Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Banten Iif Syafrudin.

SERANG – Perbuatan cabul seorang guru SMP di Kota Serang berinisial AJ membuat buruk citra pendidikan di Banten. Kasus pencabulan yang dilakukan pembimbing pramuka di sekolahnya ini menimbulkan tindakan diskriminatif terhadap korban di tengah lingkungannya.

“Ini menambah preseden buruk dunia pendidikan, khususnya di Banten,” ujar Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Banten Iif Syafrudin kepada radarbanten online melalui WhatsApp, Jumat (19/2/2016).

Perbuatan AJ, menurut Iif, sudah masuk kategori kejadian luar biasa dalam hal kasus kekerasan seksual terhadap anak. “Pencabulan terhadap sedikitnya 20 anak tersebut, tentu sebuah kejadian luar biasa,” katanya.

Menurut pantauan anggota LPA, saat ini para korban sudah bermasalah secara sosial. Hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan tindakan diskriminatif kepada korban. “Diharapkan kepada para wali anak, instansi sekolah yang bersangkutan, masyarakat, pemerintah dan lembaga/institusi, harus sama-sama bekerjasama untuk mengembalikan anak-anak korban, kembali kepada situasi dan kondisi (psikologis) yang semula,” terangnya.

Senin (15/2) lalu, AJ yang berusia 54, dilaporkan oleh sejumlah wali murid sebuah SMP lantaran diduga telah mencabuli belasan siswa. Di sebuah SMP di Kota Serang, AJ sehari-hari bertugas sebagai Bagian Kesiswaan dan Pembina Pramuka. (Wahyudin)