LRLA Datang, Sampah Hilang

0
648 views

BANJARSARI – Warga RT 01 RW 01, Lingkungan Cilaku, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, bersyukur, Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020 digulirkan Pemkot Serang. Alasannya, digagas Radar Banten, Polda Banten, dan Korem 064 Maulana Yusuf Serang ini membuat lingkungan mereka bebas sampah.

LRLA diakui pula menambah kekompakan, mempererat tali silaturahim, dan menghidupkan kembali semangat gotong royong warga RT 01. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur sekali dengan adanya LRLA ini. Warga kami menjadi kompak kembali. Semangat kebersamaan dan gotong royong juga tumbuh kembali,” tegas Ketua RT 01 Juned kepada Radar Banten, Rabu (15/4) siang.

Pernyataan Juned dibuktikan dengan hasil kerja bareng warga RT 01 menata lingkungannya. Di pintu masuk perkampungan ini, gapura bambu dengan cat warna-warni telah terbangun. Pagar bambu dengan warna beragam, di sepanjang jalan gang dan rumah-rumah warga, menambah perubahan wajah RT 01. Perkampungan ini pun bersih.

Diakui Juned, sebelum LRLA digulirkan, RT 01 kumuh dan kotor. Sampah berserakan di sepanjang jalan gang. Jalan gang jadi tempat pembuangan sampah.

“Tadinya, di depan gapura menuju pemukiman warga itu menjadi tempat pembuangan sampah. Sampah menumpuk tinggi. Alhamdulillah, sekarang bisa dilihat, sampah sudah tidak ada di RT 01, terutama sampah non organik. Semua warga sudah tertib membuang sampah pada tempatnya,” tutur Juned.

Pengurus RT, saat ini, telah membuat jadwal gotong royong. Seluruh warga diwajibkan hadir mengikutinya. “(Gotong royong-red) seminggu sekali. Sama dengan jadwal ronda, masing-masing warga juga kena giliran ronda. Tadinya tidak pernah ada yang namanya gotong royong. Dengan LRLA, ternyata semua warga kompak dan mau bergotong royong,” ujar Junded.

Namun, untuk saat ini, kegiatan gotong royong dihentikan akibat wabah corona. Warga RT 01 mematuhi imbauan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus covid-19.

Gotong royong warga melanjutkan konsep penataan lingkungan, jelas Juned, akan dilanjutkan kembali setelah pendemi corona berakhir. “Ada beberapa program yang belum sempat dijalankan. Seperti pembuatan lukisan mural di tembok-tembok rumah warga, penghijauan, dan pembuatan apotek hidup,” terangnya.

Warga RT 01, Dini Yuliansih, mengaku senang dan bersyukur dengan LRLA. “Kemarin-kemarin mana pernah kita gotong royong. Sekarang sudah menjadi agenda rutin, seminggu sekali. Bahkan, RT sudah menerapkan denda bagi warga yang tanpa alasan jelas tidak hadir gotong royong. Alhamdulillah, semua warga kompak dan mematuhi imbauan RT. Kan ini (gotong royong-red) juga untuk warga sendiri,” katanya.

Lurah Banjarsari Roni Rohimat mengungkapkan alasannya memilih RT 01, di antara enam RT di Kelurahan Banjarsari, untuk mengikuti LRLA. Katanya, lantaran lingkungannya sangat kumuh. “Tadinya tidak seperti ini (sambil menunjukkan gapura RT 01-red), bahkan sampah ada di mana-mana. Alhamdulillah, sekarang sudah berubah. Sedikit demi sedikit kita bangun kepedulian warga agar kembali menumbuhkan budaya gotong royong dan kekompakan,” ucapnya. (dre/don)