SERANG – Ikhtiar meningkatkan mutu Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di tatar Banten terus digeliatkan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Tingkat Provinsi Banten. Salah satu fokus yang dicanangkan adalah peningkatan mutu dan kompetensi para “pengadil MTQ” atau biasa disebut “Dewan Hakim MTQ”.

Dalam sambutannya, Prof Dr Syibli Syarjaya, selaku Ketua Harian LPTQ Banten, menegaskan posisi penting Dewan Hakim dalam setiap penyelenggaraan MTQ. “Dewan hakim adalah salah satu komponen utama MTQ. Oleh karena itu, keberadaannya sangat menentukan sukses atau tidaknya MTQ secara substansial”, tegas melalui siaran pers kepada radarbanten.co.id, Minggu (1/10/2015).

Mengingat demikian pentingnya dewan hakim, lanjut Syibli, maka segenap upaya ke arah peningkatan mutu dan kompetensi teknis dan penguasaan substansi bidang musabaqah menjadi niscaya adanya. Menurut Syibli, karenanya kegiatan ini menjadi salah satu agenda unggulan LPTQ Banten, tidak hanya dilihat dari sisi mutu dan urgensi kegiatan, namun juga kegiatan dengan format semacam ini termasuk jarang dilakukan oleh daerah-daerah lain di tanah air.

Kegiatan yang bertajuk “Pendidikan dan Pelatihan Perhakiman MTQ Banten” ini berlangsung tiga hari, mulai 30 Oktober hingga 1 November, di Hotel Wisata Baru.

Menurut Sekretaris Umum LPTQ Banten, Drs Badri Hasun dalam rangka menjaga objektivitas dan kredibilitas asesmen, LPTQ Banten menghadirkan narasumber sekaligus bertindak sebagai penilai kompetensi dari LPTQ Nasional dan tokoh al-Quran yang mumpuni, yakni Prof Dr Hamdani Anwar untuk bidang Tafsir Indonesia dan Inggris, Prof Dr Darwis Hude untuk bidang Syarh dan Fahm al-Qur’an, Dr Ahsin Sakho Muhammad untuk Tahfizh dan Tafsir Bahasa Arab, Dr Muhsin Salim untuk bidang Suara dan Lagu serta Qira’at al-Qur’an (Sab’ah), dan Dr D Sirojuddin AR untuk Khath al-Qur’an. Tak ketinggalan, tokoh turut menjadi tutor, yakni Prof Dr Syibli Syarjaya untuk bidang Maqalah al-Qur’an.

Kegiatan sertifikasi tahun berbeda dengan kegiatan serupa beberapa tahun yang lalu. Hal ini setidaknya diakui Dr Ahmad Tholabi Kharlie, salah seorang Sekretaris LPTQ Banten. “Kita ingin menyeleksi calon-calon hakim MTQ Banten yang mumpuni dan berintegritas. Oleh karena itu sistem Diklat kita buat sebaik mungkin dan mencerminkan keketatan dan daya saring yang baik”, ungkap Tholabi.