ataupun humoris seperti yang diidamkan perempuan kebanyakan. Tirah berpikir, dengan gaya bicara Dedi yang santai, dipastikan juga sifatnya baik. Ternyata, perkiraan Tirah salah. Ternyata sifat suami keduanya tak jauh berbeda dengan suami pertama, selain kasar, pandai berbohong pula.

Hubungan mereka hanya bertahan empat bulan tanpa dikaruniai anak. Karena kebetulan, saat itu, Tirah masih menggunakan KB pasca perceraian dengan suami pertamanya. Apalagi, Tirah selama berumah tangga selalu dihantui kekhawatiran terhadap Dedi yang bekerja di dunia malam. Kekhawatiran itu pun akhirnya menjadi kenyataan sehingga membuat Tirah tak ingin melanjutkan hubungannya sebagai istri. “Kalau diteruskan juga, enggak bakal beres. Mertua selalu ikut campur urusan rumah tangga. Aku kan orangnya malas diatur-atur,” keluhnya. Lantaran itu, tak jarang antara Tirah dan mertua dari suami keduanya berselisih paham. Merasa dikucilkan oleh pihak keluarga Dedi, akhirnya Tirah memilih tidak ada jalan lain selain berpisah.

Nasib rumah tangga lulusan sarjana di universitas ternama di Serang ini pun akhirnya ditentukan oleh pengadilan. Dua kali mengalami kegagalan dalam rumah tangga tak membuat Tirah putus asa. Tirah wanita yang strong. Malahan, dengan banyaknya pengalaman berumah tangga, membuatnya semakin tertantang untuk mencari ajang sensasi. Hal itu dibuktikannya dengan menjadi istri simpanan pada pernikahan ketiganya secara siri. Setelah gagal mempertahankan rumah tangganya di pernikahan pertama akibat diperlakukan kasar oleh suami dan tidak mendapat restu mertua, Tirah akhirnya menerima pinangan suami orang. Laki-laki itu, sebut saja Momod (39), seorang pengusaha yang jauh lebih tua darinya. Meski pada akhirnya, hubungan keduanya kandas setelah Tirah memutuskan mundur secara baik-baik.

Alasan Tirah cukup klasik, sadar akan hubungan mereka yang terlarang. Padahal, hubungan asmara keduanya sudah terjalin cukup lama, satu tahun lamanya. Ibarat kata, habis manis sepahnya tertelan. Tirah akhirnya memilih kembali berstatus janda untuk kali ketiga. Tiga kali menjanda, bagaimana rasanya tuh Mbak? “Ya, awalnya kesepian juga, Bete. Tapi, lama-lama juga terbiasa. Tenang Mas, banyak jalan menuju Roma,” sanggah Tirah. Roma Irama kali.

Terus, selama menjadi istri simpanan bagaimana tuh ceritanya? Dikatakannya, suami ketiga menjadikan Tirah istri simpanan karena melihat sosok Tirah yang memesona. Meski postur tubuhnya tidak setinggi dan seramping model catwalk. Wajah Tirah terbilang eksotis dan mempunyai aura seksi, bawaannya nafsu pokoknya. Selain kulit Tirah yang putih mulus, hidungnya juga bangir. Belum lagi, lekukan bodi Tirah yang aduhai serta bibirnya yang keriting, wajah licin melengkapi paras ayu Tirah di balik balutan kerudung model masa kini.

Pertemuan awal Tirah dan Momod berlangsung di tempat pemancingan. Momod yang hobi memancing dikenalkan kepada Tirah melalui teman. Dari situ, keduanya saling bertukar nomor handphone. Tak butuh waktu lama, keduanya saling jatuh cinta. Tirah juga langsung klop dengan fisik Momod yang ganteng, tinggi, serta humoris. “Status sih enggak masalah. Aku tahu dia punya istri, yang penting saya ada yang biayai dulu. Soal ke depan, bagaimana nanti saja,” tandasnya.

Setelah saling memahami satu sama lain, tanpa pikir panjang mereka pun merajut asa melanjutkan hubungannya ke arah lebih serius yakni pernikahan, meski menikah secara siri. “Istrinya enggak tahu. Ya jalani saja. Mas Momod itu dewasa, sosok seorang ayah lah,” ucapnya.

Mana ada ayah mengawini anak. Intinya, selama menjadi istri simpanan, Tirah menikmati yang namanya kebahagiaan. Wajar, selain pengertian, Momod orangnya baik dan romantis serta mampu memenuhi semua kebutuhan Tirah. Mulai dari memberikan uang bulanan, membangun rumah mewah hingga membiayai kuliah. Sebaliknya, usaha Momod mulai banyak kemajuan sejak mengenal Tirah. Pokoknya, banyak kesan yang bisa dikenang selama menjalin asa dengan Momod, terlebih urusan ranjang. Sudah pasti keduanya selalu merasa terpuaskan. Meski intensitas bertemu dengan Momod terbilang jarang. Momod terbilang perkasa di ranjang, tak pernah sekali pun dikecewakan tatkala berhubungan suami istri. “Urusan ranjang, jangan ditanya Mas. Puas banget. Buktinya, sekali naik ranjang mintanya suka berkali-kali. Bisa tiga kali malah,” ungkap Tirah.

Seiring waktu, setelah mendapatkan masukan dari temannya bahwa apa yang dilakukan Tirah bisa berbuntut karma, Tirah akhirnya menyadari kesalahannya. “Bagaimana sih Mas, kalau aku ada di posisi istri sah Mas Momod, pasti sakit banget. Nah, aku jadi takut karma,” jelasnya. Bagus deh.

Dari situ, Tirah langsung memberikan pengertian kepada Momod yang juga menerima keputusannya untuk bercerai. Tirah pun meminta Momod menjalani kehidupan normalnya seperti sedia kala, kembali ke pelukan istri sah dan anak-anaknya. Meski pahit harus dirasakan Tirah karena kembali menyandang status janda untuk kali ketiga. “Ya, kita ambil hikmahnya saja. Sama yang ketiga juga enggak punya anak. Tapi, hasil perceraian ketiga, ada hasilnya, dapat rumah,” ujarnya.

Syukur deh. Kini, setelah menyandang status janda ketiga kalinya, Tirah menikmati masa kesendirian. “Ya, nikmati saja, enggak usah putus asa. Lagian, aku kan masih muda, masih punya masa depan,” tegasnya, nah begitu dong, bagus tuh Mbak, mending percaya diri daripada minder. Hehehe. (Nizar S/Radar Banten)